Pasti Kamu Baru Tahu Fakta Biru Kalibiru Kulon Progo Ini!

Kali ini, kendaraan saya arahkan ke Kalibiru, Kulon Progo. Saya ingin menikmati birunya Kalibiru di sore hari. Terletak di  Desa Hargowilis, Kecamatan Kokap, Kabupaten Kulon Progo, Yogyakarta obyek wisata top ini berjarak kurang lebih 40 km dari Jogja. Pada ketinggian 450 mdpl, dengan dikelilingi hutan dan pegunungan, Kalibiru menjadi cukup berangin dingin pada sore hari.

Kalibiru di sore hari.
Kalibiru di sore hari.

Dibangun atas inisiatif masyarakat lokal di sekitar hutan negara yang berkeinginan agar hutan tetap tumbuh hijau, sejuk, dan lestari, daerah ini dikelilingi hutan lindung dan merupakan daerah perbukitan. Ada sejarah yang menarik sampai Kalibiru menjadi hutan kemasyarakatan. Awalnya hutan sekitar sudah diekplorasi terlalu berlebihan tanpa memperhatikan fungsi utama hutan. Atas kesadaran yang tinggi akan fungsi utama hutan itulah membuat masyarakat kemudian bekerja sama dengan LSM lokal dan pemerintah mengembalikan kawasan ini menjadi kawasan yang layak untuk dilestarikan. So, cus mari lanjutkan.

Anda bisa menggunakan motor atau mobil untuk ke sini, tapi lebih baik jangan bis. Maklum, ini adalah daerah perbukitan. Banyak tanjakan curam, jalan cukup sempit, dan tikungan tajam. Untuk sampai Kalibiru bisa melalui 2 rute. Rute Sermo dan rute Clereng. Jalan di kedua rute ini rata-rata sudah beraspal. Saya sering ikuti jalur Clereng, karena jarak tempuhnya lebih dekat dari tempat saya tinggal. Untuk jalur Sermo, Anda bisa mengikuti rute Jogja-Godean-Wates-Waduk Sermo-Kalibiru. Selama 1 jam perjalanan, ketika sudah keluar dari jalur utama menuju Kalibiru, Anda bisa menghirup udara segar dari pemandangan hijau hutan lindung.

Harga tiket masuk Kalibiru per orang Rp 5000 (Mei 2016). Dan tentu saja, kaki ini sudah tidak sabar berjalan naik sekitar 150-an meter menuju menara spot foto panggung pohon Kalibiru yang top banget itu. Tapi jangan salah lho. Untuk naik ke spot foto ini saking banyaknya orang yang mau foto di situ, ya kita harus ngantri cukup lama. Saya sendiri karena datang pas weekend jadi harus menunggu 1 jam untuk mengantri!!. Ini saja sudah cepat lho. Karena ada yang ngantri sampe 3 jam hanya untuk bisa foto di rumah pohon itu. Fiuhhhh…. Dan karena mengantri itulah, per orang hanya boleh fota-foto di sini paling lama 5-10 menit, tergantung panjangnya antrian. Makin sedikit antrian, makin lama Anda boleh foto-foto gaya sesuka Anda. Dari atas panggung pohon, kita bisa menikmati indahnya perbukitan Menoreh yang hijau, panorama Waduk Sermo, serta indahnya Gunung Kukusan dan Gunung Ijo.

Pose melompat di atas menara pohon, jarang 'kan?
Pose melompat di atas menara pohon, jarang 'kan?

O, ya, ada fakta-fakta yang jarang ditulis di review atau blog lain. Fakta bahwa panggung pohon untuk foto ini bukan hanya satu, tapi ada dua. Pertama, panggung pohon yang lebih tinggi, bayarnya 35 ribu, sudah termasuk foto di jembatan gantung, flying fox, dan di panggung pohon tinggi itu sendiri. Kemudian harus paket bayarnya (tetap 35 rb), walaupun cuma mau foto di rumah pohon doang. Fiuhhhh lagiii… Memang sih antriannya lebih sedikit, karena lebih mahal. Dan panggung pohon kedua yang lebih rendah posisinya, kita hanya membayar 10 rb per orang dan antriannya lebih panjang, pasti karena lebih murah lah ya. Saya sih milih yang panggung pohon kedua aja deh. Jika hendak menggunakan jasa tukang foto dengan kamera DSLR yang pasti stand-by di situ, kita harus membayar 5 rb per foto. Tapi kalau Anda difoto teman atau pakai kamera sendiri, ya ‘nggak perlu bayar.  Nah, jika memakai jasa foto DSLR, hasil fotonya akan diberikan tukang foto dalam bentuk file. Biasanya mereka akan memindahkan foto Anda lewat kabel USB atau card reader yang mereka sediakan. Dannn… untuk mengambil hasil foto jasa tukang foto  DSLR itu, Anda harus mengambil minimal 3 foto, alias harus membayar minimal 15 ribu. Alamaakkkk..! .Kalau perginya bareng teman, ya mending difoto teman aja deh. Memang sih pakai jasa foto lebih bagus hasilnya karena tukang foto punya kamera DSLR yang bagus. Well…sekarang tergantung kita mau hasil bagus atau cukup pake kamera HP aja udah puas?!…Jadi untuk berfoto saja Anda bayar 10 rb, untuk ambil foto Anda harus membayar 15 ribu, maka total pengeluaran untuk foto di panggung pohon saja minimal 25 ribu. Baiklah saya agak "membiru" di sini memikirkan harga foto-foto. Itu belum di spot foto lain, belum jajan, belum parkir (motor 2 rb, mobil 5 rb). Hiksss….

Untuk berfoto di panggung pohon ini, Anda harus memakai tali dan aksesoris pengaman khusus untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan mungkin karena Anda bergerak terlalu lincah atau angin meniup terlalu kencang. Nah, biar gak kelihatan talinya ya, pandai-pandailah berpose menutupnya. Emang sih keliatan jelek, tapi demi keamanan sendiri ya cuek ajalah..

Ini nih jalur tracking yang bisa dibilang aman lah.
Ini nih jalur tracking yang bisa dibilang aman.

Selain panggung pohon, fasilitas yang disediakan obyek wisata Kalibiru ada juga gardu pandang, lokasi outbond, jalur tracking, flying fox (bayar 15 rb per orang), warung makan, toilet umum (bayar juga tapi 'nggak tahu berapa karena saya tidak ke toilet), mushola, penginapan 6 pondok dan ojek motor menuju lokasi wisata dari tempat parkir mobil/motor jika Anda merasa kewalahan untuk mendaki tanjakannya. Harga ojek di sini Rp 5000. Tersedia ojek karena jalan menuju spot-spot foto tadi menanjak dan mungkin akan tidak nyaman buat pengunjung yang tidak biasa dengan tanjakan tajam seperti itu. Untuk orang yang lanjut usia, ojek seperti ini sangat membantu.

Jalan dari dan menuju parkiran motor dan mobil di Kalibiru.
Jalan dari dan menuju parkiran motor dan mobil di Kalibiru.

Nah, kalau sudah lapar naik turun tangga, foto-foto, kita bisa singgah di warung-warung yang menyediakan berbagai cemilan, kopi, teh, air mineral, mi instan, soto dan makanan hangat lainnya. O ya, Kalibiru buka jam 8 pagi hingga 5 sore setiap harinya. Jika sedang ramai, bisa sampai jam ½ 6 sore. Sudahlah… kalau mau lama foto-foto di sini mending datang pagi-pagiiii sebelum jam 8 supaya bisa pose sakenake dewe. Eh tapi belum buka kali ya? Hmm.  Atau… kalau mau, Anda juga bisa menginap di pondok penginapan Kalibiru. Ada 6 pondok yang tersedia sementara ini. Harganya 300 rb per malam dan bisa dipenuhi maksimal 10 orang. Tiga ratus ribu per malam untuk 10 orang ya murah lah.. Makanya kalau mau menginap jangan sedikit orang. Rugiii.. Kata pengelola, mahasiswa dan jemaat gereja biasa nginap di sini untuk acara-acara mereka. Tapi, itu harga belum termasuk makan lho yaa.. Kalau mau beli atau cari makan sendiri ya monggo. Kalau dipikir-pikir, 10 orang 1 rumah, tanpa dipan, alias tiduran di  tikar, bisa kali yaa kalau mau menikmati atmosfer desa dan alam Kalibiru. Lebih baik bawa selimut sendiri, atau bantal leher supaya lebih nyaman. Ahhh…kalau 'nggak "membiru" karena memikirkan harga foto2 di Kalibiru mungkin lebih lelap tidurnya. Ya sudah relakanlah..relakanlahhh…

Kalau sudah lihat begini mungkin lupa kali ya soal fakta biru Kalibiru. Relakanlahhhh...
Kalau sudah lihat begini mungkin lupa kali ya soal fakta biru Kalibiru. Relakanlahhhh…

(Jaclyn Litaay)

 

Baca juga: 10 Tempat Wisata Alam Kulonprogo Selain Pantai

2 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *