10 Wisata di Makassar Paling Menarik

Jika kita bicara soal wisata di Makassar, sebagian besar orang mungkin hanya mengenal Pantai Losari dan Trans Studio Makassar. Padahal, selain Pantai Losari dan Trans Studio, masih banyak obyek wisata lainnya di Makassar, salah satunya tentu saja adalah pantai-pantai cantik. Berikut 10 wisata di Makassar yang tak boleh Anda lewatkan:

1. Pantai Akkarena

Pantai Akkarena
Pantai Akkarena
sunset Pantai Akkarena
sunset Pantai Akkarena

Selama ini kebanyakan orang hanya mengenal Pantai Losari. Padahal Makassar memiliki pantai lain yang tak kalah indah, yaitu Pantai Akkarena. Pantai Akkarena ini terletak di pesisir Tanjung Bunga, tak jauh dari Pantai Losari. Daya tarik Pantai Akkarena yang baru dibuka pada tahun 1998 ini adalah sebuah dermaga sepanjang 150 m. Dermaga ini digunakan sebagai tempat berlabuh kapal-kapal yang membawa wisatawan ke pulau-pulau di sekitar laut Makassar. Dari dermaga ini pula kita dapat menyaksikan indahnya matahari terbenam. Pantai Akkarena juga menyediakan berbagai fasilitas, seperti olahraga air jetskii, flying fish, banana boat, taman hidangan, loker, dan tempat parkir yang cukup luas.

2. Fort Rotterdam

Fort Rotterdam
Fort Rotterdam

La Galigo

Jika Anda penggemar sejarah, jangan lupa untuk berkunjung ke Fort Rotterdam yang juga dikenal sebagai Benteng Ujung Pandang. Fort Rotterdam merupakan benteng peninggalan Gowa-Tallo yang terletak di sebelah barat Makassar, tepatnya di Jalan Ujung Pandang. Fort Rotterdam yang didirikan pada tahun 1545 oleh Raja Gowa ke-9 ini memiliki desain yang bentuknya mirip penyu. Bentuk yang menyerupai penyu ini memiliki makna filosofi: sama seperti penyu yang dapat hidup di laut dan di darat, maka Kerajaaan Gowa pun berjaya di darat dan lautan. Saat ini Fort Rotterdam menjadi pusat kebudayaan dan seni. Di dalam benteng Fort Rotterdam ini terdapat museum La Galigo yang mempunyai berbagai macam referensi sejarah kebesaran Gowa-Tallo (Makassar) dan beberapa daerah lain di Sulawesi Selatan. Di Fort Rotterdam juga terdapat ruang tahanan yang digunakan untuk menahan Pangeran Diponegoro.

3. Pulau Samalona

Pulau Samalona
Pulau Samalona
Pulau Samalona
Pulau Samalona

Pulau Samalona merupakan sebuah pulau kecil di Selat Makassar, tepatnya di barat daya pantai barat Sulawesi Selatan. Anda dapat melihat Pulau Samalona ini dari Benteng Fort Rotterdam. Dari dermaga Makassar, Anda dapat menyewa perahu motor untuk sampai ke pulau ini. Pantai Samalona ini memiliki hamparan pasir putih dan air laut yang begitu jernih. Begitu jernihnya sehingga kita dapat melihat keindahan terumbu karang dari atas perahu. Anda dapat melakukan aktivitas diving dan snorkeling di Pulau Samalona. Pulau yang luasnya hanya sekitar 2 hektar ini memiliki berbagai fasilitas seperti penginapan, kamar bilas, dan kedai. Sedihnya, setiap tahun luas pulau ini kian menyusut sehingga dikhawatirkan, jika kita tidak menjaga kelestariannya, pulau ini akan tenggelam di tahun 2020.

4. Malino

Malino
Malino
Air Terjun Takapala
Air Terjun Takapala

Wisata Makassar tak melulu hanya tentang pantai. Malino merupakan salah satu tempat wisata di Makassar yang terletak di dataran tinggi, yaitu di ketinggian 1.500 mdpl. Malino terletak 80 km dari kota Makassar. Sepanjang perjalanan menuju Malino, kita akan disuguhi pemandangan alam yang sungguh indah, mulai dari Bendungan Bili-bili, hamparan hutan pinus, dan pegunungan kapur. Sesampainya di Malino, Anda akan disambut hawa dingin dan pemandangan indah bunga-bungaan. Di Malino juga ada berbagai obyek wisata seperti Air Terjun Seribu Tangga (Air Terjun Lembanna), Air Terjun Takapala, kebun teh, pemandian lembah biru, bunker peninggalan Jepang, dan juga perkebunan markisa. Malino memiliki berbagai fasilitas seperti vila, hotel, penginapan, dan juga restoran. Jangan lupa untuk membeli oleh-oleh khas Malino seperti markisa, dodol ketan, tenteng, apel, wajik, dan stoberi.

5. Balla Lompoa

Museum Balla Lompoa
Museum Balla Lompoa
Koleksi Balla Lompoa
Koleksi Balla Lompoa

Selain Fort Rotterdam, obyek wisata di Makassar yang memuat nilai sejarah adalah Museum Balla Lompoa. Balla Lompoa yang berbentuk seperti rumah panggung ini awalnya merupakan sebuah istana kerajaan yang dibangun tahun 1936 oleh Mangngi-mangngi Daeng Matutu, Raja Gowa XXXI. Balla artinya “rumah” dan Lompoa artinya “besar”. Balla Lompa yang dibangun dengan arsitektur Makassar ini dibangun dengan kayu ulin merupakan rumah panggung dengan struktur bangunan kayu yang terbesar di dunia. Di dalam Balla Lompoa, pengunjung dapat melihat bilik penyimpanan benda-benda bersejarah, bilik kerajaan, berbagai senjata perang tradisional, berbagai koleksi perhiasan termasuk mahkota raja dari emas dengan permata, koleksi lukisan dan patung Raja Gowa, juga sebuah Al-Quran tulisan tangan dari abad ke-16. Untuk masuk ke dalam museum, Anda harus melepas alas kaki dan mengisi buku tamu.

6. Tanjung Bira

Tanjung Bira
Tanjung Bira

tanjung bira2

Sebenarnya Tanjung Bira terletak cukup jauh dari kota Makassar, yaitu sekitar 200 km. Namun, sayang sekali jika Anda tidak berkunjung ke Tanjung Bira saat berada di Makassar. Anda sudah akan disuguhi dengan pemandangan indah sejak dalam perjalanan, mulai dari hamparan sawah, ladang, hingga rumah-rumah panggung. Sesampainya di Tanjung Bira, Anda akan melihat indahnya pemandangan pasir yang begitu putih dan lembut seperti bedak dan air lautnya yang sangat jernih. Di Tanjung Bira, Anda dapat melakukan aktivitas diving dan snorkeling. Di sini juga sudah ada penyewaaan alat-alat diving dan snorkeling. Anda juga dapat mengunjungi dua pulau yang terletak di seberang Tanjung Bira, yaitu Pulau Kambing dan Pulau Liukang Loe. Tak terlalu jauh dari Tanjung Bira, ada sebuah pantai yang relatif masih sepi pengunjung, yaitu Pantai Bara. Tanjung Bira ini sudah memiliki beberapa fasilitas yang cukup lengkap, seperti resor, penginapan, dan juga restoran.

7. Taman Laut Taka Bonerate

Taman Laut Taka Bonerate
Taman Laut Taka Bonerate
Dermaga Taka Bonerate
Dermaga Taka Bonerate

Salah satu wisata di Makassar yang tak akan dilewatkan oleh para penggemar diving adalah Taman Laut Taka Bonerate. Taman laut ini terletak di Kota Benteng, Kepulauan Selayar. Anda dapat menyebrang dengan kapal ferry dari Tanjung Bira menuju Kota Benteng. Taman Laut Taka Bonerate adalah kawasan terumbu karang (atol) yang terluas di Asia Tenggara dengan tingkat biodiversitas yang sangat tinggi. Taman Laut Taka Bonerate menjadi tempat tinggal bagi sekitar 242 spesies karang, 526 spesies ikan karang berwarna-warni dan 112 spesies alga makro. Jika beruntung, Anda dapat menjumpai lumba-lumba, bahkan hiu dan paus. Untuk menyelam di Taman Laut Taka Bonerate, Anda harus mendapat ijin dari Balai Taman Nasional. Saat terbaik untuk menyelam di taman laut Taka Bonerate adalah di antara bulan April – Mei.

8. Air Terjun Bantimurung

Air terjun Bantimurung
Air terjun Bantimurung

Kupu-Kupu bantimurung

Air Terjun Bantimurung terletak di Kawasan Taman Nasional Bantimurung, di kota Maros, sekitar 140 km dari kota Makassar. Di Air Terjun Bantimurung, Anda dapat langsung mandi di bawah kucuran langsung air terjun, berselancar dengan ban pelampung, dan mandi di beberapa kolam buatan sumber mata air pegunungan. Di sini juga terdapat “Gua Mimpi”, yaitu sebuah gua yang sangat dalam yang tembus ke sumber mata air terjun di atas pegunungan. Selain Air Terjun Bantimurung, jangan lupa untuk berkunjung ke Butterfly Park yang juga terletak di kawasan ini. Alfred Russel Wallace pernah menyebut Taman Nasional Bantimurung sebagai kerajaan kupu-kupu karena ada sekitar 250 jenis kupu-kupu di daerah ini sehingga kupu-kupu pun menjadi maskot Taman Nasional Bantimurung. Di Butterfly Park, Anda dapat melihat berbagai jenis kupu-kupu, mulai dari yang masih berupa ulat, kepompong sampai berubah menjadi kupu-kupu. Anda juga dapat membeli cendera mata berupa kupu-kupu yang diawetkan.

9. Desa Wisata Lakkang

Desa Wisata Lakkang
Desa Wisata Lakkang
Bunker
Bunker

Desa Wisata Lakkang terletak di Kecamatan Tallo, Kabupaten Makassar. Lokasinya yang asri menjadi sangat unik karena berada di hiruk-pikuk kota Makassar. Desa Lakkang ini berbentuk sebuah delta, karena dikeliling oleh sungai-sungai.Desa Lakkang merupakan hasil sedimentasi ini memiliki potensi alam berupa pohon-pohon berusia ratusan tahun, empang, daerah pertanian, dan kawan nelayan. Desa Lakkang ini banyak dikunjungi oleh turis Jepang. Di Desa Lakkang ini ada tujuh titik bunker peninggalan Jepang. Para turis Jepang pun senang menikmati buah-buahan unik di Desa Lakkang ini.

10. Pulau Lae-Lae

Pulau Lae-Lae
Pulau Lae-Lae
Pulau Lae-Lae
Senja Pulau Lae-Lae

Pulau Lae-Lae merupakan sebuah pulau kecil peninggalan Jepang yang hanya dihuni oleh sekitar 2000 jiwa. Anda dapat mencapai Pulau Lae-Lae ini dengan menggunakan motor boat dari dermaga di depan Fort Rotterdam. Paling-paling hanya butuh sekitar 10-15 menit. Di Pulau Lae-Lae ini sebenarnya terdapat situs sejarah peninggalan perang berupa terowongan bawah tanah, namun sayang sekali jalan masuknya telah tertimbun. Di Pulau Lae-Lae Anda dapat menyewa balai bambu untuk bersantai sembari menatap pemandangan indah Pulau Lae-Lae. Anda juga dapat berenang ataupun ber-snorkeling dengan aman karena di pulau ini jarang ditemui bulu babi. Di sekitar pulau juga sudah banyak warung yang menjual berbagai penganan seperti ikan bakar dan berbagai makanan ringan khas Makassar.

Klikers, itulah 10 tempat wisata di Makassar yang bisa Anda kunjungi. Selain menikmati kuliner Makassar yang sudah terkenal kelezatannya, 10 tempat wisata di Makassar ini pastinya dapat membuat perjalanan Anda ke Makassar lebih berkesan. Yukkk ke Makassar!

(marchaela)

3 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *