10 Makanan yang Wajib Menjadi Sajian Imlek

Wah, tak terasa sebentar lagi sudah Tahun Baru Imlek alias sinchia. Mall-mall pun sudah mulai berdandankan warna merah, lengkap dengan pohon-pohon bunga meihua dan berbagai aksesoris lainnya. Tahun Baru Imlek merupakan salah satu momen yang sangat menyenangkan bagi saya. Bukan hanya karena saya dapat berkumpul dengan keluarga besar, namun juga karena saat merayakan tahun baru Imlek, kami akan makan-makan! Klikers, berikut 10 makanan yang wajib menjadi sajian Imlek:

1. Siu Mie (Mie Panjang)

Siu Mie
Siu Mie

Siu Mie adalah makanan yang wajib hadir saat malam tahun baru Imlek. Siu Mie memiliki bentuk panjang dengan tekstur kenyal dan rasa yang gurih. Siu mie menjadi simbol panjang umur, kebahagiaan, dan rejeki yang melimpah. Cara menyantapnya pun haruslah dimakan secara utuh hingga ujung terakhir mie. Siu mie ini sebenarnya sama seperti mie goreng pada umumnya, namun isiannya sangat lengkap. Isian siu mie antara lain: sawi, kol, udang, cumi, bakso, irisan daging ayam, dan bisa juga sosis.

2. Ayam, ikan, dan babi

menu ikan untuk Imlek
menu ikan untuk Imlek

Daging ayam, ikan, dan babi merupakan hidangan yang kerap hadir dalam sajian Imlek. Ketiga daging ini disajikan sebagai lambang agar orang yang menyantapnya tidak memiliki sifat ketiga hewan tersebut. Babi memiliki sifat pemalas dan ayam bersifat serakah. Sementara ikan memiliki dualism makna. Di satu sisi, sisiknya disandingkan dengan ular yang jahat, sementara di sisi lain ikan pun menjadi lambang rejeki dan keberuntungan. Hidangan ayam dan ikan harus disajikan secara utuh sebagai simbol keutuhan dan kemakmuran yang berlimpah.

3. Teh Telur

Teh telur
Teh telur

tea_eggs4

Teh telur (tea leaf egg) mungkin terdengar aneh di telinga kita, namun teh telur yang dapat menambah stamina ini rasanya enak! Telur direbus hingga setengah matang, lalu cangkangnya diretakkan sehingga teh yang telah dicampur kecap asin pun merembes masuk ke dalam telur. Selain kecap asin, teh juga dicampur dengan kayu manis dan lada hitam. Wanginya harum dengan citarasa asin yang khas. Teh telur ini melambangkan kesuburan.

4. Yusheng

yusheng
yusheng

Yusheng atau yee sang merupakan sajian Imlek berupa salad ikan segar yang ditambah irisan sayuran segar seperti lobak dan wortel. Ikan yang digunakan adalah ikan tuna atau salmon yang direndam campuran minyak goreng, minyak wijen, dan merica. Sementara saus yusheng terbuat dari campuran minyak wijen dengan saus buah prem, gula pasir dan kayu manis. Menurut tradisi, ketika diaduk dengan saus, ikan dan sayuran harus diangkat tinggi-tinggi di atas piring. Semakin tinggi yusheng terangkat, dipercayai peruntungan pada tahun yang baru pun semakin baik. Yusheng diaduk bersama-sama oleh orang yang duduk satu meja sambil saling mengucapkan selamat tahun baru Imlek. Tradisi mengaduk yusheng dan mengangkatnya tinggi-tinggi disebut lo hei.

5. Jiaozi

jiaozi
jiaozi

Menu “jiaozi” mungkin masih asing di telinga Klikers, namun saya yakin Klikers pasti kenal dengan Kuo Tie. Jiaozi – yang juga dikenal sebagai Kuo Tie – merupakan pangsit yang diisi daging babi, sayuran, dan udang cincang. Bentuk bulat jiaozi mirip dengan uang cina kuno sehingga jiaozi pun menjadi simbol kelimpahan rejeki. Jiaozi juga melambangkan kebersamaan karena disantap bersama-sama seluruh keluarga.

6. Kue keranjang

Kue keranjang
Kue keranjang
Kue Mangkok
Kue Mangkok

Kue keranjang (Nian Gao) hanya dibuat setahun sekali menjelang Imlek. Penganan yang terbuat dari tepung ketan dan gula merah ini memiliki rasa manis dengan tekstur lengket. Secara adat, kue keranjang yang juga sering disebut dodol cina ini digunakan untuk upacaya sembahyang leluhur. Kue keranjang memiliki bentuk bulat sebagai harapan keluarga dapat terus bersatu, rukun dan bulat tekad dalam menghadapi tahun yang akan datang. Kue keranjang sering disusun tinggi atau bertingkat. Makin ke atas ukurannya makin kecil. Hal ini melambangkan peningkatan rejeki atau kemakmuran. Teksturnya yang lengket juga menjadi simbol agar keluarga menjadi semakin lengket (akrab). Biasanya bagian puncaknya ditaruh kue mangkok merah yang melambangkan rejeki yang semakin mekar. Selain disajikan langsung, kue keranjang dapat disajikan dengan cara digoreng dengan tepung terigu dan telur. Dapat juga dikukus dan dimakan hangat-hangat dengan kelapa parut. Kue Keranjang banyak diproduksi di Tangerang, Bogor, dan Sukabumi.

7. Lapis Legit

lapis legit
lapis legit

Karena terdiri dari lapisan-lapisan, maka kue lapis legit menjadi simbol rejeki yang berlapis-lapis di tahun yang akan datang sehingga dapat merasakan hidup yang lebih manis atau legit. Kue ini rasanya memang sangat legit karena seloyang lapis legit dibuat dari 40 butir kuning telur, mentega, gula halus, susu, dan bumbu spekkoek.

8. Jeruk Mandarin

jeruk mandarin
jeruk mandarin

Jeruk mandarin menjadi salah satu sajian Imlek yang wajib ada. Sebisa mungkin jeruknya masih memiliki daun pada tangkainya. Jeruk mandarin yang berwarna kuning keemasan ini menjadi lambang kemakmuran dan kekayaan yang selalu bertumbuh. Selain jeruk mandarin, buah lain yang kerap hadir dalam perayaan Tahun Baru Imlek adalah pisang raja. Buah-buahan yang berduri seperti durian dan salak dihindari saat Imlek.

9. Manisan segi delapan

Tray of togetherness
Tray of togetherness

Manisan segi delapan atau dikenal juga sebagai “tray of togetherness” atau “prosperity box” merupakan sajian Imlek yang sarat makna. Kotak segi delapan ini berisi manisan, buah yang dikeringkan, dan biji-bijian untuk camilan. Setiap makanan di dalam kotak ini memiliki makna simbolis, misalnya seperti jeruk kumkuat yang menjadi simbol kemakmuran, biji teratai yang melambangkan kesuburan, atau leci sebagai lambang ikatan keluarga yang kuat. Angka 8 sendiri melambangkan keberuntungan dalam tradisi China.

10. Kuaci

kuaci
kuaci

Kuaci bukan hanya menjadi teman ngemil sembari mengobrol bersama keluarga tercinta. Kuaci pun menjadi simbol kesuburan atau lekas mendapatkan keturunan. Selain kuaci, sering disajikan pula kacang dan permen.

Fyi, ada beberapa makanan lain yang pantang disajikan saat tahun baru imlek. Bubur yang melambangkan kemiskinan, bihun yang cepat hancur, dan aneka makanan warna putih lainnya dilarang menjadi sajian Imlek. Begitu juga dengan paria yang rasanya pahit. Walaupun kadang simbolisasi ini kurang masuk logika kita, namun inilah adalah wujud harapan dan doa kita akan tahun yang baik dan penuh rejeki. Semoga tahun ini menjadi tahun yang penuh rejeki dan kemakmuran kita semua pun boleh semakin berlipat. Happy Chinese New Year!

(marchaela)

One Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *