10 Kawasan Pecinan di Indonesia yang Menarik untuk Dikunjungi

Pecinan atau Chinatown atau Kampung Cina adalah suatu kawasan pada sebuah kota yang mayoritas penghuninya adalah orang China. Seperti kita ketahui, China adalah salah satu negara dengan jumlah penduduk terbanyak di dunia, yaitu sekitar 1,3 milyar penduduk. Tak heran bila lalu penduduknya merantau ke berbagai negara lain, termasuk ke Indonesia. Para perantau dari China ini lalu menetap di suatu kota. Kawasan tempat mereka tinggal inilah yang lalu dinamakan pecinan. Kawasan Pecinan saat ini biasanya menjadi salah satu tujuan wisata karena suasananya yang menarik. Kawasan Pecinan juga biasanya menjadi pusat perbelanjaan dan kuliner.  Nah, berikut 10 kawasan pecinan di Indonesia yang menarik untuk dikunjungi:


1.    Pasar Semawis, Semarang

Pasar Semawis
Pasar Semawis

Salah satu kawasan Pecinan di Indonesia yang menarik untuk dikunjungi adalah Pasar Semawis. Pasar Semawis (atau Kampung Semawis) adalah pasar malam yang terletak di Gang Warung Semarang. Di sini Anda dapat menemukan berbagai jenis makanan dan minuman, mulai dari makanan halal hingga yang mengandung babi. Sebut saja: nasi gudeg, nasi ayam, aneka sate, bakmi jawa, sate babi singapur, dan masih banyak lainnya. Bahkan, Pasar Semawis ini dinobatkan sebagai salah satu jajanan street food terpanjang di Kota Lama Semarang. Ada juga stand yang menjual pakaian, mainan, asesoris, dan buah-buahan segar. Pasar Semawis ini hanya buka hari Jumat hingga hari Minggu pukul 18.00 – 23.00. Setiap kali Pasar Semawis ini digelar, beberapa jalan di Pecinan akan ditutup salah satu ujungnya, yaitu jalan Gang Besen, Gang Belakang, Gang Tengah, Gambiran, dan Gang Baru. Jalan yang ditutup ini digunakan untuk parkir kendaraan pengunjung. 

Baca juga: 10 Kuliner Wajib Saat Berkunjung ke Semarang

2.    Kawasan Pecinan Bandung

Sudirman Street, salah satu pusat kulineran di Pecinan Bandung
Sudirman Street, salah satu pusat kulineran di Pecinan Bandung

Kawasan Pecinan Bandung terbagi menjadi tiga wilayah, yaitu pertama di seberang Pasar Baru yang kini bernama Jalan Pecinan Lama. Kedua, yaitu di daerah belakang Pasar Baru hingga jalan Kebonjati. Dan wilayah ketiga dari Jalan Gardujati hingga Andir. Di kawasan Pecinan Bandung, Anda masih dapat menemukan bangunan-bangunan kuno dengan gaya arsitektur khas China. Sayangnya, bangunan-bangunan kuno ini tampak kurang terawat dan semakin terhimpit dengan keberadaan bangunan-bangunan modern. Masih ada banyak hal menarik lainnya yang bisa Anda temukan di Pecinan Bandung. Mulai dari belanja di Pasar Baru, mengunjungi Pabrik Kopi Aroma, hingga kulineran di Jalan Cibadak. Jalan Cibadak ini merupakan kawasan street food terkenal di Bandung. Setiap malam (kecuali di hari Kamis), Anda dapat menemukan aneka makanan, mulai dari yang halal hingga non halal. 

Baca juga: Sudirman Street Bandung, Surga Pencinta Kuliner Non Halal

3.    Kesawan Square, Medan

Kesawan Square di malam hari
Kesawan Square di malam hari

Kawasan Pecinan di Indonesia yang juga menarik untuk dikunjungi adalah Kesawan Square. Kesawan ini terletak di sebuah kecamatan di Medan Barat dan menjadi landmark Kota Medan. Di kawasan Kesawan ini Anda dapat melihat bangunan-bangunan bersejarah di Kota Medan. Jalan Ahmad Yani yang merupakan jalan tertua di Medan pun terletak di kawasan Kesawan ini. Saat ini, Kesawan Square yang memiliki panjang 800 meter ini menjadi salah satu pusat jajanan yang sangat ramai di malam hari. Anda dapat menemukan aneka makanan tradisional dan juga menu internasional. Uniknya, ada tanda khusus apakah jajajan yang dijajakan itu halal atau tidak. Makanan halal ditandai dengan bangku atau atribut berwarna biru. Sedangkan makanan non halal ditandai dengan atribut berwarna merah. 

4.    Kya-Kya, Surabaya

Kya Kya
Kya Kya

Kya-Kya dalam dialek Hokkian artinya adalah jalan-jalan. Kya-Kya ini adalah salah satu kawasan Pecinan di Surabaya. Kya-Kya ini terletak di sepanjang jalan Kembang Jepun. Di sini, Anda dapat melihat bangunan tua Rumah Abu keluarga Han yang kini menjadi cagar budaya. Ada juga Kelenteng Hok An King yang merupakan satu-satunya kelenteng Dewa Makco di Surabaya. Di kawasan Kya-Kya ini Anda juga dapat menemukan berbagai kios yang menjual aneka makanan, mulai dari makanan khas Tionghoa maupun makanan khas Surabaya. 

5.    Kawasan Kota Lama, Jakarta

Glodok Chinatown
Glodok Chinatown

Kawasan Kota Lama Jakarta adalah salah satu kawasan pecinan di Indonesia yang cukup besar. Pecinan Jakarta ini membentang dari wilayah Jakarta Barat (Kota Tua Jakarta, Glodok hingga arah Tangerang),  Jakarta Pusat (Pecenongan, Harmoni, Pasar Baru), Jakarta Utara (Kelapa Gading, Pluit). Di Kawasan Pecinan Jakarta, kita dapat melihat perpaduan budaya Tionghoa berpadu dengan budaya betawi. Salah satu bentuk perpaduan budaya itu dapat kita lihat pada Tari Cokek. Kita juga dapat melihat banyak masjid dengan gaya desain oriental. Sama seperti kawasan Pecinan lainnya, kita pun dapat menemukan aneka kuliner nikmat di kawasan Pecinan Jakarta. Beberapa pusat kuliner pecinan di Jakarta ini dapat kita temukan di kawasan Kelapa Gading dan Pluit. 

6.    Kampung Sudiroprajan, Solo

Suasana Grebeg Sudiro
Suasana Grebeg Sudiro

Sudiroprajan dulunya merupakan pasar keraton. Namun kini Sudiroprajan telah menjelma menjadi pusat perdagangan dan pemukiman, sekaligus sebagai pecinan-nya Solo. Di Kampung Sudiroprajan, Anda dapat melihat Kelenteng Tien Kok Sie yang dibangun tahun 1754. Uniknya, Kampung Sudiroprajan ini dihuni oleh sekitar sepuluh ribu orang dari etnis jawa dan china dalam perbandingan yang hampir seimbang. Masyarakat dari etnis yang berbeda ini hidup rukun berdampingan. Kampung Sudiroprajan ini pun menjadi teladan dalam kebhinekaan. Harmonisasi ini pun kian terasa dalam acara tahunan Grebeg Sudiro. Grebeg sendiri adalah tradisi khas jawa untuk menyambut hari-hari besar di mana puncak acaranya adalah perebutan hasil bumi pada gunungan. Pada acara Grebeg Sudiro, gunungannya disusun dari kue keranjang dan bakpia mbalong yang merupakan makanan khas Cina. 

7.    Pecinan Singkawang

Pecinan Singkawang
Pecinan Singkawang

Singkawang adalah sebuah kotamadya di Kalimantan Barat. Lokasinya kira-kira 145 km dari kota Pontianak. Kota Singkawang ini memiliki suasana etnis Tionghoa yang sangat kental. Budaya Tionghoa sangat terasa dalam setiap sudut kotanya. Singkawang juga dikenal sebagai “Kota Seribu Kelenteng” karena banyaknya vihara yang ada di kota ini. Singkawang ini menjadi kawasan Pecinan di Indonesia yang paling besar. Hal yang paling menarik dari Singkawang adalah pada saat perayaan Cap Go Meh. Anda dapat melihat ritual Tatung. Ritual ini  cukup membuat ngeri sebenarnya. Para tatung akan ditusuk-tusuk atau menggores-gores diri dengan senjata tajam, namun mereka sama sekali tidak terluka karena dalam keadaan trance. 

 

8.    Pecinan Tanjung Pinang, Riau

Akau Potong Lembu
Akau Potong Lembu

Riau mungkin belum menjadi destinasi wisata favorit di Indonesia.  Tapi salah satu kawanan Pecinan di Indonesia yang menarik untuk dikunjungi ada di Riau, tepatnya di Tanjung Pinang. Mayoritas penduduk di Kota Tanjung Pinang adalah suku Melayu dan Tionghoa. Tak heran bila kita dapat melihat ornamen khas oriental di setiap sudut Kota Tanjung Pinang. Di Tanjung Pinang ini juga terdapat Vihara Bahtera Sasana yang memiliki ornamen naga yang sangat unik. Di dalam vihara ini juga terdapat patung Dewi Kwan Im berukuran besar yang konon dibangun sejak tahun 1857. Untuk Anda yang doyan kuliner, jangan lupakan untuk mengunjungi Akau Potong Lembu. Akau Potong Lembu ini adalah salah satu pusat streetfood terbaik di Indonesia. Mereka menjual aneka jajanan berbahan dasar seafood khas Tanjung Pinang. Akau Potong Lembu ini buka setiap hari pukul 15.30 – 01.00.  

9.    Pecinan Magelang

Pecinan Magelang
Pecinan Magelang

Kawasan Pecinan di Indonesia yang juga menarik untuk dikunjungi adalah kawasan Pecinan di Magelang. Kawasan Pecinan Magelang ini terletak di Jalan Pemuda. Kawasannya terdiri dari dua ruas jalan. Ruas jalan yang pertama adalah ruas jalan unk kendaraan bermotor yang merupakan jalan satu arah. Sementara ruas jalan yang lain merupakan jalur lambat untuk becak dan kendaraan roda dua. Pecinan Magelang ini menjadi pusat perbelanjaan dan pusat kegiatan ekonomi. Anda juga dapat menemukan berbagai macam sajian khas Magelang dan aneka kuliner nusantara lainnya. Kawasan Pecinan Magelang ini juga dekat dengan berbagai obyek wisata Magelang, seperti Masjid Agung Magelang, Alun-alun, Klenteng Magelang, Museum Bumi Putera 1912, Museum Kamar Petilasan Pangeran Diponegoro, dan Kampung Kauman.

Baca juga: Murah Meriah 8 Kuliner Khas Magelang

10.    Nagoya, Batam

Pecinan Batam
Pecinan Batam

Kota Batam, bersama dengan Singapura dan Malaysia, dikenal sebagai segitiga emas ASEAN. Kawasan ini pun dikenal sebagai kota perdangan bebas bagi segitiga ASEAN dan juga menjadi tempat tinggal mayoritas etnis Tionghoa-China. Adapun kawasan Pecinan di Batam berada di Nagoya Hill. Di Nagoya Hill, Anda dapat menemukan aneka kuliner menarik. 

Klikers, itulah 10 kawasan pecinan di Indonesia yang menarik untuk dikunjungi. Tentunya masih ada banyak kawasan pecinan lainnya yang juga seru untuk kita kunjungi. Next time, kita akan membahasnya lebih lanjut ya! 🙂