Indahnya Panorama Keraton Ratu Boko

pic from asiaforvisitors.com

Nama Candi Prambanan dan legenda Loro Jonggrang-nya pasti sudah akrab di telinga Klikers. Tapi mungkin belum banyak di antara kita yang sudah pernah mendengar atau mengunjungi Keraton Ratu Boko. Situs Keraton Ratu Boko memang tidak setenar Candi Prambanan ataupun Candi Borobudur, padahal situs ini sudah ada sebelum Candi Prambanan dan Candi Borobudur didirikan. Padahal, sangat sayang untuk melewati keindahan panorama situs yang satu ini. Spot-spotnya yang indah membuat Keraton Ratu Boko ini sering dipakai untuk lokasi shooting iklan ataupun untuk prewedding. Tertarik untuk menyimak lebih jauh?

Ratu BokoKeraton Ratu Boko terletak tidak jauh dari Candi Prambanan, kurang lebih sekitar 3KM arah selatan Candi Prambanan. Situs ini terletak di atas sebuah bukit dengan ketinggian 195,97 mdpl di Desa Bokoharjo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Hingga kini sebenarnya masih menjadi misteri siapa yang membangun situs Keraton Ratu Boko ini.  Keraton Ratu Boko merupakan peninggalan Kerajaan Mataram dari abad ke-8. Berdasarkan sejarah, Keraton Ratu Boko dahulu digunakan pada masa dinasti Syailendra sebelum masa Raja Samaratungga (pendiri Candi Borobudur) dan Rakai Pikatan (pendiri Candi Prambanan).

Di situs ini pernah ditemukan prasasti yang dikeluarkan oleh Rakai Panangkaran pada tahun 746-784 Masehi. Dari prasasti ini diketahui bahwa bangunan Candi Boko ini dulunya disebut Abhayagiri Wiraha. Abhaya berarti tidak ada bahaya, giri berarti gunung/bukit, dan wihara berarti asrama atau tempat. Maka Abhayagiri Wihara berarti asrama atau wihara bagi para biksu Buddha yang terletak di sebuah gunung yang penuh dengan kedamaian (tidak ada bahaya). Pada masa selanjutnya, antara tahun 856-863 Masehi, Abhayagiri Wihara diubah namanya menjadi Keraton Walaing dan juga benteng pertahanan oleh Raja Vasal (bawahan) yang bernama Rakai Walaing Pu Kumbayoni. Prasasti Siwagrha menyebutkan tempat ini sebagai benteng pertahanan yang terdiri atas tumpukan beratus-ratus batu oleh Balaputra. Dari abad 10 hingga abad 16 tidak ada berita yang terkait dengan Keraton Walaing ini.

pic from asiaforvisitors.comKisahnya lalu berlanjut ke 90 tahun kemudian. Pada tahun 1790, Van Boeckholtz menemukan adanya reruntuhan kepurbakalaan di situs Keraton Ratu Boko ini. Seratus tahun kemudian, FDK Bosch mengadakan penelitian dan melaporkan hasil penelitiannya yang diberi judul Kraton Van Ratoe Boko. Sejak itulah situs itu dikenal dengan nama Keraton Ratu Boko. Nama Keraton Ratu Boko sendiri berasal dari kata Keraton yang artinya istana raja dan Ratu Boko yang berarti Raja Bangau. Legenda setempat menuturkan bahwa Ratu Boko adalah ayah dari Loro Jonggrang. Konon, di daerah itu dulunya terdapat banyak burung bangau.

Keraton Ratu Boko ini memiliki luas sekitar 25 ha dengan banyak bangunan di dalamnya. Nah, Klikers bisa lihat denahnya di bawah ini:

peta keraton ratu boko
Denah Keraton Ratu Boko

1.       Tempat parkir             2.       Toko Cendera mata       3.       Plaza Andrawina

4.       Kedai Pereng Boko     5.       Kantor                              6.       Area Kemah

7.       Pusat Informasi          8.       Gerbang                           9.       Candi Pembakaran

10.   Alun-alun                    11.   Batur Paseban                12.   Pendapa Keraton

13.   Keputren                    14.   Gua                                   15.   Gardu Pandang (Panorama View)

Gerbang pada Keraton Ratu Boko terdiri dari beberapa gerbang paduraksa (gerbang dengan atap). Nah, jika kita berjalan ke sebelah kiri dari gerbang utama ini, kita dapat menemukan sebuah jalan menuju puncak bukit. Dari puncak bukit sini kita dapat melihat pemandangan Candi Prambanan, Gunung Merapi dan Gunung Merbabu.

Candi pembakaran
Candi pembakaran

Candi Pembakaran konon digunakan sebagai tempat pembakaran mayat. Di sudut tenggara dari Candi Pembakaran ini terdapat sebuah sumur tua yang bernama Amerta Mantana (artinya: air suci yang sudah diberi nama). Air dari sumur ini sering digunakan untuk ritual keagamaan.

Paseban adalah kata dalam bahasa jawa yang berarti tempat untuk menghadap raja. (seba = menghadap). Paseban ini terletak tidak jauh dari kompleks pendopo.

kolam pemandian keputren
kolam pemandian keputren

Kawasan Keputren dulunya adalah tempat tinggal para putri-putri raja.  Berupa sebuah bangunan yang tinggi, dan di bagian yang lebih rendah terdapat sebuah kolam pemandian tempat mandi para putri raja dan dayang-dayangnya.

Sementara goa terdiri dari dua buah gua, yaitu Gua Lanang yang digunakan sebagai tempat meditasi laki-laki dan Gua Wadon yang digunakan sebagai tempat meditasi perempuan.

Keraton Ratu Boko adalah satu satu situs sejarah yang menunjukkan keharmonisan antar umat beragama di masa lampau. Percampuran budaya Hindu dan Buddha tampak jelas di Keraton Ratu Boko, terbukti dari adanya Arca Dyani Buddha yang menjadi unsur agama Buddha dan Arca Ganesha, Durga, dan Yoni yang menjadi symbol agama Hindu.

Bagi Klikers yang ingin mengunjungi situs Keraton Ratu Boko ini bisa memanfaatkan jasa shuttle bus yang tersedia di Candi Prambanan. PT Taman Wisata memang sudah menyiapkan paket wisata Candi Prambanan dan Keraton Ratu Boko dengan tiket seharga Rp 45.000,00 saja. Bagi Klikers yang berniat hanya mengunjungi Keraton Ratu Boko saja, tiket masuknya seharga Rp 25.000. Namun, perlu diperhatikan bahwa kendaraan umum menuju Keraton Ratu Boko tidak terlalu banyak.

Jika Klikers berkunjung di siang hari jangan lupa untuk membawa payung atau topi, dan kacamata hitam untuk menghalau terik matahari. Jangan lupa pula untuk membawa air minum dan kamera. Saya sarankan untuk mengunjungi Keraton Ratu Boko ini di pagi hari atau menjelang sore hari. Pemandangan senja dengan siluet reruntuhan Keraton Ratu Boko pasti akan membuat hati Anda meleleh. So sweet! <3

Cuma lihat fotonya saja nggak cukup, Klikers! Ayo pesan tiket ke Yogyakarta secepatnya! See u on the next holiday, Klikers! 😉

 

4 Comments

  • […] Desa wisata di Jogja yang satu ini sangatlah unik. Desa wisata Rumah Domes dikenal juga sebagai Desa Teletubbies karena rumah-rumah penduduknya yang berbentuk kubah (dome). Rumah-rumah kubah ini dibangun setelah gempa besar yang melanda Jogja di tahun 2006. Arsitektur rumah kubah ini dirancang tahan gempa dan tahan api. Walaupun kecil, tetapi rumah kubah ini memiliki dua lantai dan terdiri dari beberapa ruangan. Karena bentuk rumahnya yang unik, perkampungan ini pun ramai dikunjungi wisatawan. Di hari Minggu atau hari libur, biasanya akan ada badut teletubbies. Wisatawan juga dapat menaiki kereta kelinci untuk mengelilingi perkampungan. Desa Wisata Rumah Domes berlokasi di Dusun Nglepen, Desa Sumberharjo, Kecamatan Prambanan, Sleman. Lokasinya tak jauh dari Keraton Ratu Boko. […]

  • […] Keraton Ratu Boko terletak di atas sebuah bukit dengan ketinggian 195,97 mdpl di Desa Bokoharjo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Keraton Ratu Boko ini kurang lebih berada di 3 km arah selatan Candi Prambanan. Memiliki luas 25 ha dengan banyak tempat terbuka, akan lebih cocok untuk mengunjungi Keraton Ratu Boko di sore hari agar terik matahari tidak terlalu menyengat. Keraton Ratu Boko menjadi salah satu tempat terbaik untuk melihat sunset di Indonesia. Panorama matahari yang terbenam dengan siluet reruntuhan Keraton Ratu Boko sangatlah indah. Dijamin akan membuat Anda menghela nafas penuh kagum. […]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *