4 Tempat Makan Ini Menyajikan Kuliner Jengkol Popular yang Anti Mainstream

Meski dianggap sebagai makanan yang bisa membuat mulut dan air kencing menjadi bau, jengkol tetap saja masih banyak penikmatnya. Makanya wajar saja jika ada warung khusus menyediakan kuliner jengkol popular, yang rasanya dijamin nampol dan mantap jiwa. Buat kalian pecinta jengkol, wajib banget untuk main ke 4 tempat makan berikut ini. Yuk, kepoin lebih lanjut empat warung tersebut.

1. Republik Jengkol, Jakarta Timur

Kedai Republik Jengkol
Kedai Republik Jengkol. Sumber foto: http://www.waktumakan.com

Daftar menu Republik Jengkol
Daftar menu Republik Jengkol. Sumber foto: http://www.waktumakan.com

Aneka masakan berbahan jengkol
Aneka masakan berbahan jengkol. Sumber foto: http://www.tribunnews.com

Orang Betawi biasanya nggak bisa lepas dari jengkol, jadi wajar saja kalau di Jakarta akan lebih mudah menemukan warung yang menjual masakan terbuat dari jengkol. Namun jika kamu mau mencari warung yang khusus menjual olahan jengkol, kamu wajib banget mampir ke Republik Jengkol.

Dari namanya saja sudah sangat kentara betapa pemiliknya berasa ingin mengatakan bahwa di tempat itu kita bisa menikmati berbagai macam olahan jengkol. Bahkan sang pemilik, Fatoni, mengangkat dirinya sendiri sebagai presiden Republik Jengkol. Fatoni mengungkapkan nama Republik memang ia sendiri yang memilihnya. Re artinya kembali, dan publik artinya masyarakat, maksudnya ia ingin bisa mengenalkan atau memasyarakatkan kembali jengkol.

Berbeda dengan warung-warung jengkol lainnya, Republik Jengkol didesain dengan amat modern layaknya kafe. Dijamin anak muda pun bakal betah nongkrong di sini. Sebelum berkecimpung di dunia kuliner, Fatoni menggeluti bisnis desain grafis dan juga pelukis, maka wajar saja jika interior Republik Jengkol ini sangat menarik.

Selain interiornya yang menarik, menu yang ditawarkan di warung ini pun sangat beragam, seperti balado jengkol, soto jengkol betawi, nasi goreng jengkol, mie goreng jengkol, semur jengkol, pasta jengkol, jengkol sambal hijau, jengkol lada hitam, rendang jengkol, dan tongseng jengkol. Yang unik, kita bakal menemukan semua olahan jengkol tersebut tanpa berbau. Fatoni berkata jengkol bisa tidak berbau asal tepat mengolahnya.

Untuk bisnis kulinernya ini, Fatoni hanya menggunakan jengkol Jepara yang terkenal sebagai jengkol paling baik kualitasnya, harganya pun paling tinggi diantara jengkol lainnya. Yang penasaran dengan warung milik Fatoni, bisa langsung melipir ke Jalan Kerja Bakti No 16B, tepat di depan Masjid Jami Attarbiyah, Kramat Jati, Jakarta Timur atau Jalan Raya Bogor KM 24 No 27, Jakarta Timur.

Kamu cukup menyiapkan delapan belas ribu hingga dua puluh empat ribu rupiah untuk satu porsi menu di warung makan yang mengusung tagline “Nikmatnya Makan Jengkol Tanpa Takut Bau" dan "Keep Calm Our Jengkol Doesn't Smell".

2. Warung Jengkol Andi dan Lela, Binjai Sumatera Utara

Pelanggan mencicipi aneka varian masakan jengkol di Warung Jengkol Andi dan Lela.
Pelanggan mencicipi aneka varian masakan jengkol di Warung Jengkol Andi dan Lela. Sumber foto: http://medan.tribunnews.com

Setelah kita puas makan jengkol di Jakarta Timur, saatnya terbang ke Binjai Sumatera Utara. Di sana ada warung yang khusus menjual makanan olahan dari jengkol milik Andi dan Lela. Andi merupakan pecinta jengkol, namun dia selalu merasa kesulitan mencari penjual olahan jengkol di Binjai. Akhirnya dia pun memutuskan untuk membuka warung olahan jengkol, selain untuk memenuhi rasa kecintaannya, juga untuk memfasilitasi orang lain yang juga memiliki hobi sama dengannya.

Ada beberapa menu yang bisa dicicipi di warung ini, antara lain rendang jengkol, semur jengkol, jengkol sambel ijo, gulai jengkol, hingga sambel cabai merah jengkol. Andi juga mengatakan akan segera menambah menu lain seperti tom yam jengkol dan keripik jengkol. Kita pun tidak perlu merogoh kocek dalam-dalam jika ingin nongkrong dan menikmati olahan jengkol di warung Andi dan Lela ini, harga tiap porsinya mulai dari sepuluh ribu rupiah. Cukup terjangkau kan?

Bagi pecinta jengkol di daerah Binjai, silakan langsung saja menuju ke Jalan Gajahmada, Kecamatan Binjai Timur, Kota Binjai, Sumatera Utara.

3. Rojo Jengkol, Yogyakarta

Kedai Rojo Jengkol
Kedai Rojo Jengkol. Sumber foto: https://www.yogyes.com

Semur Jengkol
Semur Jengkol. Sumber foto: https://www.yogyes.com

Jengkol 'Ramah Lingkungan' yang Bikin Ketagihan.
Jengkol 'Ramah Lingkungan' yang Bikin Ketagihan. Sumber foto: https://www.yogyes.com

Kemasan Rojo Jengkol yang apik
Kemasan Rojo Jengkol yang apik. Sumber foto: https://www.yogyes.com

Yogyakarta merupakan kota yang terkenal dengan budaya, seni dan kulinernya. Makanan apa saja bisa dengan mudah ditemukan di kota ini, termasuk juga olahan jengkol. Seorang MC terkenal di Yogyakarta, Herry Kuncung memutuskan untuk membuka warung khusus yang menjual menu-menu masakan dengan bahan dasar jengkol.

Sebagaimana Fatoni dengan Republik Jengkol dan Andi dengan warungnya di Binjai yang merupakan pecinta jengkol, Herry pun mengungkapkan bahwa ia juga sangat menyukai jengkol, namun merasa kesulitan mencari warung yang menjual olahan jengkol. Beruntung ibunya jago masak, akhirnya Herry pun memutuskan untuk membuka Rojo Jengkol di jalan Kabupaten Km 2, Trihanggo Gamping Sleman.

Ada empat menu yang bisa kamu pilih di warung ini, yaitu semur jengkol, rendang jengkol, balado jengkol dan gulai jengkol. Kamu bisa makan dengan satu menu saja atau memesan menu campur. Herry mengatakan bahwa pengunjung warungnya sangat antusias, bahkan ada yang datang dari luar kota hanya untuk makan, lalu langsung kembali ke kotanya.

Selain menyediakan pilihan makanan di tempat, Herry juga melayani pesan antar bagi pembeli yang ingin makan jengkol namun tidak sempat untuk ke warungnya. Pesan antar ini gratis lo, asal kamu pesan minimal lima porsi. Bahkan bagi yang tinggal di luar kota, Herry melayani pemesanan olahan jengkol ala warungnya lo. Tertarik?

Tenang saja, harganya juga nggak mahal kok. Untuk kisaran 100 – 200 gram jengkol, Herry mematok harga mulai sepuluh ribu rupiah. Itu sudah termasuk dengan nasi lo. Murah kan? Herry bilang membuka bisnis ini tidak semata-mata mengejar keuntungan materi, namun membahagiakan sesama pecinta jengkol. Warung Rojo Jengkol buka dari pukul 07.00-16.00, namun seringnya sebelum jam tutup, masakan sudah ludes. Jadi kalau mau main ke sini, mending jangan mepet jam tutup ya.

Tahu nggak? Demi kepuasan pelanggan, setiap hari Herry menyediakan kurang lebih 16 kilogram jengkol! Apa sih rahasianya hingga warung ini laris manis? Ternyata semua masakan jengkol di Rojo Jengkol ini tidak bau. Herry mengungkapkan untuk bisa menghasilkan masakan jengkol tanpa bau ada teknik mengolah dan memasak secara khusus, antara lain merendam jengkol terlebih dahulu selama lima hari.

4. D'Jengkol Kapeh Restoh, Bandung

Kedai D'Jengkol Kapeh Restoh
Kedai D'Jengkol Kapeh Restoh. Sumber foto: http://fokusjabar.com

Varian menu jengkol
Varian menu jengkol. Sumber foto: @pengendalijengkol

Bahkan ada Sate Jengkol
Bahkan ada Sate Jengkol. Sumber foto: IG @pengendalijengkol

Sambel Jengkol Ala D’Jengkol
Sambel Jengkol Ala DJengkol. http://www.alimuakhir.com

Bandung adalah surganya kuliner. Maka tidak heran kalau di Bandung, kita juga bisa menemukan tempat makan kuliner jengkol popular. Selain semua menu yang dijualnya terbuat dari jengkol, D’Jengkol mengusung nama yang unik dan lucu agar orang mudah mengingatnya. Kapeh Restoh sendiri merupakan plesetan dari Café Resto, dibaca dengan gaya ala orang Sunda.

Beberapa menu di café ini sengaja menggunakan pelafalan ala orang Sunda agar memunculkan kekhasannya, misal Semur Jengkol Pantastik, Rendang Jengkol Amajing. Kalau kamu dipaksa mengantar teman pecinta jengkol di café ini, kamu nggak perlu sedih dan baper berkepanjangan, karena di sini juga disediakan menu non jengkol seperti Sop Iga Sapih, Nasi Ayam Sambel Terasih, Nasi Goreng Si Pud, Nasi Ayam Sambel Ijoh, Kopi Susuh, Udang Tempurah, dan Tahu Tempeh.

Namun di antara menu-menu tersebut, Nasi Goreng Mix Jengkol adalah menu terfavorit. Jika kamu pecinta jengkol dibalut cita rasa pedas, maka wajib banget nyobain sambel jengkol di sini. Kamu bisa memilih sambal yang terdiri dari dua level, yaitu level mengharukan (tidak terlalu pedas) dan level masbuloh (level sangat pedas).

Nah, kalau kamu tertarik nongkrong di café resto khusus jengkol ini, kamu bisa langsung menuju ke Jl. Banteng No.50 Bandung. Jangan khawatir, kamu nggak perlu takut mulut dan air kencingmu jadi bau, karena café ini sudah ahli dalam mengolah jengkol hingga cita rasa tetap terjaga tanpa harus bau mulut dan bau pipis.

Para pecinta jengkol sekarang nggak perlu lagi bersedih hati ya, karena sudah ada empat warung kuliner jengkol popular yang siap melayani hobi dan kecintaanmu. Bagi yang tidak suka jengkol, jangan menghina Klikers. Dibalik bentuknya dan baunya, jengkol ini mengandung zat anti diuretic dan bagus untuk kesehatan jantung lho. Selamat makan jengkol!