8 Tips Snorkeling Bagi Para Pemula

Gili Air

Bersambung dari tulisan saya yang sebelumnya (Baca: Berayun di Tengah Laut di Gili Trawangan), kali ini saya ingin bercerita pada Klikers tentang pengalaman saya ber-snorkeling. Dari Gili Trawangan, saya naik perahu motor menuju Gili Air untuk snorkeling. Perairan Gili Air memang sangat cocok untuk melakukan aktivitas snorkeling dan diving karena keindahan biota lautnya. Bagi Anda yang belum bisa menyelam (diving), snorkeling ini akan menjadi opsi yang tepat untuk Anda.

Awalnya, saya tidak punya rencana untuk snorkeling. Kemampuan berenang saya pas-pasan. Namun, kemudian guide saya memberitahu – sekaligus menyemangati saya untuk mencoba – bahwa  snorkeling ini sangatlah aman. Bahkan, Anda tidak perlu bisa berenang untuk bisa melakukan snorkeling. Untuk snorkeling, ada tiga alat yang diperlukan, yaitu: masker, snorkel, dan fin (kaki katak). Namun, fin ini tidak harus dipakai jika kita menggunakan pelampung. Untuk Anda yang masih pemula (seperti saya), lebih baik menggunakan pelampung. Saya sendiri waktu itu tidak menggunakan fin. Karena masker dan snorkel saya ini bukan milik saya pribadi, supaya lebih higienis saya bersihkan dulu dengan tissue basah. Sedikit aneh rasanya saat pertama kali memakai masker dan snorkel. Hidung kita akan tertutup rapat sehingga kita harus menarik dan membuang nafas dari mulut (lewat alat snorkel). Sebelum terjun ke air, saya mencoba belajar bernafas dengan snorkel terlebih dahulu. 

Pemandangan Bawah Laut Gili Air

Detik-detik pertama di dalam air, saya sempat merasa gelagapan. Perairan tempat saya snorkeling kira-kira kedalamannya 3 atau 4 meter. Nah, jangan sampai seperti saya, ya! Snorkeling yang pada dasarnya aman bisa menjadi berbahaya jika Anda panik. Dalam keadaan panik, bernafas akan terasa lebih sukar. Ada kemungkinan air laut juga bisa tersedot masuk ke mulut dan kita bisa tersedak. Boro-boro bisa menikmati keindahan bawah laut kalau sudah seperti itu. Well, santai dan rileks saja. Saya sendiri membutuhkan waktu beberapa menit untuk bisa merasa santai. Setelah santai, barulah saya bisa menikmati keindahan bawah laut. Wow! Serunya melihat ikan-ikan yang cantik berenang berseliweran di antara terumbu karang. 

Peralatan Snorkeling (sumber: tribuntravel.com)

Nah, ada beberapa tips yang perlu kita simak jika Anda adalah pemula dalam snorkeling. Yuk kita simak!

1.    Latihan bernafas dengan masker dan snorkel. 

Seperti tadi sudah saya ceritakan, pada awalnya terasa aneh harus menarik dan membuang nafas dengan mulut. Jadi, berlatihlah terlebih dahulu sebelum terjun ke laut. Akan lebih baik jika Anda memiliki masker dan alat snorkel sendiri. Anda bisa mencoba berlatih bernafas di kolam renang hotel terlebih dulu. Belajar juga memasang masker dengan tepat. Jangan memasang masker terlalu kencang ataupun longgar. Pastikan juga alat snorkel Anda tidak bocor. Bila Anda menggunakan fin (kaki katak), pilihlah fin yang sesuai dengan ukuran kaki. Periksa dahulu apakah fin masih lentur. 

2.    Gunakan pakaian yang nyaman

Lebih baik gunakan pakaian renang. Jika Anda tidak tahan dingin, Anda bisa menggunakan wetsuit. Jika Anda berniat untuk membuat foto bawah air, pilihlah pakaian renang dengan warna-warna cerah. Lebih baik lepaskan dahulu perhiasan yang Anda pakai. Bagi Anda yang berambut panjang, sebaiknya ikatlah rambut agar tidak ribet saat di dalam air.  

3.    Perhatikan posisi tubuh

Snorkeling pada dasarnya adalah mengambang di air. Maka, posisi tubuh yang paling tepat adalah kepala menunduk dan bukannya melihat ke depan. Posisi kepala menunduk ini akan membantu agar tubuh tetap mengambang. Anda juga tidak perlu menggerak-gerakkan tangan dan kaki, kecuali jika ingin berpindah lokasi. Dengan menggunakan pelampung, otomatis Anda juga pasti mengapung.

4.    Jangan melawan arus laut

Perhatikan kondisi laut, seperti suhu air, gelombang, dan arah arus laut. Jangan melawan arus laut karena itu akan membuat Anda cepat lelah.

5.    Perhatikan keadaan sekitar

Jangan terlena saat sedang menikmati keindahan bawah laut. Tetap perhatikan kondisi sekitar. Perhatikan arus gelombang laut agar Anda tidak terbawa arus terlalu jauh. Perhatikan arah agar Anda tidak terpisah dari teman-teman. Juga jangan sampai Anda tertabrak perahu. 

6.    Jangan menyentuh terumbu karang ataupun hewan laut lainnya

Jika Anda mengenakan fin (kaki katak), berhati-hatilah agar fin Anda tidak menyentuh terumbu karang agar tidak merusaknya. Terumbu karang hanya tumbuh beberapa inchi dalam setahun, jadi jangan sampai rekreasi kita malah mengganggu kelestarian alam. Jangan pula menyentuh hewan laut seperti ikan, penyu, ataupun bintang laut. Sentuhan kita akan membuat mereka merasa terganggu atau takut. Ada juga hewan laut yang beracun seperti bulu babi. Jangan sampai kita menyentuhnya, ya!

7.    Bersihkan masker dan snorkel

Masker mungkin akan sedikit berembun saat Anda gunakan. Jika masker berembun, bersihkan embun dengan cara masukkan sedikit air ke dalam masker lalu goyang-goyangkan air tersebut di kaca masker. Setelah masker bersih, keluarkan air dengan cara menekan di bagian atas masker. Untuk mencegah masker berembun, Anda bisa mengoleskan sedikit sabun cair atau pasta gigi pada masker. Nah, jika air laut yang masuk ke dalam snorkel, Anda tak perlu panik. Anda juga tak perlu keluar dari air. Tariklah nafas panjang, lalu hembuskan kuat-kuat dengan mulut sehingga air keluar dari corong snorkel karena dorongan udara. Setelah itu, Anda tinggal bernafas lagi dengan normal.

8.    Jangan snorkeling sendirian

Apalagi untuk Anda yang masih pemula, sangatlah tidak bijaksana bila Anda snorkeling sendirian. Akan lebih baik jika Anda ditemani dengan guide atau oleh mereka yang sudah terbiasa snorkeling. Buat yang pertama kali snorkeling, mungkin agak bingung untuk membaca arus dan gelombang laut. Akan lebih aman jika Anda ditemani snorkeling oleh mereka yang sudah pengalaman.

Klikers, itulah 8 tips bagi mereka yang masih pemula dalam snorkeling. Bagi saya pribadi (yang nyalinya agak-agak kecil ini), tantangan terbesar adalah saat pertama kali terjun ke laut. Kalau sudah bisa menikmati pemandangan bawah laut, dijamin Anda malah bakal ketagihan. Saya saja nggak kapok dan jadi penasaran ingin snorkeling. Yuk! Siapa tahu besok-besok kita malah tertarik untuk belajar diving. 🙂