Eatalia for Those who Crave Italian Food

Eatalia
pic: Hugography

Sebuah bangunan dengan dinding batu bata bercat putih tanpa plesteran menyambut saya tatkala saya mendatangi cafe Eatalia siang kemarin. Hanya ada dua mobil lain di halaman parkirnya dan keduanya bukan mobil kawan saya. Jam baru menunjukkan pukul setengah dua belas kurang. Ah, ternyata memang saya tiba lebih cepat dari appointment kami. Saat saya melangkah masuk ke dalam, seketika saya langsung berpikir, “Wow, kayaknya bakalan asyik nih suasananya di malam hari!”. Penerangan yang minim dan meja-meja kayu menjadikan suasana terasa teduh. Kandelar-kandelar kristal bergantungan di langit-langit. Ah, di malam hari, suasana di Eatalia pasti sangat romantis!

eatalia017 (1)
pic: hugography

Saya sudah menyadari keberadaan café Eatalia sejak penghujung 2014, namun baru kemarin saya bisa datang ke sana. Café Eatalia yang berlokasi di Jalan Lengkong Besar 45 ini memang baru buka di akhir tahun 2014. Bahkan sebenarnya hingga kemarin mereka belum grand opening, lho! Saya memang seorang pecinta pasta. Karena itulah, sejak melintasi Jalan Lengkong Besar dan melihat plangnya yang bertuliskan Eatalia Italian Delight, saya sudah penasaran kepingin mencoba makan di sini. Saya bertambah semangat saat teman saya memberitahu bahwa pasta di Eatalia rasanya enak.

Seorang waiter lalu menyiapkan meja di area non smoking dan menyodorkan daftar menu. Namun, karena teman saya belum tiba, saya memutuskan untuk memesan secangkir cappuccino terlebih dahulu. Saya memesan cappuccino – dan bukannya minuman lain – hanya karena cappuccino cukup identik sebagai minuman khas Italia. Jadi, saya sedikit berekspektasi cappuccino di Eatalia ini memiliki kenikmatan level Italia. Hehe.

Cappuccino (pic: marchaela)
Cappuccino (pic: marchaela)

Hidung saya membaui harum kayu manis saat cappuccino saya diantarkan. Jarang-jarang saya menjumpai cappuccino yang wangi kayu manis. Namun saat saya menyesapnya, aroma kayu manisnya tidak terasa. Taste-nya terasa lebih pahit dibandingkan cappuccino yang umumnya saya minum. Hmm, mungkin itulah sebabnya mereka menyediakan satu sachet brown sugar dan satu sachet krimer.

Felisiana favorite (pic: marchaela)
Felisiana favorite (pic: marchaela)

Tak lama kemudian, kedua teman saya pun datang. Syukurlah! Perut saya mulai keroncongan soalnya. Tentu saja saya memesan pasta sementara teman saya memesan pizza. Pilihan pasta saya jatuh pada Felisiana Favorite, yaitu spaghetti dengan creamy passata dan sautee chili garlic prawns. Passata ini adalah saus tomat Italia. Saya terbelalak saat Feliasana Favorite tersebut ditaruh di hadapan saya. Porsinya besar! Teman saya pun tak berlebihan. Rasa masam tomat menjadikan Felisiana Favorite ini terasa segar. Ada sedikit rasa pedas dengan bau rempah yang cukup kuat. Felisiana Favorite ini terasa sempurna dengan udang-udang gemuk yang terasa juicy. Delizioso

penne ambrusco (pic: jacquesvictor)
penne ambrusco (pic: jacquesvictor)

Selain Felisiana Favorite, menu pasta yang recommended di Eatalia adalah Penne Ambrusco. Pasta penne dimasak dengan grilled chicken dan irisan bacon yang terasa crunchy. Sausnya unik karena menggunakan alpukat dan white cream sauce. Dengan kisaran harga antara Rp 42.500 – Rp 70.000, saya rasa pasta di Eatalia tidak terlalu mahal dengan ukuran porsinya yang besar.

The Oikers (pic: hugography)
The Oikers (pic: hugography)

Sementara teman saya memilih menu pizza The Oikers. Pizza di Eatalia ini agak tebal dengan tekstur yang garing pada bagian pinggirnya. The Oikers ini menggunakan topping udang, dengan bawang bombay segar dan parsley dengan saum asam manis. Yummy! Oh, ya, kami menunggu cukup lama sebelum pizzanya datang karena katanya mereka harus menunggu adonan rotinya mengembang terlebih dahulu.

vanilla green tea
vanilla green tea (pic: marchaela)

Salah satu menu di Eatalia yang bikin penasaran adalah sweet pizza. Penampakan menu ini di instagram terlihat begitu menggiurkan. Setelah sekitar satu jam dan rasa kenyang tak lagi mendera, saya memesan Vanilla Green Tea sweet pizza. Sweet pizza ini ternyata agak mirip dengan pancake. Green Tea-nya cukup terasa. Vanilla Green Tea ini disajikan dengan satu scoop es krim vanilla dan sebutir buah cherry. Menu sweet pizza ini lebih cocok untuk menjadi dessert yang disantap bersama-sama. Dua slices pun sudah terasa sangat cukup untuk saya. Kecuali jika Anda menyantap sweet pizza ini dalam keadaan lapar ya. Hahaha.

Dragon Sky (pic: Hugography)
Dragon Sky (pic: Hugography)
Green Island (pic: hugography)
Green Island (pic: hugography)

Untuk minumannya, kalau Anda mau mengirit, Anda bisa memesan satu pot teh yang bisa diminum bersama-sama. Satu pot hanya seharga Rp 20.000,00 dan boleh di-refill. Namun, kalau Anda menginginkan minuman yang lebih sedap, Eatalia memiliki menu minuman soda. Ada Dragon Sky yang berwarna merah cantik dengan potongan-potongan buah naga. Juga ada Green Island dengan satu scoop es krim strawberry.

Secara keseluruhan, Eatalia adalah salah satu cafe/resto yang bakalan masuk dalam list café/resto favorit saya. Apalagi kalau saya sedang ngidam pasta. Selain rasa makanannya enak, tempatnya pun asyik untuk bersantai dan ngobrol-ngobrol. Saya bahkan tidak sadar melewatkan waktu hingga 4 jam di Eatalia. Hehehe…

Bagi Klikers yang tertarik, Eatalia buka setiap hari mulai pukul 10.00 – 22.00.

Marchaela

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *