GRATIS Voucher KlikHotel Rp 50.000!


Kalau gratis, saya tidak mau

Bakpia Pathok yang Asli Nomer Berapa?

bakpia1Berlibur ke Yogyakarta, belum komplit rasanya kalau kita belum membeli bakpia patuk (bakpia pathok). Penganan manis berisi kacang hijau ini telah menjadi oleh-oleh wajib bagi setiap orang yang berkunjung ke Yogyakarta. Saya teringat pengalaman saya ketika pertama kali membeli bakpia pathok di Yogyakarta sewaktu saya masih duduk di bangku sekolah. Kami pun bilang ke Mang Becak atau kusir andong, “Pak, antar ke toko bakpia pathok yang asli, ya!” Lucunya, kami lalu mendapati bahwa kami diajak ke toko yang berbeda dan semua mengklaim bahwa bakpia nomer xx adalah bakpia pathok yang asli! Lol =)) Ada Bakpia 25, 75, 35, 38, 55, 67, 75, 99, dan nomor-nomor lainnya. Nah, lho! Jadi bakpia pathok nomer berapa yang asli?

bakpia7267Sebenarnya tidak ada bakpia pathok yang palsu. Semuanya asli kok, Klikers. Tapi kalau kita melihat sejarahnya, maka pelopornya adalah Bakpia Patuk 75. Begini lho ceritanya…

Bakpia sebenarnya adalah penganan yang berasal dari Cina. Aslinya bernama Tou Luk Pia yang berarti pia kacang hijau. Resep bakpia awalnya dibawa oleh Kwik Sun Kwok pada tahun 1940-an. Kwik lalu menyewa tanah milik warga setempat yang bernama Niti Gurnito di di Kampung Suryowijayan, Kecamatan Mantrijeron, Yogyakarta. Awalnya Kwik membuat bakpianya dengan menggunakan minyak babi. Tapi kemudian ia memodifikasi resep asli bakpia dengan tidak lagi memakai minyak babi. Untuk memanggang bakpianya, Kwik selalu membeli arang kepada temannya, seorang Tionghoa bernama Liem Bok Sing.  Ternyata, bakpia buatan Kwik ini disukai masyarakat dan usahanya pun terus berkembang. Hingga kemudian Kwik pindah ke ke sebelah barat Kampung Suryowijayan. Di sana ia meneruskan usaha bakpianya hingga akhirnya ia meninggal di tahun 1960-an. Setelah Kwik tiada, usaha bakpia Kwik diteruskan oleh anak menantunya, Jumikem.

Baca Juga:  3 Sanghyang Dekat PLTA Saguling, Yuk Berpetualang ke Sana Weekend Ini!

bakpia75Niti Gurnito juga ternyata ikut-ikutan membuat bakpia. Diduga, Kwik pernah memberikan resep bakpia kepada Gurnito. Bakpia buatan Gurnito memiliki ciri khas ukurannya lebih kecil dengan kulit yang tebal dan isi yang lebih sedikit dibandingkan buatan Kwik. Dan bukan Gurnito saja yang ikut membuat bakpia. Liem Bok Sing pun ikut membuatnya. Nah, inilah yang menjadi cikal bakal terciptanya Bakpia Patuk 75.

Pada tahun 1948, Liem membuat resep baru bakpia, kemudian ia pindah ke Kampung Pathuk, kini nama jalannya berganti menjadi Jalan KS Tubun Nomor 75. Liem berhasil membuat bakpia dengan kulit lebih tipis, ujung datar, dan isi kacang hijau. Bakpia generasi sebelumnya berbentuk bulat dengan kulit tebal. Usaha bakpia Liem berkembang pesat hingga pada tahun 1980-an ia mempekerjakan banyak karyawan untuk membantunya. Beberapa karyawan Liem berhasil “mencuri” resep dan menyebarkannya kepada orang-orang di kampung. Tingginya permintaan wisatawan membuat bakpia menjelma menjadi makanan khas Yogyakarta. Kampung Pathuk pun dikenal sebagai kampung bakpia.  

bapiaSelain Bakpia Patuk 75, bakpia yang tak kalah tenar adalah Bakpia Pathok 25. Bakpia Pathok 25 dirintis oleh Nyonya Tan Aris Nio dan kini dijalankan oleh Bapak Arlen Sanjaya. Lalu berikutnya muncul juga bakpia dengan nomer-nomer lainnya seperti Bakpia Patuk 35, 38, 55, 67, 99. Nomer-nomer ini katanya mengacu pada nomer rumah produksinya. Saya pribadi sudah mencoba beberapa merk dan saya tidak merasakan perbedaan rasa yang terlalu signifikan. Semuanya enak, kok (tapi mungkin ini kembali pada selera lidah masing-masing, ya Klikers! Hehehe).

bikin bakpiaSeiring dengan perkembangan jaman, isi dari bakpia pun tidak lagi melulu kacang hijau. Isinya kini semakin variatif. Ada bakpia coklat, keju, nanas, kumbu hitam, bahkan durian. Beberapa produsen bakpia kini juga menjual bakpianya langsung di tempat sehingga para konsumen bila melihat secara langsung proses pembuatan bakpia.  Bukan itu saja, konsumen pun dapat mendapatkan bakpia yang masih hangat. Fresh from the oven!

Baca Juga:  Bukan di Jogja, Tapi Ini Gurun Pasir di Pulau Bintan!

bakpia coklatWah, Klikers, saya jadi ingin makan bakpia patuk. Buat Klikers yang sedang berlibur di Yogyakarta, yuk kita pergi naik andong untuk beli bakpia pathok! Beli yang nomer berapa, ya? 😛

@marchaela, dari travel.kompas.com dan sumber lainnya

Facebook Comment

Related Post

4 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *