Menatap Indahnya Senja di Bukit Malimbu, Lombok

Salah satu stigma yang cukup melekat pada pariwisata Lombok adalah bahwa wisata Lombok itu mahal! Ketika akhir tahun kemarin saya berlibur ke sana, ternyata stigma tersebut tak sepenuhnya tepat. Saya menemukan sebuah tempat wisata yang murah-meriah sekaligus sangat memikat hati. Tempat itu adalah Bukit Malimbu. Bukit Malimbu ini adalah salah satu tempat terbaik di Lombok untuk menikmati pemandangan sunset.

parkiran Bukit Malimbu

Mentari mulai bergerak menuju barat tatkala tour guide kami berkata, “Kita berhenti di Bukit Malimbu dulu, ya…” Saat itu, tubuh saya terasa sedikit lelah sehabis bermain di Gili Trawangan dan Gili Air. Tapi, saya pikir sayang banget juga kalau masih sore sudah beristirahat di hotel. Bukit Malimbu ini berada kira-kira 10 kilometer sebelah utara Pantai Senggigi, atau sekitar 24 km dari pusat kota Mataram. Namanya “bukit” maka jalur perjalanannya lumayan menanjak. Namun, syukurlah kondisi jalanannya sudah bagus. Kami pun memarkir kendaraan di sisi jalanan yang merupakan tikungan. Tampak beberapa pedagang asongan, penjual souvenir cincin mutiara dan kaos-kaos Lombok yang dijual di mobil, dan beberapa kios. Saya lalu berjalan menuju trotoar dan dari dinding pembatas trotoar, terpampanglah pemandangan yang sangat indah.

(Baca juga: Pesona 3 Gili: Gili Trawangan, Gili Meno, dan Gili Air)

Pemandangan dari Bukit Malimbu

Bukit Malimbu ini adalah surga bagi para pencinta fotografi. Dari sini, Anda dapat menikmati panorama alam nan komplit. Salah satu panorama yang dapat Anda nikmati adalah panorama Pantai Nipah. Walau tidak setenar Pantai Senggigi, namun Pantai Nipah ini memiliki pemandangan yang sangat indah. Pasirnya putih bersih dengan air laut biru nan jernih. Pantai Nipah ini hanya berjarak 20 menit dari Pantai Senggigi. Memandanglah lebih luas dan Anda pun bisa melihat Gili Trawangan dan Gili Meno dari Bukit Malimbu ini. Bahkan, Anda pun bisa melihat Gunung Agung Bali dari sini. Namun jujur saja, saat itu saya nggak ngeh yang manakah Gunung Agung. Memang saya melihat panorama gunung, tapi entahlah apakah itu Gunung Agung atau bukan.

salah satu kios yang ada di Bukit Malimbu

Dari warung-warung yang terletak di dekat trotoar, ada jalan kecil dengan anak tangga ke bawah. Saya lalu menuruni anak-anak tangga itu dan menjumpai saung-saung dan meja sederhana untuk duduk-duduk. Jalanan di depan saung-saung ini masih tanah berbatu. Jika Anda mau, Anda bisa menyusuri jalan setapak kecil itu untuk melihat pemandangan dari sisi lain. Katanya, nanti Anda akan menjumpai sebuah gazebo di bagian puncak jalanan tersebut. Karena alas kaki saya saat itu tidak mumpuni (hanya sandal jepit biasa), saya memutuskan untuk tidak menyusuri jalan setapak yang cukup nanjak dan berbatu-batu itu. Cukup ngeri karena sisi sebelahnya adalah jurang. Saya cukup puas menikmati pemandangan dari saung-saung yang ada. Dari sana, saya mengamati cahaya mentari yang mulai bergerak ke barat terpantul di lautan lepas, menjadikan air laut berkilau keemasan. Ah, siapa yang tak akan terpukau melihat keindahannya? 

Ngomong soal warung, nah… di Bukit Malimbu ini memang cukup banyak jajanan asyik yang bisa kita nikmati. Buat Anda yang sedang keroncongan, Anda bisa menikmati nasi campur ayam atau nasi dengan ikan bakar. Ada juga menu plecing kangkung dan terong bakar. Tapi, untuk Anda yang ingin ngemil cantik, Anda bisa jajan jagung bakar, bakso, rujak, dan kelapa muda. Nah, karena hanya ingin ngemil, saya lalu jajan bakso jawa, jagung bakar, dan kelapa muda. Eh, ini ngemil ya? Kok banyak banget? Hahaha…

Asyiknya makan bakso sembari menikmati pemandangan serupa ini

Bakso jawa yang saya beli ini mirip sekali dengan bakso malang. Nah, kalau Anda ke Lombok Anda wajib banget untuk mencicipi bakso di sini. Lombok sangat terkenal dengan peternakan sapinya. Fyi, daging sapi impor tidak boleh masuk ke dalam Lombok. Rasa bakso di Lombok sangat nikmat. Walaupun baksonya dijual di kaki lima, namun baksonya berkualitas (bukan tepung kanji doang). Harganya pun murah meriah. Seporsi bakso hanya dibanderol seharga Rp 10.000,00. Psst… sebenarnya di saung tempat saya duduk itu terdapat tulisan “tidak boleh duduk untuk yang makan bakso dan rujak”. Hihihi… tidak apa lah ya. Toh saya juga jajan jagung bakar dan kelapa muda dari pemilik warung yang empunya saung tersebut.

Kelapa mudanya pun nikmat. Daging kelapanya benar-benar muda dan gemuk-gemuk. Harganya pun bersahabat. Hanya Rp 10.000,00. So, jangan khawatir bila tak bawa uang banyak. Jajanan di Bukit Malimbu ini murah-murah, kok.

Menjelang sunset

Jadi, jangan lupa untuk memasukkan Bukit Malimbu di dalam itinerary Anda saat berlibur ke Lombok, ya! Waktu terbaik untuk mengunjungi Bukit Malimbu ini adalah menjelang sore hari, sekitar pukul tiga atau empat sore. Bersantailah hingga sunset tiba. Untuk Anda pencinta fotografi, siapkan kamera Anda untuk mengabadikan pemandangan nan indah. Oh ya, tidak ada kendaraan umum yang melewati Bukit Malimbu. Jadi, Anda harus menyewa kendaraan atau naik TAXI jika ingin menuju Bukit Malimbu ini. Atau Anda juga bisa meminta bantuan tempat Anda menginap untuk mengatur perjalanan ke Bukit Malimbu ini.

Bukit Malimbu ini berlokasi di Desa Malimbu, Kecamatan Batulayar, Lombok Barat, NTB.