Hunting Foto Instagram di 8 Wisata Kekinian di Malang

Kemarin, kita sudah sempat membahas tempat wisata alam di Malang yang lagi nge-hits. Tapi, kita harus mengakui bahwa tidak semua wisatawan tertarik untuk menjelajah wisata alam. Mereka yang berlibur bersama anak kecil, pasti hafal betul rempongnya! Sejujurnya, saya sendiri bukan tipikal traveler yang “lincah” saat harus berwisata di alam. Nah, buat Anda yang belum berkesempatan untuk menjelajah wisata alam di Malang, tak perlu kecewa. Malang masih memiliki banyak tempat wisata yang indah nan instagramable. So, siapkan kamera Anda. Mari kita berlibur sembari foto-foto di 8 tempat wisata kekinian di Malang yang dapat dinikmati semua orang:

Baca juga: 9 Wisata Alam di Malang yang Lagi Hits di Instagram

1.    Museum Angkut

Museum Angkut Malang
Museum Angkut Malang

Museum Angkut ini pertama kali dibuka pada bulan Maret 2014. Walaupun bukan tergolong tempat wisata baru, tapi hingga hari ini Museum Angkut masih menjadi wisata kekinian di Malang yang menarik begitu banyak pengunjung. Museum Angkut yang memiliki luas 3,8 hektar ini menyimpan koleksi 300 kendaraan dari berbagai era dan negara. Museum Angkut yang merupakan museum terbesar di Asia Tenggara ini  memiliki 8 zona. Delapan zona tersebut adalah Main Hall, Gangster Town & Broadway Street, Zona Eropa, Zona Edukasi, Zona Sunda Kelapa dan Batavia, Zona Istana Buckingham, Zona Las Vegas,  dan Zona Hollywood. Di Museum Angkut ini, Anda bukan hanya bisa sekedar berfoto-foto cantik, tapi pastinya pengetahuan dan wawasan Anda tentang sejarah transportasi. Di Museum Angkut ini juga terdapat area Pasar Apung yang menjual aneka makanan dan minuman. Museum Angkut berlokasi di: Jl. Terusan Sultan Agung No. 2, Kecamatan Batu, Kota Batu. Buka setiap hari pukul 12.00 – 20.00.

2.    Masjid Tiban Malang

Masjid Tiban Malang
Masjid Tiban Malang

Konon, tempat wisata kekinian di Malang yang satu ini muncul tiba-tiba dalam satu malam. Masjid Tiban aslinya adalah Pondok Pesantren Salafiah Bihaaru Bahri Asali Fadlaailir Rahmah (Bi Ba’a Fadlrah). Tentu saja bangunan ini tidak jadi dalam semalam. Masjid Tiban ini pertama dibangun sedikit-sedikit sejak 1991 hingga menjadi semegah sekarang. Jadi bangunan Masjid Tiban ini sebenarnya adalah pondok pesantren, namun di dalamnya ada masjidnya. Bangunan pondok pesantren yang memilki 10 lantai ini sangat indah karena hampir seluruhnya dibangun dari marmer. Seluruh dinding dan tiang bangunan dihiasi dengan ornamen timur tengah dan kaligrafi. Arsitekturnya sendiri merupakan perpaduan gaya timur tengah, china, dan modern. Pondok Pesantren “Masjid Tiban” ini terbuka untuk umum, termasuk bagi mereka yang hanya ingin sekedar berwisata. Di dalam kompleks Masjid Tiban ini terdapat kolam renang, juga terdapat kebun binatang mini dengan hewan seperti kijang, monyet, kelinci, ayam dan burung. Lantai 5,7, dan 8 menjadi tempat toko-toko kecil yang  dikelola para santriwati. Masjid Tiban Malang berlokasi di  Sananrejo, Turen, Malang.

3.    Eco Green Park

Eco Green Park
Eco Green Park

Eco Green Park adalah tempat wisata kekinian di Malang yang bakalan sangat asyik untu dikunjungi bersama keluarga. Eco Green Park yang dibuka pada tahun 2012 ini berlokasi di sebelah Batu Secret Zoo dan Jatim Park 2. Eco Green Park ini berada di area seluas 5 hektar. Dengan motto “fun and study”, Eco Green Park ini menggabungkan konsep wisata alam, kebudayaan, dan seni. Eco Green Park ini memiliki 35 wahana edukasi. Beberapa wahana di antaranya adalah zona miniatur candi terkenal di seluruh Indonesia, zona rumah terbalik, zona animal farm, zona hydroponic, zona world parrot (burung kakak tua), zona water  track, dome multimedia, eco journey, eco science centre, dan masih banyak lainnya. Eco Green Park terletak di Jl Ora-ora Ombo No 9A. Buka setiap hari mulai pukul 09.00 – 17.00.

Baca juga: Mari Kunjungi 9 Tempat Wisata di Batu, Malang Ini!

4.    Kampung Warna Warni

Kampung Warna Warni
Kampung Warna Warni

Pertama kali melihat fotonya, Anda mungkin akan mengira tempat wisata kekinian di Malang ini adalah di luar negeri. Nope! Ini adalah tempat wisata asli Malang. Jika melintasi Jembatan Brantas, Kota Malang, tepatnya di sisi timur jembatan, Anda akan disuguhi pemandangan rumah-rumah dengan cat warna-warni mencolok mata, seperti kuning, biru, pink, merah, hijau, dan lainnya. Sekitar 90 rumah di pemukiman ini dicat warna-warni cerah untuk menghilangkan kesan kumuh. Kini, Kampung Warna Warni menjadi salah satu tujuan wisatawan. Anda hanya akan ditarik Rp 2.000,00 sebagai ongkos kebersihan jika ingin memasuki Kampung Warna-Warni. 

5.    Kampung Tridi

Kampung Tridi
Kampung Tridi

Ada Kampung Warna Warni, ada juga Kampung Tridi (3D). Kampung Tridi ini lokasinya bersebelahan dengan Kampung Warna Warni, tepatnya di Kelurahan Kesatriaan. Pemukiman yang awalnya terkesan kumuh kini bertranformasi menjadi salah satu tempat wisata kekinian di Malang. Kampung ini menghadirkan konsep lukisan tiga dimensi (3D) dan lukisan realis. Sungguh unik, ya! Jika sebelumnya lukisan-lukisan 3D hanya bisa kita jumpai di museum, maka kini kita dapat menjumpainya di tembok-tembok rumah. Rencana ke depannya, akan hadir sekitar 80 lukisan 3D. Adapun lukisan-lukisan 3D ini dilukis sendiri oleh warga setempat. Saat ini, Kampung Tridi bisa dikunjungi hingga 200 orang per harinya.  

6.    Batu Night Spectacular

Batu Night Spectacular
Batu Night Spectacular

Beberapa tempat wisata kekinian di Malang tutup menjelang malam. Namun, jangan terburu-buru pulang ke hotel. Langkahkan kaki Anda ke Jalan Raya Oro Oro Ombo No. 200, Kota Batu. Anda akan menemukan Batu Night Spectacular. Anda akan dibuat terpukau dengan keindahan lampu lampion berbagai bentuk dan dari lampu sepeda apung. Di Batu Night Spectacular ini juga terdapat sekitar 25 wahana. Ada go-kart, rumah hantu, taman trampoline, dan wahana yang menguji adrenaline seperti mouse coaster dan drag race. Anda juga dapat menikmati panggung musik yang menampilkan musik dan  kesenian tradisional. Batu Night Spectacular ini buka mulai pukul 15.00 – 24.00.

Baca juga: 5 Hotel Favorit di Dekat Jatim Park

7.    Desa Wisata Oro-Oro Ombo

Desa Wisata Oro Oro Ombo
Desa Wisata Oro Oro Ombo

Desa Wisata Oro-Oro Ombo terletak di kaki Gunung Panderman pada ketinggian 700 – 730 mdpl.  Oro-oro ombo dalam bahasa indonesia artinya kurang lebih adalah padang rumput yang luas. Desa wisata ini memiliki pemandangan yang sangat indah dengan hawa yang sejuk. Anda juga akan disuguhi pemandangan bunga-bungaan yang sangat cantik. Di sini Anda bisa belajar memerah susu sapi, menunggang kuda, bahkan mencoba mengembang-biakkan cacing untuk makanan burung. Anda juga bisa mencoba menginap di rumah penduduk untuk melihat lebih dekat keseharian mereka. Jika merasa tidak nyaman bila harus menginap di rumah penduduk, saat ini sudah ada cukup banyak guest house dan penginapan di Desa Wisata Oro-Oro Ombo. Dan sebaiknya Anda menginap karena tidak cukup sehari untuk menikmati berbagai aktivitas yang dapat dilakukan di Desa Wisata Oro-Oro Ombo ini. Desa Wisata Oro-Oro Ombo ini lokasinya dekat dengan tempat wisata seperti Jawa Timur Park dan Eco Green Park. 

8.    Omah Kayu

Omah Kayu
Omah Kayu

Sepertinya, berfoto dari atas rumah pohon sedang viral di Instagram. Tertarik untuk membuat foto semacam itu? Anda bisa mencoba menginap di Omah Kayu. Tapi, tidak apa jika Anda hanya ingin duduk-duduk (sembari foto-foto) dan tidak bermaksud menginap. Anda hanya perlu membayar tiket masuk Rp 5.000,00. Omah Kayu ini sejatinya adalah rumah penginapan dengan konsep rumah pohon. Ada 6 unit rumah pohon yang dibangun di atas pohon pinus yang kuat. Satu rumah pohon ini dapat menjadi tempat menginap bagi 2-3 orang. Tak perlu khawatir karena rumah kayu ini dibangun dengan kayu yang kuat. Dari atas Omah Kayu, Anda dapat menikmati pemandangan indah  lembah, sawah, dan bangunan Kota Batu. Omah Kayu ini berada di area Wana Wisata Gunung Banyak yang terletak di Kelurahan Songgokerto, Kecamatan Batu, Kota Batu.

 

Baca juga: Yuk Ngeborong di 8 Wisata Belanja di Malang! 

One Comment

  • […] Kampung warna-warni berikutnya terletak di kota Malang, tepatnya di daerah Jodipan. Tidak jauh berbeda dengan kampung Penas di Cipinang, kampung di Malang ini dulunya juga terkenal sebagai kawasan kumuh. Terletak di daerah aliran sungai (DAS) Brantas, kampung ini dulunya tidak akan membuat orang menengok apalagi berfoto-foto di daerah ini. Namun karena kegigihan dari komunitas Guyspro yang merupakan sekelompok dari mahasiwa ilmu komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang, kampung ini telah berubah menjadi destinasi wisata baru di Malang. […]

Comments are closed.