10 Hal Seru yang Bisa Anda Lakukan di Ubud

Salah satu hal yang membuat Bali dicintai baik oleh wisatawan lokal maupun mancanegara adalah karena Bali memiliki keindahan alam dan kekayaan budaya. Namun, sangat disayangkan bahwa kian hari Bali kian hari kian tergerus. Di kala kawasan Kuta dan Legian telah menjadi hingar-bingar, wisatawan yang merindukan Bali yang tentram dan asri pun lalu mengarahkan pandang ke Ubud. Ubud, dengan pesona alamnya, selalu sukses untuk memberikan ketentraman bagi mereka yang mengunjunginya. This is just like a sanctuary! Tak heran bila di tahun 2016, Ubud masuk ke dalam daftar 10 Destinasi di Dunia versi TripAdvisor. Buat Anda yang datang ke Ubud, sebaiknya Anda menginap minimal semalam. Ada cukup banyak hal menarik untuk mewarnai perjalanan Anda. Klikers, berikut 10 hal seru yang bisa Anda lakukan di Ubud: 


1.    Bersepeda atau Trekking

Jalur trekking Bukit Campuhan
Jalur trekking Bukit Campuhan

Salah satu cara terbaik untuk menikmati keindahan pemandangan di Ubud adalah dengan bersepeda. Ada cukup banyak paket wisata bersepeda di Ubud yang bisa Anda ambil. Anda akan ditemani guide mengikuti rute bersepeda yang sudah ditentukan. Anda akan diajak melewati pedesaan, sawah-sawah Ubud, bahkan ke Kintamani. Tentunya sambil menikmati hawa segar Ubud. Namun, jika Anda ingin lebih berhemat atau memiliki jiwa petualangan yang lebih tinggi, Anda bisa menyewa sepeda dengan jaminan KTP. Anda tinggal bermodalkan google maps atau waze. Anda juga bisa berhenti sejenak untuk mengambil foto-foto pemandangan indah atau jajan di warung-warung yang ada. Pastikan tubuh Anda bugar karena Ubud memiliki kontur jalanan yang berbukit-bukit. Selain bersepeda, Anda juga bisa mencoba trekking. Salah satu jalur trekking yang terkenal di Ubud adalah Bukit Campuhan. Dari atas Bukit Campuhan, Anda bisa menikmati pemandangan alam Ubud.  Bukit Campuhan ini memiliki jalur trekking yang sisi-sisinya ditumbuhi ilalang. Epic banget untuk mengambil foto cantik. 

2.    Belajar Memasak

Belajar Memasak di Ubud
Belajar Memasak di Ubud

Belajar memasak? Nggak salah? Eits, jangan salah! Sebagian besar hotel dan restoran Ubud membuka cooking class untuk para wisatawan. Menu yang diajarkan adalah makanan khas Bali seperti sate lilit dan lawar. Tapi ada juga kelas memasak makanan nusantara lainnya. Belajar memasak menjadi salah satu hal seru yang bisa Anda lakukan di Ubud karena Anda juga akan diajari berbagai pengetahun tentang masakan Bali. Anda juga akan diajari bagaimana caranya memilih bahan masakan, berbelanja di pasar, dan memanen sayuran dari kebun. Lebih menariknya lagi, Anda akan diajak memasak di ruangan terbuka sambil menikmati pemandangan sawah atau kebun. Memasaknya pun menggunakan tungku bahan bakar kayu, lho! Seru, bukan? 


3.    Mengunjungi Museum dan Galeri Seni

Museum Puri Lukisan
Museum Puri Lukisan

Salah satu hal yang paling saya senangi dari Ubud adalah ada begitu banyak galeri seni yang bisa kita kunjungi. Kebetulan, saya memang pecinta seni, terlebih seni rupa. Selain galeri seni, Ubud juga banyak memiliki museum yang juga berkaitan dengan seni dan lukisan. Kebanyakan dari galeri seni dan museum yang ada di Ubud adalah milik pribadi. Beberapa museum yang recommended untuk dikunjungi di Ubud adalah Museum Puri Lukisan, Neka Museum, Agung Rai Museum, Antonio Blanco Museum, serta Rudana Museum. Sedikit info, Museum Puri Lukisan adalah museum yang tertua di Bali. Museum Puri Lukisan inimengkhususkan diri untuk karya seni lukis Bali, baik tradisional dan modern, serta seni ukir, dan kayu yang terdiri dari tiga era mulai dari jaman kerajaan Bali hingga masa kemerdekaan Indonesia. Ada banyak karya seni yang bisa Anda kagumi. Siapa tahu kunjungan Anda ke museum dan galeri seni di Ubud akan membuat Anda terinspirasi. 


4.    Belajar melukis atau membatik

Belajar Mengukir kayu saat di Ubud
Belajar Mengukir kayu saat di Ubud

Selain mengunjungi galeri seni dan museum, Anda juga bisa sekaligus belajar melukis saat berada di Ubud. Melukis adalah salah satu aktivitas seni yang dapat menenangkan pikiran, mencurahkan perasaan, sekaligus mengungkapkan kreativitas kita. Jika ingin mencoba belajar melukis, pergilah ke Kabupaten Gianyar, Ubud. Jika Anda ingin mencoba belajar membatik atau melukis, Anda bisa mengunjungi I Nyoman Warta di Jl. Gautama no. 12 | Padang Tegal Kaja, Ubud. Di sana, Anda bisa belajar membuat lukisan tradisional bali. Tak perlu khawatir karena Anda tentunya akan dibimbing saat melukis ataupun membatik. Jika Anda lebih tertarik dengan seni patung, Anda bisa mencoba belajar mengukir di WS Art Studio di Jalan Raya Silungan, Lodtundah, Gianyar. Anda bisa belajar mengukir dengan media kayu, batu, dan juga buah. Ini akan menjadi pengalaman menarik dan berkesan. Sangat layak dicoba!


5.    Mengunjungi Sacred Monkey Forest

Sacred Monkey Forest
Sacred Monkey Forest

Berikutnya, hal seru yang bisa Anda lakukan di Ubud adalah mengunjungi Sacred Monkey Forest. Anda akan diajak untuk menelusuri hutan yang menjadi tempat tinggal ratusan ekor kera ekor panjang (makaka). Kera-kera ini sudah terbiasa melihat kehadiran manusia, maka Anda tak perlu takut. Suasana di Sacred Monkey Forest ini terasa begitu damai dan teduh. Adapun Sacred Monkey Forest merupakan tempat suci bagi masyarakat Bali. Di dalam hutan, Anda akan menjumpai tiga buah pura, yaitu  Pura Dalem Agung Padangtegal (temple of the deaths), Pura Tirta(Holy Bathing Temple), dan Pura Prajapati (tempat pemakaman sementara dan pelaksanaan upacara Ngaben). Kera-kera di sini pun diangap suci oleh masyarakat Bali. Mereka percaya bahwa kera-kera ini menjaga area pura dari roh jahat. Ada juga kolam-kolam dengan patung-patung kera di pinggirnya. Akan menjadi pengalamn menarik jika Anda bisa melihat bagaimana kera-kera akan berendam di kolam tersebut jika cuaca sedang terik. Anda juga bisa mencoba memberi makan kera-kera dengan pisang. Dengan mengunjungi Sacred Monkey Forest, kita akan diajak untuk lebih mencintai harmoni alam, bagaimana manusia, hewan, dan tumbuhan seharusnya hidup dalam damai tanpa saling menyakiti/merusak. Sacred Monkey Forest terletak di Jalan Monkey Forest, Padangtegal, Ubud, Bali, Indonesia.

Baca selengkapnya di: Sacred Monkey Forest Ubud Nan Damai


6.    Menonton Tari Kecak Api

Tari Kecak Api di Ubud
Tari Kecak Api di Ubud

Tari Kecak adalah salah satu tari bali yang sangat indah sekaligus unik. Unik, karena tari kecak ini tidak diiringi dengan bunyi alat musik apapun, melainkan hanya dengan suara "cak…cak… cak…" yang diserukan oleh para puluhan lelaki yang menarikannya. Awalnya, Tari Kecak ini berasal dari ritual sanghyang, yaitu sebuah tradisi tarian di mana penarinya akan berada pada kondisi tidak sadar lalu akan berkomunikasi dengan roh para leluhur. Menyaksikan 50-100 lelaki penari duduk dalam formasi lingkaran sambil mengangkat tangan dan menyerukan irama "cak…cak… cak…"akan membuat Anda terpukau. Tari Kecak sendiri mengangkat kisah Ramayanan saat pasukan kera membantu Dewa Rama melawan Rahwana. Anda pun akan dibuat menahan nafas saat menyaksikan penari yang trance menyapu bara api. Pertunjukan Tari Kecak Api ini biasanya baru dimulai pada pukul 7 malam. Anda bisa menyaksikan Tari Kecak Api di Pura Dalem, Jalan Raya Ubud. 

Baca juga: Uluwatu : Daya Magis Tari Kecak di Saat Sunset

7.    Mengunjungi Nyuh Kuning Village

Nyuh Kuning Village
Nyuh Kuning Village

Berikutnya, mengunjungi Nyuh Kuning Village akan menjadi salah satu hal seru yang bisa Anda lakukan di Ubud. Nyuh Kuning Village adalah sebuah desa di kawasan Ubud di mana kita dapat melihat kehidupan Bali yang sesungguhnya. Nyuh Kuning dalam bahasa bali artinya adalah "kelapa kuning". Nyuh Kuning Village ini menjadi populer sejak kunjungan Julia Roberts pada tahun 2009 untuk pembuatan film Eat, Pray, Love. Nyuh Kuning Village ini sengaja dijauhkan dari pembangunan pariwisata modern sehingga keunikannya tetap terjaga. Kebersihan di Desa Nyuh Kuning ini sangat terjaga. Alamnya juga indah dengan bangunan-bangunan khas Bali dan umbul-umbul di jalan-jalan. Bukan hanya itu, para penduduknya pun sangat ramah dan masih menjunjung tinggi kebudayaan setempat. Untuk menikmati keindahan Nyuh Kuning Village, sebaiknya Anda menyewa sepeda atau motor. Nyuh Kuning Village ini tidak terlalu sukar untuk dicapai karena lokasi Nyuh Kuning Village ini ini persis di belakang Sacred Monkey Forest. 


8.    Berbelanja di Pasar Seni  Ubud

Pasar Seni Ubud juga muncul di film Eat, Pray, Love lho!
Pasar Seni Ubud juga muncul di film Eat, Pray, Love lho!

Para wanita pasti setuju bahwa berbelanja itu selalu seru dan menyenangkan. Saat di Ubud, Anda bisa berbelanja di Pasar Seni Ubud. Pasar Seni Ubud ini terletak di pusat kota, tepatnya di depan Puri Agung. Di pagi hari, pasar ini adalah pasar tradisional. Barulah pada siang hari pasar ini berubah menjadi pasar seni yang menjual aneka pernak-pernik khas Bali dan juga berbagai hasil kerajinan. Anda dapat menemukan patung khas bali, anyam-anyaman, kain bali, pernak-pernik seperti gelang dan kalung, dan sebagainya. Sangat menyenangkan bagi Anda yang sudah mengoleksi pernak-pernik ataupun mencari oleh-oleh. Karena berkonsep pasar tradisional, maka Anda bisa melakukan tawar-menawar dengan pedagang. Pasar Seni Ubud ini juga muncul di film Eat, Pray, Love, lho!

Baca juga: Ngeborong di 7 Tempat Wisata Belanja di Bali


9.    Menikmati wisata kuliner

Warung Ibu Oka, salah satu kuliner Ubud yang sangat terkenal
Warung Ibu Oka, salah satu kuliner Ubud yang sangat terkenal

Ubud menyimpan banyak kuliner autentik bali dengan rasa yang lezat.Ada banyak tempat makan yang bisa Anda kunjungi di Ubud, baik yang berkonsep warung makan, restoran, ataupun cafe yang asyik untuk nongkrong berlama-lama. Beberapa wisata kuliner di Ubud yang terkenal antara lain adalah Warung Babi Guling Ibu Oka, Nasi Ayam Kadewatan Ibu Mangku, dan Bebek Bengil.


10.    Rafting di Sungai Ayung

Relief Ramayana di Tepi Sungai Ayung
Relief Ramayana di Tepi Sungai Ayung

Bagi Anda yang menggemari wisata adrenaline, rafting di Sungai Ayung adalah salah satu hal seru yang bisa Anda lakukan di Ubud. Rafting di Sungai Ayung ini tergolong aman untuk mereka yang belum pernah rafting sebelumnya. Tak perlu khawatir karena Anda akan ditemani dengan instruktur berpengalaman. Rafting di Sungai Ayung ini bahkan sudah bisa diikuti oleh anak-anak (minimal berusia 7 tahun). Anda akan diberikan pelatihan singkat sebelum mengarungi sungai. Selama rafting, Anda akan diajak menikmati pemandangan pohon-pohon rindang, hamparan sawah, dan perbukitan yang asri. Di tengah-tengah perjalanan, Anda juga dapat melihat ukiran relief Ramayana di sebuah tebing batu pinggiran sungai. Relief ini adalah karya seniman bali. Wow, keren ya!
 

Klikers, itulah 10 hal seru yang bisa Anda lakukan di Ubud. Ubud pastinya akan memberikan pengalaman travelling yang berkesan dan sukar untuk Anda temukan di tempat lain. Yuk, kita agendakan berlibur ke Ubud… 🙂

 

 

 

One Comment

Comments are closed.