Cantiknya Maria Assumpta di Goa Maria Kerep Ambarawa

Dalam menjalani kehidupan sehari-hari, tak jarang kita merasa jenuh, penat. Namanya hidup, masalah pun pasti selalu ada. Secara umum, saya melihat ada dua pilihan bagi manusia untuk mengatasi penat dan peliknya hidup. Pertama, refreshing dengan berbagai cara. Mulai dari berlibur, main games, hingga menenggak cocktail di lounge. Sedangkan pilihan kedua adalah dengan mendekatkan diri dengan Sang Khalik. Ah, saya lebih suka cara yang kedua. Jika pikiran sudah penat, saya senang berziarah. Toh, ziarah jaman sekarang pun kerap dikemas dengan unsur rekreasi. Tak heran muncullah istilah “ziarek” alias “ziarah rekreasi”. Salah satu tempat yang menyenangkan untuk ziarek adalah Goa Maria Kerep Ambarawa.

Pintu Gerbang Goa Kerep (pic from google)
(pic from google)

Sejak tahun 2015 kemarin, Goa Maria Kerep Ambarawa ini menjadi ramai dikunjungi wisatawan. Pasalnya, di Goa Maria Kerep Ambarawa ini dibangun patung Bunda Maria Assumpta yang merupakan patung Bunda Maria tertinggi di dunia. Patung Bunda Maria Assumpta ini memiliki tinggi total 42 meter. Patung ini merupakan buah karya R. A. Nugroho Adi Prabowo yang merupakan seniman asli Ambarawa. Bapak Adi pula yang membuat patung-patung di Taman Doa Goa Maria Kerep Ambarawa. Saya pun tak mau ketinggalan. Tak puas hanya memandangi foto-foto megahnya patung Maria Assumpta, saya pun mendaftarkan diri mengikuti acara ziarek ke Jawa Tengah, di mana salah satu destinasinya adalah Goa Maria Kerep Ambarawa.

pic from google
pic from google

Waktu itu, saya berangkat dari Bandung menuju Ambarawa dengan menggunakan bus. Saya tiba di Ambarawa saat hari masih pagi. Goa Maria Kerep Ambarawa ini terletak di Jl. Tentara Pelajar, Kerep, Kelurahan Panjang, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang. Dari arah Semarang, jaraknya hanya 900 meter dari jalan raya Semarang. Jalan masuknya tidak terlalu besar. Bus tak dapat masuk dan harus parkir di seberang jalan. Saya dan rombongan pun meneruskan perjalanan dengan angkot carteran. Saat hampir tiba, saya bisa melihat patung Bunda Maria Assumpta menjulang di kejauhan. Pertama tiba, saya sarapan nasi rames di salah satu rumah makan yang ada di seberang kompleks Goa Maria Kerep Ambarawa.

Taman Doa
Taman Doa

Kompleks Goa Maria Kerep Ambarawa ini ternyata sangat luas. Terdiri dari bangunan kapel, Goa Maria, Taman Doa, Ruang Adorasi, dan juga Jalan Salib. Adapun patung Bunda Maria Assumpta berada di area depan. Saya sangat senang dengan Taman Doa. Taman ini sangat luas dan asri. Ada jalan-jalan setapak sehingga kita tak perlu menginjak-injak rumput hijau yang rapi.

Patung yang menggambarkan peristiwa Pembaptisan Yesus
Patung yang menggambarkan peristiwa Pembaptisan Yesus

Di tengah-tengah rerumputan, kita akan menjumpai patung-patung yang menggambarkan perjalanan hidup Yesus. Ada patung yang mengisahkan peristiwa penggadaan roti (5 roti dan 2 ikan). Lalu ada patung-patung yang menggambarkan mujizat Perkawinan di Kana. Bahkan, patung peristiwa Pembaptisan Yesus berposisi di tengah-tengah kolam. Patung-patungnya sangat indah dan tamannya pun begitu asri dengan berbagai jenis tanaman. Rasa-rasanya, saya pun lebih banyak berfoto-foto di Taman Doa daripada berdoa.

Goa Maria Kerep Ambarawa
Goa Maria Kerep Ambarawa

Saya baru bisa konsentrasi berdoa saat saya sudah berada di area Goa Maria. Ada sedikit sejarah yang melingkupi pembangunan Goa Maria Kerep Ambarawa ini. Goa Maria Kerep Ambarawa ini diresmikan pada tanggal 15 Agustus 1954. Tahun 1954 merupakan tahun yang istimewa karena merupakan peringatan 100 tahun Dogma “Maria Dikandung Tanpa Noda”. Kala itu, seorang pengelola perkebunan berkewarganegaraan Belanda mempersembahkan tanah dan rumahnya kepada Gereja. Awalnya, tanah dan rumah tersebut diberikan kepada Kongregasi Bruder Para Rasul atau Bruder Apostolik. Kongregasi ini didirikan oleh Mgr Albertus Soegijapranata yang beranggotakan orang-orang pribumi. Namun, kongregasi ini lama-kelamaan tidak ada peminatnya sehingga akhirnya dibubarkan. Di tanah biara inilah Goa Maria Kerep Ambarawa ini didirikan. Para siswa sekolah guru yang tinggal di Asrama Bruderan dan Susteran Ambarawa ikut membantu pembangunan Goa Maria. Mereka bergotong royong mengumpulkan batu kali dari Sungai Panjang. Konsep bangunan Goa Maria-nya mengacu pada Goa Maria Lourdes. Menatap Patung Bunda Maria tanpa mahkota nampak begitu bersahaja. Suasana yang hening membuat saya dengan mudah terlarut dalam doa-doa yang saya panjatkan.

Patung Peristiwa Penyaliban
Patung Peristiwa Penyaliban

Tak jauh dari Goa Maria, ada salib Yesus berukuran besar, kira-kira seukuran manusia. Saya tak berlama-lama berdoa di sana karena hawa matahari terasa mulai menyengat kepala. Saya lebih memilih untuk kembali berdoa di area yang menggambarkan peristiwa penyaliban Yesus. Salah satu hal yang membuat saya terkesan atas patung-patung Yesus di Goa Maria Kerep Ambarawa ini adalah ukurannya yang serupa dengan ukuran manusia, dengan warna-warna yang cerah dan bentuk yang detil sehingga patung lebih tampak hidup. Sisa-sisa puntung lilin yang telah padam membuat saya paham, telah begitu banyak yang datang untuk memanjatkan doa. Ah, memang kepada siapa lagi kita harus mengadukan segenap kegelisahan hati jika bukan kepada-Nya?

Salib Yesus
Salib Yesus

Bagi Anda yang menyenangi doa meditatif, Anda bisa berdoa di dalam Ruang Adorasi di mana Sakramen Mahakudus ditahtakan. Waktu itu, saya tidak masuk ke dalamnya. Terus terang, saya agak ribet harus membuka sneakers saya.

Cantiknya Patung Bunda Maria Assumpta

Mari sejenak kita kembali membahas daya tarik utama dari Goa Maria Kerep Ambarawa ini, yaitu Patung Bunda Maria Assumpta. Patung Bunda Maria tertinggi di dunia ini diresmikan oleh (alm) Mgr Yohanes Pudjasumarta pada 15 Agustus 2015 silam. Adapun patung ini terbuat dari bahan pasir silica dengan campuran resin, dan kerangka dari besi baja.

Patung Maria Assumpta
Patung Maria Assumpta

Jangan hanya puas dengan berfoto bersama patung megah ini. Namun mendekatlah, dan perhatikan detilnya. Saya sempat berjalan berkeliling untuk mengamati lukisan di dinding tiang penopang patung. Rupanya, lukisan-lukisan tersebut menggambarkan sapta duka Bunda Maria. Sapta kedukaan itu adalah nubuat Simeon, pengungsian keluarga kudus ke Mesir, Yesus ditemukan di Bait Allah, Maria berjumpa dengan Yesus dalam perjalanan ke Kalvari; Maria berdiri di kaki Salib Yesus, Maria memangku jenazah Yesus, dan Yesus dimakamkan.

Patung Bunda Maria Assumpta ini berhiaskan mahkota keemasan menunjukkan kemuliaan Bunda Maria menjadi harapan di tengah kehidupan yang suram. Bunda Maria mengenakan kerudung biru yang melambangkan kebijaksanaan Ilahi. Jubahnya berwarna putih tulang melambangkan ketidaksempurnaan kita sebagai manusia. Tangan Bunda terkatup di dadanya, sebagai lambang kesetiaannya kepada Allah. Bunda Maria ini bertahtakan awan-awan di mana ada tiga malaikat kecil di antara awan-awan. Ini melambangkan peristiwa Bunda Maria diangkat ke surga (Assumpta). Ada tujuh pilar putih emas yang menyangga Patung Bunda Maria. Tujuh Pilar ini pun melambangkan sapta duka Bunda Maria. Adapun Patung Bunda Maria ini menghadap ke timur, yaitu arah matahari terbit. Ini menjadi lambang Bunda Maria menyinari semua orang, baik orang jahat maupun baik. Jika kita perhatikan, kita juga akan melihat ada motif batik pada bagian lengan dan bagian bawah jubah Bunda Maria.

Sebaiknya, Anda mengunjungi patung Bunda Maria Assumpta ini saat hari masih pagi. Letak patung yang di area terbuka membuat suasana terasa begitu terik di siang hari. Anda tak akan bebas menikmati kecantikan Bunda Maria di tengah silaunya matahari. Sebagai orang Indonesia, saya berbangga bahwa kita memiliki Patung Bunda Maria tertinggi di dunia. Siapa pun boleh datang berkunjung ke sini, apapun agama yang Anda anut. Datang untuk semata rekreasi pun tak masalah. Hanya, ingatlah bahwa ini adalah tempat ibadah. Gunakanlah pakaian yang sopan dan berperilaku santunlah agar tidak mengganggu mereka yang berziarah. 

 

(marchaela)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *