3 Pulau di Wakatobi yang bikin kamu serasa berada di surga

Pulau Kaledupa, Pulau Tomia dan Pulau Binongko adalah 3 pulau besar penyusun Kepulauan Wakatobi (Wangi-wangi, Kaledupa, Tomia dan Binongko). Penjelasan mengenai Pulai Wangi-wangi sudah pernah dibahas disini. Di 3 kepulauan Wakatobi ini, Anda akan melihat keunikan budaya, keindahan wisata alam dan bahari yang masih alami. Banyak spot cantik, yang cocok untuk diving dan snorkling. Tertarik menjelajahi keindahan pulau-pulau ini? Yuk, kita jelajahi bersama 

1) Pulau Kaledupa

Panorama Pulau Kaledupa
Panorama Pulau Kaledupa. Sumber foto: oknusantara.com

Perahu menuju Pulau Kaledupa
Perahu menuju Pulau Kaledupa. Sumber foto: south-sulawesi-and-wakatobi2012.blogspot.co.id

Rute Perjalanan

Untuk menuju Kaledupa, Kalian dapat menggunakan speed boat reguler atau kapal kayu dari pelabuhan Mola di daerah Wanci ke Pulau Kaledupa. Kapal ini berangkat pukul 09:00 dan jam 12:00 setiap hari, dengan waktu perjalanan sekitar 1,5 – 2 jam.

Suku Bajo Sampela

Kehidupan Suku Bajo Sampela di atas air
Kehidupan Suku Bajo Sampela di atas air. Sumber foto: Reagen Nc

Jalan-jalan kecil berupa jembatan kayu
Jalan-jalan kecil berupa jembatan kayu. Sumber foto: Reagen Nc

Khas Suku Bajo, berburu ikan dengan menyelam bebas
Khas Suku Bajo, berburu ikan dengan menyelam bebas. Sumber foto: Reagen Nc

Dari pulau Kaledupa kalian bisa mengunjungi destinasi yang sangat menarik yaitu perkampungan suku Bajo Sampela yang sangat terkenal dengan pola kehidupannya yang unik. Kalian bisa menggunakan perahu kecil untuk sampai di kampung tersebut dan estimasi waktu yang dibutuhkan kurang lebih 10-15 menit. Perkampungan Bajo merupakan Kampung yang terapung di atas permukaan laut. Mereka memang hidup diatas air dan masing-masing rumah memiliki jukung sendiri-sendiri sebagai alat transportasi. Benar – benar unik !!

Untuk trasportasi ke kampung ini kaian bisa menggunakan perahu kecil bermesin dan memakan waktu sekitar 15-20 menit dari daratan Kaledupa. Saat memasuki kampung, kalian akan disuguhi denyut kehidupan di atas laut. Menyusuri jalan-jalan kecil berupa jembatan kayu yang membentang panjang. Rumah disini masih rumah panggung kayu, tidak seperti kampung bajo lainnya yang beberapa sudah menggunakan beton dan seng sebagai atap.

Ada yang unik dengan cara Suku Bajo menangkap ikan yang disebut juga Nyale. Biasanya mereka menggunakan Sampa, yaitu senjata khas suku Bajo. Mereka berburu ikan dengan menyelam bebas. Di dasar laut, mereka berjalan memegang senjata sambil mengenakan kacamata kayu khas buatan mereka, seolah-olah sedang berburu di darat. Hal yang akan membuat kalian semakin kagum adalah kemampuan mereka untuk menahan nafas selama mencari ikan di dalam laut. Bahkan konon, ada salah satu di antara mereka yang mampu menahan nafas selama hampir 25 -30 menit!

Danau Sombano

Danau Sombano
Danau Sombano. Sumber foto: Reagen Nc

Jernihnya Danau Sombano
Jernihnya Danau Sombano. Sumber foto: Reagen Nc

Pesona keindahan Danau Sombano yang menakjubkan
Pesona keindahan Danau Sombano yang menakjubkan. Sumber foto: Reagen Nc

Salah satu keunikan lain yang ada di palau Kaledupa yaitu Danau Sombano. Danau air asin ini terletak di desa Sombano, Pulau Kaledupa. Danau ini memiliki keunikan yang sangat berbeda dengan danau pada umumnya yaitu didalam air nya terdapat sekumpulan udang warna merah yang banyak dan terdapat ikan suci yang konon ga boleh di ganggu. Perjalan yang ditempuh sekitar kurang lebih 8 km. Untuk mencapai danaunya kalian harus menyusuri pantai yang sangat indah, tenang dan luar biasa jernihnya kurang lebih 10 menit menggunakan motor dan melanjutkan perjalanan kedalam hutan perdu dengan berjalan kaki, melwati dari satu batu karang ke batu karang lainnya selama kurang lebih 20 menit, tapi itu semua terbayar dengan indahnya pemandangan dan jernihnya danau Sombano ini guyss.

2) Pulau Tomia

Pulau Tomia memiliki surga bawah laut
Pulau Tomia memiliki surga bawah laut. Sumber foto: Youtube @Beritagar ID

Snorkeling di depan pulau Tomia
Snorkeling di depan pulau Tomia. Sumber foto: Foto: wiranurmansyah.com

Puncak Pulau Tomia
Puncak Pulau Tomia. Sumber foto: lananewakatobi.blogspot.co.id

Rute Perjalanan

Jika kalian terbang ke Pulau Wangi-Wangi, kalian dapat melanjutkan perjalanan ke pulau Tomia dengan menggunakan kapal reguler yang berangkat pada pukul 14.00 waktu setempat dari dermaga Numana dengan biaya Rp.150.000 per orang, perjalanan ke pulau Tomia akan memakan waktu sekitar 2 jam.

Namun jika kalian memutuskan untuk sejenak menikmati suasana pulau Wangi-wangi, kalian dapat menginap di Wangi-wangi dan melanjutkan perjalanan ke pulau Tomia keesokan harinya dengan menggunakan kapal reguler yang ada setiap hari berangkat dari dermaga Mola jam 9:00 pagi, dan tiba di Tomia sekitar jam 12 siang.

Perahu penumpang dari Tomia ke Wanci berangkat setiap hari dari dermaga Waha – Tomia jam 6:00, dan tiba di Wanci sekitar jam 08.00 pagi. Namun jika kalian berangkat dari Binongko, maka perjalanan dengan kapal menuju Pulau Tomia hanya ditempuh dengan waktu satu jam saja, dan kalian akan sampai di dermaga Usuku – Tomia

Dive Spot Roma

Menyelam di Pulau Barat Tomia
Menyelam di Pulau Barat Tomia. Sumber foto: Instagram @amalhermawan27

Keindahan bawah laut Pulau Barat Tomia
Keindahan bawah laut Pulau Barat Tomia. Sumber foto: Instagram @amalhermawan27

Di pulau ini terdapat salah satu spot diving dan snorkeling yang sangat terkenal yaitu Dive spot Roma. Dive Spot Roma ini terletak di barat Tomia tak jauh dari dermaga Waha, 10 menit dengan menggunakan speed boat, persisnya terletak di sebelah kanan depan Tulisan Tomia Beach. Arus di bawah laut cukup aman untuk para diver pemula, temperatur air berkisar 18-20 derajat celcius, visibility 20-40 meter (tergantung musim). Dive spot ini adalah maskotnya TOMIA. Dive spot ini diberi nama Dive Spot Roma karena di dive spot ini terdapat soft coral jenis Ear Coral yang sangat besar dengan luas bisa mencapai 10 meter persegi. Coralnya menyerupai Clostrum Roma, di kedalaman 18 sampai 22 meter di bawah laut Selain keindahan Ear Coral yang memukau, ikan pun banyak terlihat di sini.

Penginapan

Di pulau ini kalian bisa menginap di hotel abijaya atau rumah penduduk. Harga per malam jika kalian menginap di hotel abijaya ini untuk 1 kamar berkisar dari 250 – 400 per malamnya, tergantung dengan jenis kamarnya.

Pantai Hondue

Tenangnya Pantai Hondue yang terdapat di Desa Kollo Sohadan, Tomia
Tenangnya Pantai Hondue yang terdapat di Desa Kollo Sohadan, Tomia. Sumber foto: www.wakatobitourism.com/id/pantai-di-pulau-tomia

Jangan lupa juga untuk singgah ke Pantai Hondue. Pantai ini terdapat di Desa Kollo Soha dan dapat ditempuh dengan menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat sekitar 15 menit dari kelurahan Waha, Ibukota Kecamatan Tomia. Pantai Hondue memiliki pantai berpasir putih dan air lautnya yang jernih. Lokasi yang tepat untuk bermain air, duduk santai, dan menyaksikan pemandangan matahari terbenam.

3) Pulau Binongko

Panorama Pulau Binongko di Wakatobi
Panorama Pulau Binongko di Wakatobi. Sumber foto: jongjavatrip.wordpress.com

Rute Perjalanan

Selanjutnya dari Tomia kalian dapat melanjutkan perjalanan pulau Binongko hanya dengan menggunakan kapal laut dengan waktu tempuh kurang lebih 30 menit hingga 1 jam. Biasanya, kapal laut reguler beroperasi mengantarkan penumpang Tomia-Binongko pada “hari Pasar” di Tomia Usuku, yaitu setiap hari rabu, jumat, dan minggu. Biaya transportasi sekitar 50-75 ribu, selain di “hari pasar” Kalian dapat mencarter speed boat. Bila kalian beruntung, terkadang ada kapal yang beroperasi di luar “hari pasar” (rabu, jumat, dan minggu). Ini tergantung dalam kondisi.

Pusat Pemandian Topala Bago

Jernihnya air di Pusat Pemandian Topala Bago
Jernihnya air di Pusat Pemandian Topala Bago. Sumber foto: Reagen Nc

Di pulau ini kalian harus mengunjungi Pusat pemandian Topa La Bago. Hawa sejuk terasa saat kalian tiba di pemandian ini karena letaknya yang terhimpit oleh karang, selain itu airnya jernih sekali. Topa La Bago jaraknya berkisar 200 meter dari pemukiman warga desa Bante. Begitu melihat birunya air Topa La Bago, kalian seperti tersihir untuk merasakan langsung kesegaran airnya. Ketika kalian bermain air disini, semua penat dan lelah selama perjalanan akan hilang dalam seketika. Hanya Kebahagiaan dan keceriaan yang akan kalian rasakan dikarenakan air nya yang sangat jernih dan segar sekali.

Pantai Pasir Panjang

Pantai Pasir Panjang yang sangat bersih dan tenang
Pantai Pasir Panjang yang sangat bersih dan tenang. Sumber foto: Reagen Nc

Pantai ini luar biasa indahnya dan memiliki garis pantai terpanjang di Pulau Binongko dan sekitarnya. Deretan rapi pohon kelapa menambah indah pemandangan di sepanjang pantai. Bagi kalian para Instragammer, penggemar fotografi dan swafoto, tempat ini adalah salah satu spot foto terbaik di pulau Binongko dan kalian wajib datang ke pantai ini. Dari foto dibawah kalian bisa menyaksikan betapa bersih dan indahnya pantai ini.

Nah Buat kalian yang ingin berpetualang ke pulau Wakatobi tapi masih bingung dan butuh informasi yang lebih jelas mengenai pulau ini, kalian bisa langsung hubungi kita melalui nomor / WA di 085956757456. 

Dan buat kalian para Travelers yuu sharing pengalaman petualangan kalian ke akun instragram kita @travemate.co dengan hastag #travemate, dan jangan lupa untuk follow kita TravemateJ. Kita sebar luaskan seluruh Surga indah yang ada di Indonesia kepada seluruh Warga Indonesia tercinta ini.