Desa Wisata Indonesia Terbaik Versi Asean CBT Award 2017 (Community Based Tourism)

Indonesia terkenal dengan keindahan alamnya yang memikat. Hijaunya alam disebabkan oleh Indonesia terdapat pada garis khatulistiwa. Oleh karena keindahan alamnya, beberapa wilayah di Indonesia memiliki keindahan alam yang sangat memikat banyak turis lokal maupun mancanegara. Seperti pada saat acara ASEAN award, beberapa wilayah desa wisata Indonesia mendapatkan penghargaan CBT (Community Based Tourism) di hotel Pan Pacific Singapura, Jum’at 20 Januari 2017. Desa wisata terbaik yang mendapat penghargaan itu adalah sebagai berikut.

1. Desa Nglanggeran Patuk, Gunung Kidul

Desa Nglanggeran (Exotic Gunung Kidul)
Desa Nglanggeran (Exotic Gunung Kidul). Sumber foto: https://www.otonomi.co.id

Pemandangan dari puncak Gunung Api Purba Nglanggeran
Pemandangan dari puncak Gunung Api Purba Nglanggeran. Sumber foto: https://chendrawp.wordpress.com

Embung (Telaga buatan) Nglanggeran Patuk Gunung Kidul
Embung (Telaga buatan) Nglanggeran Patuk Gunung Kidul. Sumber foto: http://jalanpiyungan.blogspot.co.id

Pesona Embung Nglanggeran yang berada di bawah Gunung Api Purba Nglanggeran
Pesona Embung Nglanggeran yang berada di bawah Gunung Api Purba Nglanggeran. Sumber foto: http://koranyogya.com

Desa Nglanggeran Patuk terletak sekitar 22 km dari Wonosari, Kabupaten Gunung Kidul atau sekitar 25 km dari Yogyakarta. Ada dua obyek wisata yang menarik minat pengunjung di Desa Nglanggeran Patuk, yaitu Gunung api purba dan Embung besar.

Gunung api purba merupakan gunung batu terbuat dari kapur, yang pernah aktif jutaan tahun yang lalu. Puncak gunungnya adalah Gunung Gedhe, yang ketinggiannya sekitar 700 m dari permukaan laut, yang bisa dicapai dengan waktu tempuh sekitar 1.5 – 2 jam dari kaki gunung.

Sedangkan Embung Besar adalah bangunan berupa kolam atau telaga seluas sekitar 5000 meter persegi, dengan ketinggian sekitar 500 m dari permukaan laut. Embung besar ini menjadi sumber air bagi kebun buah-buahan yang berada disekitarnya, seperti lengkeng, durian dan rambutan. Selain itu, pada musim kemarau, embung juga menjadi sumber air bagi sawah warga.

Sugeng Handoko selaku pengelola desa wisata Nglanggeran Patuk sama sekali tidak menyangka kalau Desa Nglanggeran Patuk akan mendapat penghargaan dalam kategori CBT di ASEAN award. Desa yang dulunya hanya dikenal sebagai pengekspor TKI ke luar negeri  kini perlahan demi perlahan telah berubah. “Ini semua  tidak terlepas dari peran masyarakat dalam meningkatkan desa Nglanggeran. Masyarakat mengelola dan ikut berpartisipasi aktif dalam membangun desa wisata tersebut sehingga sesuai dengan standar CBT. Selain kepemilikan dan pengelolaan dilakukan oleh masyarakat, berperan dalam meningkatkan sosialisasi antar masyarakat dan turis, baik terhadap lingkungan juga meningkatkan komunikasi interaktif antara penduduk asli dan pendatang. Hal-hal ini menjadi poin penting sehingga desa wisata Nglanggeran terpilih menjadi salah satu desa wisata terbaik.

Beliau juga mengatakan, karyawan-karyawan juga dilatih untuk melayani tamu lokal maupun mancangera yang ingin menikmati indahnya desa Nglanggeran. Mulai dari pelayanan antar kamar hotel yang baik sesuai dengan pemesanan turis, proses akomodasi yang menyenangkan hingga pelayanan makanan dan minuman kepada wisatawan lokal maupun mancanegara.

2. Desa Wisata Dieng Kulon

Desa Dieng Kulon
Desa Dieng Kulon. Sumber foto : http://www.diengnesia.com

Desa Dieng Kulon terletak di Kecamatan Batur, Kabupaten Banjar Negara atau tepatnya di Provinsi Jawa Tengah. Desa ini terpilih sebagai salah satu pemenang penghargaan ASEAN kategori CBT dikarenakan karena desa ini lebih berkembang dibanding daerah lainnya. Selain itu, lokasi desa Dieng Kulon sangat strategis, yakni dekat dengan wisata alam yang biasanya hendak dikunjungi oleh wisatawan lokal maupun mancanegara.

Selain menyuguhkan keindahan wisata alam, desa Dieng Kulon juga mempersembahkan wisata budaya bagi pengunjungnya dan wisata buatan. Selain dikarenakan penduduk yang memiliki dan mengelola destinasi wisata tersebut, Dieng Kulon juga menyimpan berbagai keindahan alam dan budaya. Sehingga pantas untuk mendapatkan penghargaan CBT versi ASEAN. Berikut ini, wisata alam dan budaya yang ditawarkan oleh desa Dieng Kulon.

  • Kompleks Candi
    Jika ingin ke Jawa untuk berlibur, wisatawan biasanya akan mengunjungi Candi Borobudur dan Candi Prambanan terlebih dahulu, setelah itu asal tahu saja kompleks candi Dienglah yang biasanya para turis kunjungi setelah dua candi terkenal di atas. Kompleks Candi Dieng memiliki beberapa candi seperti Candi Gatot Kaca, Candi Bima dan lain sebagainya.

Komplek Candi Arjuna di Dataran Tinggi Dieng
Komplek Candi Arjuna di Dataran Tinggi Dieng. Sumber foto: https://adventuriderz.com/2015/03/17/jelajah-dieng-hari-3-cuma-ke-komplek-candi-arjuna/

  • Telaga Bale Kambang
    Objek wisata ini sedang dalam tahap penyempurnaan, Telaga Bale Kambang merupakan salah satu tempat wisata yang wajib dikunjungi turis jika berwisata ke desa Dieng Kulon

Telaga Balekambang
Telaga Balekambang. Sumber foto: http://dieng.co.id

  • Kawah Sikidang
    Daya tarik kawah ini adalah lokasi kawahnya dapat berpindah-pindah, hal inilah yang menyebabkan kawah ini dinamai kawah Sikidang

Kawah Sikidang
Kawah Sikidang. Sumber foto: https://manusialembah.blogspot.co.id

  • Sendang Sedayu
    Sendang ini dipercaya untuk ritual memandikan anak rambut gembel.

Sendang sedayu, Cukur Rambut Gembel Primadona Dieng
Sendang sedayu, Cukur Rambut Gembel Primadona Dieng. Sumber foto: http://www.gedoor.com

  • Gasiran Aswotomo
    Adalah lubang yang awalnya dibangun sebagai tempat untuk mengeringkan air yang banyak menggenang di cekungan dataran tinggi Dieng.

Gangsiran Asmotomo
Gangsiran Asmotomo. Sumber foto: https://sikunirdieng.com

  • Telaga Semurup
    Telaga Semurup terletak di lembah Sumurup, yang dikenal juga sebagai Padang Savana Dieng, yang tampak murup / nyala jika di lihat dari perbukitan sekitar yang mengelilinginya. Wilayah telaga Semurup sering dimanfaatkan pengunjung sebagai tempat berkemah, terletak di pegunungan Dieng.

Pamandnagan menuju ke lembah sumurup yang dilihat dari Bukit Pangonan
Pamandangan menuju ke lembah sumurup yang dilihat dari Bukit Pangonan. Sumber foto: http://obyekwisatadieng.com

Sementara itu, beberapa wisata budaya yang dimiliki oleh desa Dieng Kulon adalah:

  • Pentas Budaya Ruwatan Rambut Gembel  atau Dieng Culture Festival
    Ruwatan rambut gembel khas desa wisata Dieng ini biasanya dilaksanakan pada bulan Juli. Ritual ini adalah untuk mencukur anak rambut gembel, setelah ritual ini selesai bisanya akan diadakan pentas seni

Ruwatan Rambut Gembel
Ruwatan Rambut Gembel. Sumber foto: http://banggaaindonesia.blogspot.co.id

  • Batik Kayu Dewa
    Pembatikan kayu ini unik disebabkan kayu untuk sarana membatik adalah kayu asli desa Dieng seperti kayu cemeti,  Pringgondani, Tengsek dan lain sebagainya.

Batik Kayu Dewa, Wayang kayu oleh-oleh Dieng
Batik Kayu Dewa, Wayang kayu oleh-oleh Dieng. Sumber foto: http://www.direktorijateng.com

  • Kehidupan Budaya dan Agrowisata Masyarakat Dieng
    Wisata ini merupakan wisata yang menarik karena menyuguhkan tradisi dan adat istiadat masyarakat Dieng.

Agrowisata Tambi, Dieng
Agrowisata Tambi, Dieng. Sumber foto: http://www.wisata-dieng-wonosobo.com

  • Wisata Kuliner Khas Dieng
    Wisata kuliner suatu daerah selalu menjadi bahan ingatan yang kental saat kita berkunjung ke suatu wilayah. Begitupun desa Dieng memiliki keripik kentang, purwaceng, manisan carika, sela carika, grobi kentang dan lain sebagainya

Carica Dieng, salah satu kuliner khas Dieng
Carica Dieng, salah satu kuliner khas Dieng. Sumber foto: http://jualcarica.com/

  • Miniatur Candi Dieng
    Miniatur Candi Dieng yang dibuat oleh masyarakat juga tidak kalah menarik dengan wisata alam lainnya. Miniatur candi ini terbuat dari gipsum dan kayu

Miniatur Candi Dieng
Miniatur Candi Dieng. Sumber foto:http://hellosemarang.com

  • Wisata Petualangan
    Petualangan yang ditawarkan desa Dieng Kulon adalah flying fox. Permainan ini hanya untuk mereka yang memiliki jiwa keberanian.

Flying Fox Dieng Theater
Flying Fox Dieng Theater. Sumber foto: http://www.imgrum.org/user/wonosobozone/2085888823

3. Desa Wisata Panglipuran Bangli di Bali

Suasana asri di jalan utama Desa adat Penglipuran
Suasana asri di jalan utama Desa adat Penglipuran. Sumber foto:http://www.mongabay.co.id

Desa Wisata Penglipuran Bangli,Bali
Desa Wisata Penglipuran Bangli,Bali. Sumber foto: http://baliinspirasi.com

Hutan Bambu di Desa Bangli
Hutan Bambu di Desa Bangli. Sumber foto: http://bali.panduanwisata.id

Desa Panglipuran Bangli yang tepatnya berada di wilayah Bali juga merupakan salah satu desa wisata Indonesia yang mendapatkan penghargaan CBT versi ASEAN dan juga penghargaan Kalpataru.

Hingga saat ini, penduduk Desa Penglipuran Bali tetap mempertahankan tradsi dan budayanya. Jika memasuki Desa Panglipuran Bali, Anda akan terkejut karena sepeda motor dan mobil dilarang masuk ke desa ini. Selain itu, suasana harmoni sangat kental terasa. Rumah-rumah penduduk tertata rapi antara satu dengan yang lainnya. Ciri khas yang sangat menonjol dari bangunan tradisional di desa Panglipuran adalah arsitekturnya yang hampir sama persis. Penataan fisik desa mengikuti filsafat yang mereka pegang, yaitu Tri HitaKarana; harmonisasi hubungan antara manusia dengan sesama, manusia dengan lingkungan dan manusia dengan Tuhan.

Selain itu, Desa Panglipuran juga terasa asri, sejuk dan segar karena berada 700 m diatas permukaan tanah. Suasana alami sangat terasa karena karena penduduk desa Penglipuran Bangli memiliki tradisi menghormati alam. Tidak semua lahan desa digunakan sebagai rumah pendusuk. Sekitar 40% masih berupa hutan bambu. Bahkan menebang pohon bambu tidak boleh sembarangan dilakukan, tanpa ijin dari tokoh masyarakat setempat.

Nah, tertarik untuk mengunjungi tiga desa wisata Indonesia terkenal ini? Coba saja, Anda tidak akan menyesal setelah melaluinya.