Kamu wajib beli 10 oleh-oleh khas Yogyakarta ini!

Kurang seru kalau berlibur ke suatu tempat dan tak membeli oleh-oleh. Apalagi untuk para Ladies! Hehehe. Bila kalian telah melangkahkah kaki ke Yogyakarta, sempatkan waktu untuk membeli oleh-oleh. Baik dalam rupa penganan lezat, ataupun dalam bentuk souvenir yang bisa Anda simpan di rumah ataupun untuk diberikan kepada orang-orang terkasih. Niscaya, setiap kali melihat souvenir cantik dari Yogyakarta tersebut, pikiran Anda akan kembali ke Yogyakarta dengan sejuta pesonanya. Klikers, berikut 10 oleh-oleh khas Yogyakarta yang bisa Anda pilih:

1. Bakpia Pathok

bakpia pathok
bakpia pathok

Siapa yang tidak kenal oleh-oleh khas Yogyakarta yang ini? Bakpia Pathok (atau bakpia patuk) sepertinya sudah menjadi oleh-oleh wajib bagi setiap mereka yang berkunjung ke Yogykarta. Bakpia pathok merupakan penganan manis yang terbuat dari tepung terigu yang diberi isian kacang hijau lalu dipanggang. Bakpia merupakan makanan yang berasal dari Cina. Dewasa ini, bakpia tidak lagi melulu isi kacang hijau. Ada juga bakpia rasa cokelat, keju, kumbu hitam, bahkan durian. Uniknya, merk bakpia pathok ini biasanya menggunakan nomor-nomor. Ada Bakpia 25, 75, 35, 38, 55, 67, 75, 99, dan nomor-nomor lainnya. (Baca juga: Bakpia Pathok yang Asli Nomer Berapa?)

2. Yangko

yangko
yangko

Selain bakpia pathok, oleh-oleh khas Yogyakarta lain yang tak kalah tenarnya adalah Yangko. Yangko adalah makanan khas Yogykarta yang terbuat dari tepung ketan dengan baluran terigu. Bentuknya kotak, berwarna-warni dengan tekstur kenyal dan rasa manis. Biasanya, yangko diberi isian kacang tanah. Agak mirip dengan mochi Jepang, namun mochi lebih lembek dibandingkan yangko. Yangko banyak ditemui di daerah Kotagede.

3. Geplak

geplak
geplak

Geplak adalah makanan khas Bantul yang terbuat dari parutan kelapa dan gula pasir atau gula jawa. Ada juga geplak yang dibuat dari waluh. Geplak yang memiliki rasa manis ini banyak ditemui di daerah Bantul, Yogykakarta.

4. Batik Jogja

Mirota Batik
Batik Jogja di Mirota Batik

Tak lengkap bila ke Yogyakarta tanpa membeli batik. Batik kini tak hanya sebagai pakaian, namun dapat juga diaplikasikan menjadi berbagai bentuk, seperti tas, syal, sandal, pashmina, taplak meja dan lain-lain. Anda dapat berburu batik di Mirota Batik atau di Pasar Beringharjo. Mirota Batik ini berada di ujung selatan Malioboro, tepat di seberang Pasar Beringharjo.

5. Kerajinan Kayu Batik

patung kayu batik
patung kayu batik produksi Dusun Krebet

Batik tak hanya dapat dilukiskan di atas kain. Di Dusun Krebet, Desa Sendangsari, Kecamatan Pajangan, Bantul, Anda dapat menemukan berbagai barang kerajinan kayu yang dibatik. Ada gelang, topeng, patung kayu, kotak perhiasan, gantungan kunci, dan sebagainya. Sungguh cantik dan akan menjadi oleh-oleh yang berkesan! Kerajinan kayu batik ini sudah menembus mancanegara, lho!

6. Gudeg Kering

Gudeg Kering
Gudeg Kering

Siapa yang tidak doyan gudeg? Tak lengkap rasanya bila tak makan gudeg saat ke Jogja. Memang sih, ada beberapa orang yang tak doyan gudeg karena citarasanya yang manis. Para pecinta gudeg yang pengen membawa gudeg ini sebagai oleh-oleh, jangan membeli gudeg basah karena pastinya dijamin basi! Belilah gudeg kering yang dapat bertahan hingga 24 jam, bahkan bisa tahan tiga hari bila disimpan di lemari es. Namun gudeg kering ini memiliki citarasa yang lebih manis dibandingkan gudeg basah. Anda dapat berburu gudeg di daerah Wijilan.

7. Cokelat Monggo

Cokelat Monggo
Cokelat Monggo

Siapa sangka bahwa salah satu oleh-oleh khas Yogyakarta adalah cokelat?? Cokelat Monggo adalah cokelat produksi asli Jogja dengan kualitas cokelat Belgia. Anda bisa mengunjungi Showroom & Factory Cokelat Monggo yang berlokasi di Kotagede, di Jl Dalam KG III/978, Purbayan. Anda bisa melihat proses produksi cokelat yang sepenuhnya menggunakan bahan lokal dan alami. Cokelat Monggo memang diolah dari biji cokelat pilihan dari Jawa, Sumatra, dan Sulawesi. Kemasan Cokelat Monggo ini menggunakan kertas daur ulang yang ramah lingkungan. Cokelat Monggo yang dimiliki oleh seorang pria berkebanggasaan Belgia ini memiliki berbagai varian. Ada Raisin, Cashew Nuts, Dark, Praline, Caramello, Milk 41% Cocoa, White Chocolate. Bahkan ada juga rasa Red Chili, Orange Peel, Macadamia, Ginger, Mango, Marzipan, Strawberry dan Durian. Semuanya dibuat dari premium dark chocolate dengan 100% mentega kakao.

8. Kerajinan Perak Bakar Kotagede

Kerajinan Perak Bakar Kotagede
Kerajinan Perak Bakar Kotagede

Sejak dulu, Kotagede sudah dikenal dengan kerajinan perak bakarnya. Kerajinan perak bakar ini bukan hanya dibentuk menjadi perhiasan tubuh, namun juga dapat menjadi pajangan dan alat-alat rumah tangga. Saat berada di Kotagede, Anda dapat mengunjungi show room kerajinan perak atau langsung ke rumah perajinnya. Di beberapa showroom bahkan wisatawan dapat melihat proses pembuatan kerajinan perak bakar ini, mulai dari mendesain, membuat, membakar sampai membersihkan perak hingga siap dijual. Kerajinan perak bakar Kotagede sudah dibawa ke luar negeri bahkan sejakjaman Belanda.

9. Gerabah Kasongan

gerabah kasongan
gerabah kasongan

Kasongan adalah salah satu daerah tujuan wisata di Kecamatan Bantul, Pedukuhan Kajen, Desa Bangunjiwo, kurang lebih 7 km dari pusat kota Jogja. Desa Kasongan ini menjadi pemukiman para kundi. Kundi adalah sebutan untuk orang yang membuat gerabah dan keramik. Gerabah hasil kerajinan Kasongan umumnya berbentuk guci dengan berbagai motif , pot berbagai ukuran, hiasan keramik, patung-patung kecil, pigura, perabotan dari bambu, dan juga topeng. Hasil kerajinan Desa Wisata Kasongan berkualitas tinggi sehingga kerap diekspor ke Eropa dan Amerika.Di Desa Wisata Kasongan Anda juga dapat melihat proses pembuatan gerabah mulai dari pembentukan tanah liat, pembakaran, hingga pewarnaan,

10. Salak Pondoh

salak pondoh
salak pondoh

Keberadaan Gunung Merapi telah membuat tanah di sekitar daerah itu menjadi subur. Tak heran bila tanah di Magelang, Muntilan, dan Sleman sangat subur dan cocok untuk budidaya salak pondoh. Salak pondoh terkenal dengan rasanya yang manis segar. Di Kampung Gandung, Bangunkerto, Sleman terdapat agrowisata salak pondoh. Agrowisata seluas 27 ha memiliki perkebunan salak, lengkap dengan taman bermain anak, kolam renang, dan kolam pancing.

2 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *