GRATIS Voucher KlikHotel Rp 50.000!


Kalau gratis, saya tidak mau

Kebudayaan

Mencicipi Kuliner Raja dan Bangsawan yang Kini Bisa Dinikmati Banyak Orang

Mencicipi Kuliner Raja dan Bangsawan yang Kini Bisa Dinikmati Banyak Orang

Kebudayaan, Kuliner
Kedatangan Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz Al Saud, ke Indonesia beberapa waktu lalu membuat penasaran banyak orang. Berbagai ulasan mengenai kerja sama antara Arab Saudi dan Indonesia dibahas, hingga berbagai tempat wisata dan kuliner raja. Masyarakat umum tentunya tidak biasa dengan kuliner yang dimakan oleh para raja. Namun, faktanya banyak menu kuliner di Indonesia yang dahulu hanya diperuntukkan bagi raja dan bangsawan, kini bisa dinikmati oleh orang awam. Ingin tahu apa saja kuliner raja tersebut? Mari kita gali kuliner khas kerajaan di Indonesia satu per satu. 1. Menu Kuliner Raja Tapanuli: Naniura Jika berjalan-jalan ke Sumatera Utara, terutama ke daerah Danau Toba, wisatawan akan menemukan kuliner khas Tapanuli Utara, yaitu Naniura. Hidang...
7 Festival Tahunan di Jogja yang Paling Ditunggu

7 Festival Tahunan di Jogja yang Paling Ditunggu

Kebudayaan, Wisata di Yogyakarta
Selain alam yang indah dan kuliner khas yang lezat, budaya masyarakat lokal yang masih begitu kental juga menjadi daya tarik wisata dari Yogyakarta. Jadi, rasanya kurang lengkap berkunjung ke kota yang akrab disebut Jogja ini kalau tak menikmati budayanya. Selain keberadaan Keraton Yogyakarta, identitas budaya Jogja semakin diperlihatkan dengan banyaknya festival atau event bernuansa budaya yang bisa Anda nikmati. Ada banyak festival tahunan di Jogja yang dalam penyelenggaraannya tiap tahunnya selalu semarak. Dari sekian banyaknya festival di Jogja, berikut adalah festival tahunan di Jogja yang paling ditunggu: 1. Festival Grebeg Maulud (Sekaten) Festival Grebeg Maulud yang juga disebut Sekaten merupakan festival yang berakar tradisi tahunan memperingati h...
Jelajah Rasa 7 Olahan Kopi Unik Nusantara

Jelajah Rasa 7 Olahan Kopi Unik Nusantara

Kebudayaan, Kuliner, Kuliner Lain
Apakah Klikers pecinta kopi? Kalau iya, pasti setuju kalau budaya ngopi saat ini sudah melekat di Indonesia bahkan dunia. Saat ini pun penyajian kopi banyak ragamnya. Kalau yang suka ngafe pasti sudah tak asing dengan jenis kopi espresso, cappucino, frape, latte, dan sebagainya. Tapi tahukah Anda kalau racikan kopi lokal Indonesia juga tak kalah nikmat dari olahan kopi modern? Bahkan, beberapa diantaranya ada yang mendunia sulit karena jenis, rasa, maupun cara pembuaannya sulit ditemukan di negara lain. Kalau Anda merasa pecinta kopi, tentunya wajib coba 7 olahan kopi unik nusantara ini: 1. Kopi Joss dari Yogyakarta Ke Jogja rasanya belum sah kalau belum pernah mencoba olahan kopi uniknya, yaitu kopi joss. Kopi ini unik karena disajikan dengan arang membara yang...
Mengenal 6 Kampung Adat di Jawa Barat

Mengenal 6 Kampung Adat di Jawa Barat

Kebudayaan, Wisata di Jawa Barat
Kekayaan alam Tanah Priangan membuat pamor tempat wisata di Jawa Barat terdengar hingga ke luar Jawa bahkan mancanegara. Hebatnya, di tengah perkembangan pariwisata yang pesat, masih ada orang-orang di wilayah tertentu di Jawa Barat yang tetap mempertahankan tradisi dan budaya para leluhur. Karena cara hidup penduduknya yang unik, daerah-daerah tersebut kini populer sebagai destinasi wisata kampung adat. Jangan salah, berkunjung ke kampung adat merupakan cara menyenangkan untuk belajar tentang kehidupan. Lebih dari sekedar mencari kesenangan, Anda juga dapat mengenal dan meresapi tradisi nenek moyang serta melihat bagaimana kearifan lokal masyarakat setempat selalu dijaga di tengah arus globalisasi yang sulit dihindari. Untuk rencana liburan selanjutnya, yuk agendakan untuk menjelajahi ...
Menjelajah Keunikan 6 Desa Wisata di Bali

Menjelajah Keunikan 6 Desa Wisata di Bali

Kebudayaan, Tempat Wisata, Wisata di Bali
Bali memang selalu menarik untuk dikunjungi. Kalau Anda pernah ke Bali berkali-kali dan liburan ke Bali kali ini ingin mencari hal unik lain dari Bali, Anda bisa mempertimbangkan untuk mengunjungi desa-desa wisata di Bali. Ada puluhan desa wisata di Bali, di mana penduduknya memiliki kesadaran tinggi akan pentingnya menjaga kelestarian alam serta mempertahankan tradisi dan budaya leluhur. Mengunjungi desa wisata di Bali bisa menjadi alternatif ketika aktivitas wisata di pusat Bali sudah terasa mainstream. Dengan mengunjungi desa wisata, Anda bisa berlibur sambil belajar banyak hal baru mengenai alam dan kebudayaan Bali di tengah gerusan modernisasi di Bali. Dari sekian banyaknya desa wisata di Bali, berikut kami merangkum 6 desa wisata di Bali yang populer dan menarik untuk dikunjungi: ...
Serunya kirab rotan di Desa Trangsan

Serunya kirab rotan di Desa Trangsan

Kebudayaan
Ada prajurit rotan, rotan carnival, holihop raksasa, harley rotan, dan minion rotan. Pokoknya serba rotan. Begitulah aksesori yang meramaikan Kirab Budaya Grebeg Penjalin di Desa Trangsan, Gatak, Sukoharjo pada Kamis 13 Oktober 2016 lalu. Tak hanya itu, suasana kian seru dengan adanya pertunjukan seni Reog, komunitas suku dayak yang menggambarkan bahan baku rotan yang banyak didatangkan dari Kalimantan, aksi 500 anak bermain holihop bersama, serta replika Demang Wongso Laksono. Untuk Klikers ketahui Demang Wongso Laksono ini adalah sosok yang menjadi cikal bakal adanya desa sentra kerajinan rotan tersebut. Yang namamnya acara Grebeg, tidak lengkap rasanya kalau tidak ada gunungan. Nah, dua buah gunungan yang dikirab ini juga berbahan rotan. Dua buah gunungan r...
7 Hal Menarik Saat Perayaan Nyepi di Bali

7 Hal Menarik Saat Perayaan Nyepi di Bali

Kebudayaan, Wisata di Bali
Daya tarik wisata Bali tak hanya karena alamnya yang indah, tapi juga budaya dan adat istiadatnya yang dijunjung tinggi. Tak salah pula kalau Bali dijuluki Pulau Dewata, karena masyarakat Bali yang mayoritasnya beragama Hindu hampir setiap hari menyelanggarakan ritual keagamaan. Bahkan, ketika menyambut Tahun Baru Saka, para pelancong dari mancanegara tak kehilangan minat untuk datang ke Bali meskipun sedang Nyepi. Justru, suasana Bali yang hening seperti pulau mati di kala Nyepi adalah hal yang dinanti-nanti oleh turis asing. Pasalnya, Nyepi dianggap spesial karena tak bisa dijumpai di negara lain.  Selain itu, banyak pula hal menarik saat Nyepi di Bali. Apa saja? 1. Catur Brata Penyepian Ketika memperingati hari raya Nyepi, masyarakat Bali harus melaksana...
8 Tata Krama di Bali yang Wajib Anda Patuhi

8 Tata Krama di Bali yang Wajib Anda Patuhi

Kebudayaan, Wisata di Bali
Salah satu destinasi liburan yang rasa-rasanya bakalan sudah dikunjungi oleh orang Indonesia adalah Pulau Bali. Bahkan, ada cukup banyak SMU yang menetapkan Bali sebagai destinasi darmawisata sekolah. Dengan airlines promo yang membuat tiket pesawat jadi terjangkau dan banyaknya hotel murah, tak ada alasan bagi Anda untuk tak berlibur ke Bali. Minimal pernah satu kali, deh! Namun, sudah tahukah Anda bahwa ada sederetan tata karma yang wajib kita patuhi saat berlibur ke Bali? Di mana bumi dipijak, di situlah langit dijunjung. Kita tahu persis bahwa Bali sangat menjunjung tinggi kebudayaan mereka. Jangan sampai kita menjadi “pengacau” liburan gegara tidak menuruti tata-krama setempat. Klikers, berikut 8 tata karma di Bali yang wajib Anda patuhi: 1.    Ja...
Saling pukul dalam tradisi Dhukutan di kaki Gunung Lawu

Saling pukul dalam tradisi Dhukutan di kaki Gunung Lawu

Kebudayaan
Saling pukul boleh, saling lempar boleh, tubuh penuh luka, memar dan bengkak boleh dirasakan. Tapi jangan dendam ya! Ini tawuran bukan sembarang tawuran, melainkan tawuran yang sifatnya damai. Tawuran Dhukutan. Begitulah kira-kira serunya tradisi tawuran massal yang setiap tujuh bulan sekali digelar salah satu di kaki Gunung Lawu. Tradisi ini merupakan satu puncak dari acara bersih desa di Desa Nglurah, Tawangmangu, Karanganyar pada Selasa Kliwon saat Wuku Dhukut dalam perhitungan sistem kalender Jawa. Adapun tawuran ini melibatkan dua dusun, yakni Dusun Nglurah Lor (Nglurah Utara) dan Nglurah Kidul (Nglurah Selatan). Masyarakat di Dusun Nglurah Lor dan Nglurah Kidul percaya bahwa tawuran massal ini dapat membuang energi negatif yang merupakan sumber dari segala kejaha...
Seni di Srawung Seni Sakral Malam 1 Suro

Seni di Srawung Seni Sakral Malam 1 Suro

Kebudayaan
Rintik hujan di malam hari dan aroma kemenyan yang dibakar. Begitulah sekelumit gambaran saat Malam 1 Suro di Museum Radya Pustaka yang terletak di Jalan Slamet Riyadi, Solo. Hii...Sesaat memang terkesan menyeramkan bin angker....dan.....apa yang terjadi? Dan nuansa seram itu akhirnya musnah seketika, apalagi angker. Malahan berubah total menjadi sakral dan khusuk begitu menyaksikan sejumlah seniman menampilkan karyanya. Seperti umumnya masyarakat Jawa Tengah, Jogja, dan Jawa Timur saat memperingati Malam 1 Suro, sejumlah seniman yang datang di Radya Pustaka ini juga menggelar ritual. Bedanya ritual ini versi para seniman, yakni diwujudkan dalam bentuk karya seni, dari seni musik, tari, dan teater. Ada 13 penyajian dalam pementasan itu yang dibawakan oleh sejum...