Gurihnya Gudeg Ceker Margoyudan Solo

Seperti kita ketahui, gudeg atau dalam laval Jawa menyebutnya gudheg adalah makanan khas Jogja. Namun, sedapnya gudeg di Solo ini tak kalah dari tempat asalnya. Selain rasanya yang sedikit lebih asin, yang membedakan gudeg Solo dengan gudeg Jogja adalah ada tambahannya, yakni rendang cakar ayam. Maka lebih dikenal dengan gudeg ceker.


Jika Klikers sedang ada acara atau liburan di Solo, salah satu warung recomended untuk dikunjungi adalah warung gudeg Bu Kasno atau yang lebih dikenal dengan warung Gudeg Ceker Margoyudan. Namun, yang perlu diketahui adalah, Klikers harus datang lebih awal di warung ini, apalagi jika musim liburan. Bukan tidak mungkin bakal tidak kebagian tempat duduk dan harus sabar antre berdiri bak antre sembako. Apesnya lagi kalau begitu sampai di warung semua menu sudah habis.

gudeg cekerUntuk mencoba menu di warung Bu Kasno ini, Klikers harus rela bangun tengah malam terlebih dahulu, kalau betah ya begadang dulu karena warung ini sudah mulai dhasaran (menyiapkan warung) sekitar pukul 01.00 WIB, di mana kita sedang ngantuk-ngantuknya dan lelap tertidur.

Pengalaman berwisata kuliner antara tengah malam dan subuh ini dirasakan saudara saya dari Jakarta. Waktu itu, ia bermalam di Riyadi Palace Hotel yang terletak di Jl. Brigjen Slamet Riyadi No 335. Kami asyik ngobrol di hotel, berlama-lama sampai perut ini berbunyi laiknya ayam berkokok, kukuruyukkk… Nah, saat itulah muncul ide untuk menjajal gudeg ceker yang selama ini hanya ia ketahui lewat tayangan-tayangan di televisi.

Seketika itulah, kami langsung tancap gas meluncur ke Jalan Monginsidi, tepatnya di kawasan Margoyudan, Banjarsari, Solo, lebih tepatnya lagi di sebelah kanan Gereja Kristen Jawa (GKJ) Margoyudan. Sampai di lokasi, tempat yang kami tuju masih gelap tapi sudah banyak kendaraan, terutama mobil berplat nomor luar Solo diparkir berjajar.

gudeg ceker margoyudan solo

Satu-persatu pegawai warung menata tempat duduk, meja, tenda, menyalakan lampu. Tak lama kemudian para calo pembeli ini sudah rebutan tempat duduk untuk antre, khususnya tempat duduk yang berdekatan dengan tempat di mana menu-menu itu ditaruh. Kalau tidak, bakal terjejal antrean yang pelan-pelan berdiri mendekat untuk memesan makanan.

IMG_20150102_140757

Setelah semuanya siap, Bu Kasno pun mulai duduk, satu persatu pembeli bersahutan, ada pula yang langsung memesan sepuluh porsi untuk satu rombongan. Bukan hanya gudeg dan ceker, para pembeli pun juga tak sedikit memesan menu-menu tambahan, seperti bubur lemu. Entah kenapa disebut bubur lemu, yang jelas menu satu ini sebenarnya sama juga dengan nasi gudeg, bedanya cuma nasinya diganti dengan bubur. Ada pula yang pesan opor ayam, bahkan ada pula yang cuma pesan ceker ayam.

gudeg margoyudan

Meskipun ada variasi menu tambahan, gudeg ceker lah yang menjadi favorit. Biasanya para pembeli menikmatinya secara terpisah, menghabiskan gudeg ceker dulu, baru menyantap ceker yang disajikan dalam satu piring tersendiri. Rasanya, bukan main gurihnya. Daging dan tulangnya sama-sama lunak.

Untuk satu porsi gudeg ceker di warung ini harganya bervariasi mulai Rp 8.000 hingga Rp 10.000-, tergantung menu tambahannya, telur cokelat, ceker, kepala ayam, dada ayam, atau sayap? Bisa juga memesan untuk dibungkus.

gudeg ceker margoyudan

Adapun warung ini sebenarnya paling mudah dan dekat dijangkau adalah jika Klikers menginap di Grand Orchid Hotel Solo. Dari hotel Anda bisa meluncur kea rah utara atau arah Stasiun Balapan, kemudian lurus hingga trafick light kedua, setelah trafick light kedua itulah terdapat trotoar tempat di mana Bu Kasno menjual gudeg. Sedangkan dari Omah Sinten, Anda cukup mengitari separuh benteng Pura Mangkunegaran hingga pertigaan jembatan arah Pasar Legi, kemudian lurus ke arah utara hingga trafick light pertama kemudian belok kanan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *