3 Sanghyang Dekat PLTA Saguling, Yuk Berpetualang ke Sana Weekend Ini!

Kalau kamu sedang mencari destinasi wisata antimainstream yang masih di wilayah Bandung, weekend ini yuk arahkan kendaraan melewati Padalarang ke arah Saguling, Rajamandala, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat. Selain ada PLTA (Pembangkit Listrik Tenaga Air), di kawasan Saguling juga ada tempat unik yang menarik untuk dieksplorasi apalagi kalau kamu suka trekking dan wisata petualangan. Tempat itu adalah Sanghyang Heuleut, Sanghyang Tikoro, dan Sanghyang Poek. Pastinya kamu penasaran kan seperti apa 3 Sanghyang dekat PLTA Saguling tersebut?

Sanghyang Heuleut

Sanghyang Heuleut merupakan danau yang dialiri aliran air dari Sungai Citarum purba. Keindahan yang ditawarkan danau ini adalah airnya yang jernih ditambah di sekelilingnya terdapat bebatuan purba yang besar dan tinggi menjulang yang merupakan sisa-sisa letusan Gunung Sunda di masa silam. Penamaan Sanghyang Heuleut pada danau berkedalaman 3 meter ini juga menyimpan cerita menarik. Jika diartikan kata demi kata, Sanghyang diartikan sebagai tempat suci, sedangkan Heleut berarti jeda atau selang antara dua waktu. Konon Sanghyang Heuleut ini dulunya merupakan tempat mandi para bidadari di mana mereka memiliki waktu yang berbeda dengan dunia manusia.

sanghyang dekat plta saguling
Sanghyang Heuleut. Foto: IG @debynvtrn

sanghyang dekat plta saguling
Sanghyang Heuleut. Foto: IG @rurrimarliansyah

Sanghyang Tikoro

Berlokasi tak jauh dari Sanghyang Heuleut, Sanghyang Tikoro tak kalah menarik untuk dikunjungi. Penampakan tempat yang namanya secara etimologi berarti tenggorokan dewa ini berupa gua batu gamping yang bagian bawahnya dilalui aliran air Sungai Citarum. Tempat ini juga dikaitkan dengan sejarah surutnya danau purba yang melingkupi cekungan Bandung antara 20 -30 juta tahun lalu. Dulu tak banyak orang yang berkunjung ke sana karena selain letaknya yang tersembunyi, tempatnya pun dianggap angker. Namun, kini mulai banyak wisatawan yang datang ke Sanghyang Tikoro. Hal ini mungkin seiring dengan mulai dikenalnya Sanghyang Heuleut sebagai destinasi wisata baru di Jawa Barat. Sanghyang Tikoro juga sering digunakan sebagai titik pemberangkatan arung jeram Sungai Citarum menuju garis finish di Muara Jembatan Lama Rajamandala.

sanghyang dekat plta saguling
Aliran sungai bawah tanah Sanghyang Tikoro. Photo by Ayu Wulandari via Flickr

sanghyang dekat plta saguling
Karst Sanghyang Tikoro. Foto: IG @tiaansaz

Sanghyang Poek

Sama halnya dengan Sanghyang Tikoro, Sanghyang Poek juga merupakan gua purbakala yang terbentuk secara alami karena proses alam dan tanpa campur tangan manusia. Arti kata “poek” dari nama gua ini diambil dari bahasa Sunda yang berarti gelap. Ya, keadaan di dalam gua ini memang sangat gelap. Namun, apabila kamu masuk menggunakan penerangan, kamu akan mengagumi keindahan stalakmit dan stalaktit dalam gua yang tampak berkilauan. Di luar gua ini juga terdapat batu-batu raksasa berwarna putih yang bagus buat spot foto. Banyak juga lho yang datang ke sana buat rock climbing atau hanya sekedar bersantai di hammock!

sanghyang dekat plta saguling
Rock climbing Sahnyang Poek. Foto: IG @bandungbarat_climbing_center

sanghyang dekat plta saguling
Aktivitas seru di Sanghyang Poek. Foto: IG @gocay.uliners

Musim kemarau adalah waktu terbaik untuk menikmati keindahan 3 Sanghyang dekat PLTA Saguling tersebut, terutama Sanghyang Heuleut di mana airnya akan tampak kebiruan atau hijau tosca. Saat musim hujan, arus dan debit air di sana sering tiba-tiba meluap. Selain itu, untuk sampai ke sana, kamu harus trekking 1,5 hingga 2 jam dari pintu masuk PLTA Saguling melewati hutan dan sungai dengan bebatuan besar. Akan sangat licin kalau kamu datang ke sana setelah hujan.

sanghyang dekat plta saguling
Jembatan ke Sanghyang Heuleut. Foto: IG @samrakeyan

So, kalau kamu mau ke sana, pastikan fisik dalam keadaan fit dan pakai sepatu atau sandal khusus trekking yang anti-slip. Usahakan datang pagi agar tidak pulang kemalaman. Mengingat 3 Sanghyang dekat PLTA Saguling tersebut dianggap keramat oleh masyarakat setempat, jagalah kesopanan dan jangan buang sampah sembarangan.

Gimana, kamu tertarik untuk piknik ke Sanghyang Heuleut, Sanghyang Tikoro, dan Sanghyang Poek? Yuk segera agendakan bareng teman-teman kamu!