8 Wisata Sejarah Kemerdekaan Indonesia

Tujuh belas Agustus tahun empat lima… itulah hari kemerdekaan kita…

Yeay! Tak terasa tahun ini negara kita Indonesia tercinta merayakan ulang tahun kemerdekaan yang ke-70. Sungguh suatu hal yang patut disyukuri. Dalam rangka ulang tahun Indonesia yang ke-70, bagaimana kalau kita berwisata ke lokasi bersejarah seputar kemerdekaan Indonesia? Karena ini adalah bulan kedelapan, maka berikut kami sajikan ulasan 8 tempat wisata sejarah kemerdekaan Indonesia:

1. Monas

Monas
Monas
Ruang Kemerdekaan
Ruang Kemerdekaan

Monas (Monumen Nasional) atau yang dikenal sebagai Tugu Monas merupakan monument peringatan untuk mengenang perlawanan dan perjuangan rakyat Indonesia untuk merebut kemerdekaan dari pemerintahan kolonial Hindia Belanda. Monas mulai dibangun pada tanggal 17 Agustus 1961 dan mulai dibuka untuk umum pada 12 Juli 1975. Monumen setinggi 132 meter ini dimahkotai lidah api yang dilapisi lembaran emas. Di halaman luarnya, mengelilingi monumen, Anda dapat melihat relief sejarah Indonesia. Sedangkan di bagian dasar monumen, pada kedalaman 3 meter di bawah permukaan tanah, terdapat Museum Sejarah Nasional Indonesia. Di dalam museum ini, Anda dapat melihat 51 diorama yang menampilkan sejarah Indonesia sejak masa pra sejarah hingga orde baru. Anda juga dapat melihat naskah asli teks proklamasi kemerdekaan Indonesia yang disimpan dalam kotak kaca di Ruang Kemerdekaan yang berada di bagian dalam cawan monumen.
Di pelataran puncak, pada ketinggian 115 meter, Anda dapat melihat panorama Jakarta.

Monumen Nasional berlokasi tepat di tengah Lapangan Merdeka, Jakarta Pusat.

2. Tugu Proklamasi

Monumen Soekarno Hatta dekat Tugu Proklamasi
Monumen Soekarno Hatta dekat Tugu Proklamasi
Tugu Proklamasi
Tugu Proklamasi

Tugu Proklamasi (atau dikenal juga sebagai Tugu Petir) adalah tugu peringatan Proklamasi Kemerdekaan RI. Tugu ini berada di tanah lapang kompleks Taman Proklamasi (dulunya Jl Pegangsaan Timur No 56), Jakarta Pusat. Di kompleks ini terdapat monumen dua patung Soekarno-Hatta berukuran besar yang berdiri berdampingan, sementara di tengahnya terdapat patung naskah proklamasi dari lempengan marmer hitam. Dulunya tempat ini merupakan rumah Bang Karno, namun sudah dihancurkan atas perintah Bung Karno sendiri. Di halaman rumah Bung Karno-lah teks naskah proklamasi dibacakan. Di sore hari, di tempat ini ada banyak anak-anak berkumpul untuk bermain ataupun orang-orang yang sekedar untuk duduk-duduk.

Tugu Proklamasi terletak di Jl Proklamasi, Menteng, Cikini, Jakarta Pusat.

3. Gedung Joang 45

Museum Joang 45
Museum Joang 45

gedung joang 45 - 2

Gedung Joang 45 atau Museum Joang 45 pada awalnya adalah hotel yang dikelola oleh keluarga L.C Schomper. Hotel itu dinamai Hotel Schomper, sesuai dengan nama pemiliknya. Saat Jepang masuk ke Indonesia dan menguasai Batavia, Hotel Schomper diambil-alih oleh para pemuda Indonesia dan beralih fungsi sebagai kantor yang dikelola Ganseikanbu Sendenbu (Jawatan Propaganda Jepang). Di kantor inilah diadakan program pendidikan politik yang dimulai pada tahun 1942 untuk mendidik pemuda Indonesia dan dibiayai sepenuhnya oleh pemerintah Jepang. Di Museum Joang 45 ini kita dapat melihat jejak perjuangan kemerdekaan RI dan koleksi benda-benda peninggalan para pejuang Indonesia. Ada koleksi foto dokumentasi dan lukisan yang menggambarkan perjuangan sekitar tahun 1945 – 1950an. Ada juga patung-patung dada para tokoh perjuangan. Di Museum Joang 45 ini juga terdapat ruang pameran tetap dan temporer, Bioskop Joang 45 yang memamerkan film dokumenter dan film perjuangan lama, perpustakaan referensi sejarah ilmiah, foto studio di mana para pengunjung dapat menggunakan kostum pejuang, Teater Anak, dan juga souvenir shop.

Gedung Joang 45 berlokasi di Jl Menteng Raya 31, Kelurahan Kebon Sirih, Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat.

4. Monumen Kebulatan Tekad Rengasdengklok

Monumen Kebulatan Tekad
Monumen Kebulatan Tekad Rengasdengklok

Monumen Kebulatan Tekad Rengasdengklok merupakan sebuah tugu dengan teks proklamasi pada dinding depannya yang menyangga sebuah bola bertulisan 17 Agustus 1945 dengan sebuah tangan yang mengepal. Tangan mengepal inilah yang melambangkan kebulatan tekad. Di sekeliling tugu terdapat tugu bintang dan tugu bendera merah putih. Di belakang tugu terdapat dinding beton dengan relief yang menggambarkan peristiwa di sekitar Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945, yang erat kaitannya dengan nama Peristiwa Rengasdengklok. Peristiwa Rengasdengklok ini adalah peristiwa penculikan Soekarno dan Hatta oleh para pemuda pada tanggal 16 Agustus 1945 sebagai upaya untuk mempercepat Proklamasi.

Monumen Kebulatan Tekad Rengasdengklok berlokasi di Jl Raya Rengasdengklok, Kabupaten Karawang, Jawa Barat.

5. Rumah Rengasdengklok

Rumah Rengasdengklok
Rumah Rengasdengklok
Rumah Rengasdengklok
bagian dalam Rumah Rengasdengklok

Masih berkaitan dengan Peristiwa Rengasdengklok, salah satu lokasi wisata sejarah kemerdekaan Indonesia yang juga harus Anda kunjungi adalah Rumah Rengasdengklok. Rumah Rengasdengklok ini sangat bersejarah. Rumah inilah yang dipakai sebagai tempat perundingan antara para pemuda yang dipimpin Soekarni dengan Soekarno – Muhammad Hatta untuk membahas kemerdekaan Indonesia. Rumah dari kayu jati bercat putih dan hijau ini dulunya adalah rumah seorang Tionghoa bernama Babah Djiaw Kie Siong. Adapun aslinya rumah ini berada di pinggir Sungai Citarum. Karena khawatir terkena abrasi sungai, maka rumah dipindahkan 100 meter lebih ke dalam. Kondisi Rumah Rengasdengklok ini masih dipertahankan apa adanya, persis seperti dahulu. Anda dapat melihat replika tempat tidur Bung Karno (tempat tidur yang asli ada di museum tentara di Bandung). Sampai hari ini, Rumah Rengasdengklok ini masih dirawat oleh keturunan keluarga Babah Djiaw Kie Siong. Anda tidak akan dipungut bayaran untuk mengunjungi Rumah Rengasdengklok ini dan hanya perlu untuk mengisi buku tamu.

Rumah Rengasdengklok berada di Kampung Bojong Tugu, Kelurahan Rengasdengklok, Kecamatan Rengasdengklok.

6. Museum Perumusan Naskah Proklamasi

Museum Perumusan Naskah Proklamasi
Museum Perumusan Naskah Proklamasi
Pengetikan Naskah Proklamasi
Pengetikan Naskah Proklamasi

Museum Perumusan Naskah Proklamasi (Munasprok) merupakan gedung yang dibangun sebagai monumen peristiwa proses perumusan naskah proklamasi kemerdekaan di Indonesia. Gedung ini dulunya merupakan tempat kediaman Laksamana Maeda. Gedung ini baru difungsikan sebagai Museum Perumusan Naskah Proklamasi pada tahun 1992. Museum ini memiliki empat ruangan. Ruangan pertama adalah ruang tamu yang juga menjadi kantor Laksamana Maeda. Di ruangan inilah naskah proklamasi dirumuskan. Ruang kedua adalah ruang yang digunakan Soekarno-Hatta untuk rapat bersama yang lainnya pada pukul tiga subuh. Ruang ketiga adalah tempat di mana Soekarno-Hatta menandatangani naskah proklamasi. Sedangkan Ruang keempat adalah ruang pameran benda-benda yang dikenakan para tokoh yang hadir dalam perumusan naskah proklamasi. Di bagian belakang museum, Anda dapat melihat bunker rahasia seukuran 5 x 3 x 1,5 meter yang menjadi tempat Laksamana Maeda menyimpan barang-barang berharganya semasa ia menjabat menjadi kepala penghubung Angkatan Laut dan Darat Jepang.

Museum Perumusan Naskah Proklamasi terletak di Jl. Imam Bonjol No. 1, Menteng, DKI Jakarta 10310

7. Museum Kebangkitan Nasional

Museum Kebangkitan Nasional
Museum Kebangkitan Nasional
Instalasi Seni
Instalasi Seni pelajar STOVIA

Bangunan Museum Kebangkitan Nasional selesai dibangun pada tahun 1901 dan menjadi gedung STOVIA (School Tot Opleiding Van Inlandsche Arsten) pada bulan Maret 1902. STOVIA adalah sekolah kedokteran untuk pelajar pribumi dari berbagai daerah di Indonesia. Namun, lima tahun kemudian, gedung ini digunakan untuk MULO (setara dengan SMP), AMS (setara dengan SMA), dan Sekolah Asisten Apoteker. Di Museum Kebangkitan Nasional, Anda dapat melihat ruang kelas dan laboratorium, asrama, tempat olah raga, kantin, dapur, dan aula. Museum ini juga menyimpan lebih dari 2.000 koleksi bangunan, mebel, jam dinding, gantungan lonceng, perlengkapan kesehatan, pakaian, senjata, foto, lukisan, patung, diorama, peta/maket/sketsa, dan miniatur. Anda juga dapat melihat instalasi seni seukuran manusia. Ada yang menggambarkan para pelajar STOVIA dengan pakaian semi tradisional. Ada juga instalasi seni RA Kartini yang mengajar anak-anak di pendopo rumah ayahnya. Museum ini sangat menarik untuk dikunjungi bersama anak-anak Anda.

Museum Kebangkitan Nasional berlokasi di Jalan Abdurrahman Saleh No.26, sebelum RSPAD Gatot Subroto, Jakarta Pusat.

8. Rumah Inggit Garnasih

Rumah Inggit Garnasih
Rumah Inggit Garnasih

rumah inggit 2

Salah satu tempat wisata sejarah Kemerdekaan Indonesia yang tak boleh dilewatkan adalah Rumah Inggit Garnasih. Rumah sederhana ini menjadi saksi bisu sejarah persiapan kemerdekaan Indonesia. Rumah di ujung jalan Ciateul ini menjadi tempat tinggal Bung Karno dan Ibu Inggit pada tahun 1926 – 1934 sebelum Bung Karno dibuang ke Ende. Di rumah ini pula, para pelopor kemerdekaan sering berkumpul dan berdiskusi menyatukan visi untuk persiapan kemerdekaan Indonesia. Di Rumah Inggit Garnasih ini, pada ruang tamunya Anda dapat melihat dokumentasi perjalanan Ibu Inggit saat menjadi pendamping Bung Karno. Anda juga dapat melihat replika batu pipisan untuk membuat jamu sebagai sumber mata pencaharian mereka. Rumah Inggit Garnasih ini resmi menjadi Bangunan Cagar Budaya setelah diserahkan oleh keluarga ke Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Barat pada 23 Desember 2010.

Rumah Inggit Garnasih berlokasi di Jl Inggit Garnasih (Ciateul) No 8, Bandung.

Klikers, itulah 8 tempat wisata sejarah kemerdekaan Indonesia. Yuk, kita kunjungi! Selain wawasan kita akan bertambah, kita pun akan semakin mencintai Indonesia. Selamat dirgahayu ke-70, Negeriku!

 

(marchaela)

 

2 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *