Wae Rebo, Desa di Atas Awan yang Wajib Dikunjungi Kalau Ngetrip ke NTT

Sukses meraih gelar juara umum pada Anugerah Pesona Indonesia 2016, tentunya pesona wisata Nusa Tenggara Timur (NTT) tak perlu diragukan lagi. Tak hanya memiliki danau Kelimutu dan pulau Komodo, pantai-pantai di NTT juga terkenal indah di mana kebanyakan berpasir putih dan berair jernih. Karenanya tak heran bila sejumlah destinasi wisata bahari di NTT sudah mendunia, seperti pulau Padar, pulau Alor, dan pulau Kanawa. Tak cuma itu saja, NTT juga memiliki destinasi wisata budaya yang menarik untuk dieksplorasi. Salah satunya Desa Wae Rebo. Kalau Anda ada rencana trip ke NTT, pastikan desa yang dijuluki “desa di atas awan” ini tak terlewat dalam daftar itinerary Anda!

wae rebo
Foto: IG @verawati17

Terletak di pedalaman pulau Flores, Desa Wae Rebo merupakan bagian dari wilayah Kecamatan Satarmese Barat, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur. Desa ini dijuluki “desa di atas awan” karena memang letaknya yang berada di ketinggian. Untuk sampai ke sana pun tak mudah. Tapi, lokasinya yang berada di lembah diantara pegunungan itulah yang membuat desa kecil ini menyuguhkan pemandangan bak negeri di atas awan yang menawan, terutama kala diselimuti kabut tipis. Kalau beruntung, kala malam wisatawan bisa melihat milky way dengan jelas. Desa Wae Rebo ini menjadi salah satu tempat terbaik untuk menikmati milky way di Indonesia.

Hal unik lain yang bisa dinikmati di Wae Rebo adalah arsitektur rumah adatnya yang unik dan langka. Rumah adat khas Flores tersebut disebut Mbaru Niang. Berbentuk kerucut, Mbaru Niang memiliki 5 tingkatan dengan struktur yang tinggi, yakni sekitar 15 meter. Atapnya terbuat dari ijuk dan hampir menyentuh tanah. Jumlahnya 7 buah dan diantaranya merupakan rumah utama berukuran lebih besar yang disebut rumah Gendang. Mbaru Niang inilah yang membuat penasaran wisatawan mancanegara untuk datang ke Wae Rebo. Terlebih nama Mbaru Niang semakin mendunia setelah dipilih oleh UNESCO sebagai proyek konservasi terbaik dalam UNESCO Asia-Pacific Awards for Cultural Heritage Conservation tahun 2012 lalu.

wae rebo
Mbaru Niang. Foto: IG @budi_aw

Di Wae Rebo, wisatawan bisa berbaur dan melihat langsung keseharian penduduk yang mayoritas bertani kopi dan menenun kain. Penduduknya terkenal ramah terhadap para wisatawan yang datang. Namun, tetap ada aturan yang harus dipatuhi jika hendak berkunjung ke sana karena para penduduk masih berpegang teguh pada adat istiadat para leluhur. Sebelum menginjakkan kaki di Wae Rebo, wisatawan wajib membunyikan alat tabuh sebagai tanda ada tamu yang datang. Selain itu, wisatawan juga wajib berkunjung ke rumah Gendang untuk menjalani ritual Pa’u Wae Lu’u yang dipimpin oleh tetua adat. Ritual tersebut bertujuan untuk meminta izin dan perlindungan dari roh leluhur.

wae rebo
Foto: journal.momotrip.co.id/

Pariwisata Wae Rebo kini sudah semakin berkembang dan mendapat pendampingan dari Indonesia Ecotourism Network. Wisatawan bisa menginap di Mbaru Niang dengan membayar sebesar 325 ribu rupiah per malam. Biaya tersebut dipakai untuk keperluan merawat desa dan keperluan makan wisatawan. Di Desa Wae Rebo juga terdapat perpustakaan yang dibangun untuk memudahkan penduduk mengakses ilmu pengetahuan. Wisatawan bisa menyumbangkan buku bacaan untuk perpustakaan di sana.

wae rebo
Foto: IG @kemanalagi_id

Tertarik untuk datang ke Wae Rebo? Perjalanan bisa dimulai dari Denpasar menuju Labuan Bajo menggunakan pesawat. Setelahnya, dilanjutkan dengan perjalanan darat menuju Denge, desa terdekat dengan Wae Rebo yang masih bisa diakses kendaraan. Di Denge terdapat homestay untuk keperluan istirahat para wisatawan sebelum berangkat atau sesudah dari Wae Rebo. Dari Denge, wisatawan harus mendaki dan membelah hutan sejauh 9 km sekitar 4 jam perjalanan.

Trip ke Wae Rebo memang memakan waktu dan biaya yang tak sedikit. Tapi, semua itu tak akan sebanding dengan pengalaman berharga yang akan didapatkan. Wae Rebo tak hanya alamnya yang indah, melainkan juga memperkaya wawasan dan memberikan setiap pengunjungnya pandangan baru tentang kehidupan.

One Comment

Comments are closed.