7 Pasar Tradisional di Indonesia yang Menarik untuk Dijadikan Tempat Liburan

Pasar tradisional identik sebagai pasar dengan suasana yang kumuh. Namun, apakah semua pasar tradisional di Indonesia memiliki suasana seperti itu? Tunggu dulu! Ternyata ada beberapa pasar tradisional di tanah air yang malah sering menjadi destinasi wisatawan. Tak hanya wisatawan domestik, tapi juga mancanegara.

Penasaran dengan pasar-pasar tradisional di Indonesia yang layak untuk Anda jadikan persinggahan saat liburan? Berikut ini adalah 7 di antaranya:

1. Pasar Tradisional Balige

Suasana yang unik di Pasar Balige
Suasana yang unik di Pasar Balige. Sumber foto: ​http://www.metrosiantar.com

Barang dagangan di Pasar Tradisional Balige
Barang dagangan di Pasar Tradisional Balige. Sumber foto: http://www.beritasatu.com

Saat berkunjung ke Danau Toba di Sumatera Utara, Anda bisa menyempatkan waktu untuk datang ke Pasar Tradisional Balige. Pasar ini memiliki suasana yang unik, dengan adanya bangunan bergaya tradisional suku Batak. Pasar yang kerap disebut Pasar Onan ini pun memiliki lokasi strategis, yaitu berada di pusat Kota Balige.

Secara khusus, pasar tradisional ini kerap menjadi lokasi persinggahan wisatawan yang datang dari luar kota. Momen paling ramai biasanya saat akhir pekan. Tersedia berbagai jenis barang yang bisa diperoleh di sini. Mulai dari barang kebutuhan sehari-hari, produk elektronik, hingga berbagai jenis oleh-oleh khas Batak.

2. Pasar Punclut Bandung

Suasana Pasar Punclut Bandung di hari Minggu
Suasana Pasar Punclut Bandung di hari Minggu. Sumber foto: https://naajmiwicaksono.wordpress.com

Hiruk pikuk pengunjung Pasar Punclut Bandung
Hiruk pikuk pengunjung Pasar Punclut Bandung. Sumber foto: myteafactory.blogspot.com

Pasar Punclut atau Puncak Ciumbeluit Bandung menjadi lokasi pasar tradisional yang menarik untuk dikunjungi berikutnya. Tempat ini memiliki suasana yang menarik karena berada di kawasan dataran tinggi. Tidak heran kalau Pasar Punclut pun kerap ramai oleh para wisatawan yang ingin memperoleh suasana tenang, jauh dari keramaian kota.

Hanya saja, ada hal yang harus Anda perhatikan. Pasar Punclut Bandung ini merupakan sebuah pasar kaget yang hanya muncul saat akhir pekan. Jadi, pastikan hanya berkunjung saat akhir pekan ya.

Di sini, Anda akan menemukan berbagai jenis barang yang diperdagangkan, mulai dari kuliner khas Sunda, sayur dan buah-buahan, hingga berbagai barang kebutuhan sehari-hari.

3. Kawasan Pecinan Petak Sembilan Jakarta

Bangunan berarsitektur khas Tionghoa d Kawasan Pecinan Petak Sembilan Jakarta
Bangunan berarsitektur khas Tionghoa d Kawasan Pecinan Petak Sembilan Jakarta. Sumber gambar: http://id-blog.zenrooms.com

Wihara Dharma Bakti yang dikenal sebagai salah satu wihara tertua di Jakarta
Wihara Dharma Bakti yang dikenal sebagai salah satu wihara tertua di Jakarta. Sumber foto: http://id-blog.zenrooms.com

Suasana Pasar Petak Sembilan Jakarta
Suasana Pasar Petak Sembilan. Sumber foto: Jakartahttp://kebudayaan.kemdikbud.go.id

 Kopi Es Tak Kie yang terkenal sebagai kedai kopi legendaris
Kopi Es Tak Kie yang terkenal sebagai kedai kopi legendaris. Sumber foto: https://sharontravelogue.com

Di Jakarta, Anda juga bisa menengok pasar tradisional dengan suasana menarik di Kawasan Pecinan Petak Sembilan. Secara khusus, pasar tradisional ini dikenal sebagai surganya para pencinta kuliner. Anda akan bisa menjumpai berbagai menu makanan khas Tionghoa di tempat ini.

Makanan yang dijual juga beragam, baik menu makanan halal ataupun nonhalal. Wisatawan nonmuslim bisa mencicipi menu makanan yang berbahan dasar daging babi ataupun vegetarian. Sebaliknya, wisatawan muslim sebaiknya bertanya dulu perihal kehalalan makanan.

Anda juga bisa berkunjung ke Kopi Es Tak Kie yang terkenal sebagai kedai kopi legendaris. Ada pula Soto Betawi A Fung yang menyajikan kuliner soto Betawi berbahan dasar daging sapi halal.

Sebagai tambahan, Anda juga bisa menyaksikan bangunan-bangunan unik yang berarsitektur khas Tionghoa. Mulai dari Wihara Dharma Bakti yang dikenal sebagai salah satu wihara tertua di Jakarta hingga Gereja St. Maria de Fatimah yang memiliki penampilan seperti sebuah kelenteng.

4. Ubud Market

Suasana pasar yang terjaga kebersihannya
Suasana pasar yang terjaga kebersihannya. Sumber foto: http://highfive-aloha.com

Suasana Ubud Market
Suasana Ubud Market. Sumber foto: http://www.gedebalicheapdriver.com

Kawasan Ubud tidak hanya memiliki daya tarik pada suasana khas ala pedesaan. Di sini juga terdapat pasar tradisional Ubud Market yang menawarkan pesona tersendiri. Wisatawan yang datang ke tempat ini biasanya bertujuan untuk membeli berbagai jenis hasil kesenian. Selain itu, ada pula jajanan tradisional Bali yang bisa dijumpai di Ubud Market ini.

Suasana Ubud Market pun jauh dari kesan kumuh yang biasa ada di sebuah pasar tradisional. Di sini, Anda akan menjumpai suasana pasar yang terjaga kebersihannya dengan deretan bangunan bergaya tradisional Bali. Sesekali, ada juga beberapa orang yang tengah melakukan pemberian sesajen sebagai salah satu wujud rasa syukur mereka.

5. Pasar Beringharjo Yogyakarta

 

Tampak depan Pasar Beringharjo

Kuliner tradisional khas Yogyakarta yang dijajakan di Pasar Beringharjo
Kuliner tradisional khas Yogyakarta yang dijajakan di Pasar Beringharjo. Sumber foto:http://www.teraswarta.com

Berlokasi di kawasan Malioboro Yogyakarta, Pasar Beringharjo juga menjadi tempat persinggahan wajib para wisatawan. Di sini, Anda akan menemukan berbagai oleh-oleh dengan harga yang murah. Mulai dari kain batik, barang-barang antik, hingga berbagai kuliner tradisional khas Yogyakarta.

Desain arsitektur bangunan Pasar Beringharjo juga cukup unik. Berdiri sejak tahun 1758, Pasar Beringharjo menjadi saksi sejarah perkembangan Kota Yogyakarta. Pasar ini pun melalui tiga masa berbeda. Mulai dari masa kerajaan, pendudukan Belanda, hingga masa kemerdekaan.

6. Pasar Terapung Sungai Barito

Pemandangan Pasar Terapung Sungai Barito di pagi hari
Pemandangan Pasar Terapung Sungai Barito di pagi hari. Sumber foto: http://indag.banjarmasinkota.go.id 

Pasar Apung Lok Baintan di Banjarmasin
Pasar Apung Lok Baintan di Banjarmasin. Sumber foto: http://www.seputarbanjarmasin.com

Pasar apung Siring Sungai Martapura
Pasar apung Siring Sungai Martapura. Sumber foto: http://www.wisatabanjarmasin.com

Di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Anda juga bisa menengok pasar tradisional dengan ciri khasnya yang unik, yakni Pasar Terapung Sungai Barito. Berbeda dengan pasar tradisional lain, para pedagang yang ada di tempat ini melakukan transaksi dagang dengan menaiki perahu di muara Sungai Barito.

Keunikan tersebut pun menjadikan Pasar Terapung Sungai Barito sebagai destinasi wisata populer sejak tahun 1980-an. Selain Pasar Terapung Sungai Barito, ada pula dua pasar terapung lainnya di Kalimantan Selatan yang menawarkan pemandangan serupa. Dua pasar tersebut adalah Pasar Terapung Lok Baintan dan Pasar Terapung Siring Sungai Martapura.

7. Pasar Klewer Solo

 

Tampak depan Pasar Klewer Solo
Tampak depan Pasar Klewer Solo. Sumber foto: http://yogyakarta.panduanwisata.id

Pasar Klewer, Pasar textil terbesar yang ada di Kota Solo
Pasar Klewer, Pasar textil terbesar yang ada di Kota Solo. Sumber foto: http://yogyakarta.panduanwisata.id

Kalau di Yogyakarta ada Pasar Beringharjo, di Kota Solo terdapat Pasar Klewer. Pasar ini dikenal sebagai pasar tekstil terbesar yang ada di Kota Solo. Anda bisa menemukan berbagai oleh-oleh pakaian khas Jawa di tempat ini. Mulai dari batik keraton, batik tulis Solo, hingga batik Yogyakarta pun ada. Menariknya, barang-barang tersebut ditawarkan dengan harga yang murah.

Hanya saja, pasar tradisional ini mengalami musibah kebakaran pada tahun 2014. Pada tahun 2017, pembangunan pasar sudah memasuki tahap akhir. Desain bangunan baru ini pun lebih modern. Bahkan, tersedia lift untuk kenyamanan para pengunjung. Dalam waktu dekat, para wisatawan pun kembali bisa berkunjung dan berbelanja berbagai jenis oleh-oleh khas Solo di tempat ini.

Pasar tradisional di Indonesia tidak kalah menariknya dengan street market di luar negeri, kan?