Kuliner Kaki Lima di Malang yang Jamin Bikin Kangen

Kota Malang sudah sejak lama menjadi  destinasi wisata favorit di Jawa Timur. Suasana dan cuaca di kota yang dijuluki Kota Apel ini sangat cocok untuk beristirahat sejenak dari hiruk pikuk kehidupan kota besar. Kota Malang juga banyak disinggahi oleh para pecinta kuliner jalanan. Ya, kuliner kuliner kaki lima di Malang terkenal enak-enak dan murah-murah. Sangat cocok untuk para petualang rasa dengan dana terbatas. Berikut ini daftar kuliner kaki lima di Malang yang paling banyak dicari oleh pengunjung, baik penduduk setempat maupun wisatawan dari luar kota.

1. Sego Resek

Warung Sego Resek Malang di Katamso, Klojen, Malang
Warung Sego Resek Malang di Katamso, Klojen, Malang. Sumber foto: http://makanlagi.com

Proses penggorengan Sego Resek
Proses penggorengan Sego Resek. Sumber foto: hob-by.com

Sego Resek
Sego Resek. Sumber foto: felyina.blogspot.com

Sego resek termasuk salah satu kuliner kaki lima di Malang yang legendaris. Sego ini sudah ada sejak puluhan tahun silam dan masih digemari hingga kini. Orang luar mungkin akan bingung saat pertama kali mendengar namanya. Jika diartikan ke Bahasa Indonesia, sego resek berarti nasi sampah. Kelezatan nasi sampah ini begitu terkenal sehingga banyak yang rela datang jauh-jauh dan mengantri untuk bisa menicicpinya.

Tapi sego resek bukanlah nasi sampah betulan. Nasi ini sebenarnya adalah nasi mawut, yaitu nasi goreng khas Malang. Nama sego resek sendiri merupakan sebutan masyarakat karena tempat penjualan sego ini berdekatan dengan lokasi penampungan sampah.

Lezat dan wangi khas sego resek ada pada cara memasaknya. Sego ini dimasak secara tradisional, dengan menggunakan kompor arang dan kayu bakar. Cara ini tetap dipertahankan oleh penjual untuk menjaga kualitas masakan. Cita rasa dan aroma sego resek sekarang masih sama persis seperti puluhan tahun silam. Selain itu, sego resek jadi hangat lebih lama. Sego resek dimasak dalam porsi besar. Sekali masak, bisa untuk hingga dua puluh porsi makan.

Sego resek dibuat dari nasi putih, mie, ayam suwir, serta sayuran seperti tauge dan kol. Jika ingin lebih lengkap, bisa memesan ekstra ayam goreng atau jeroan ayam seperti ati ampela dan usus. Warung sego resek legendaris ini berada di Jalan Brigjen Katamso, Malang. Buka setiap hari menjelang magrib hingga malam sekitar pukul 10 WIB.

2. Sate Gebug

Sate Gebug di Jenderal Basuki Rahmat, Klojen, Kota Malang
Sate Gebug di Jenderal Basuki Rahmat, Klojen, Kota Malang. Sumber foto: IG @malangfoodies

Sate Gebug Kota Malang, Cita Rasa yang Terjaga Sejak 1920
Sate Gebug Kota Malang, Cita Rasa yang Terjaga Sejak 1920. Sumber foto: http://ulinulin.com

Sate gebug biasanya dipadukan dengan nasi dan sup
Sate gebug biasanya dipadukan dengan nasi dan sup. Sumber foto: IG @exploremalang

Kuliner kaki lima di Malang yang legendaris berikutnya adalah sate gebug. Dinamakan begitu karena daging sate ini digebugi atau dipukuli sebelum dimasak. Cara ini efektif membuat daging mentah yang alot jadi cepat empuk saat dimasak. Daging yang digunakan adalah daging sapi, aman disantap oleh mereka yang punya pantangan daging kambing. Daging sapi ini dipotong panjang tanpa putus lalu ditusuk dengan tusukan sate.

Sate gebug mentah dibumbui dengan bumbu khas, lalu dibakar di atas bara api dari arang. Setelah matang, sate ini enak dimakan tanpa tambahan bumbu lainnya lagi. Tapi jika mau, tersedia sambal kecap yang pedas dan segar. Satu tusuk sate gebuk ukurannya lumayan besar, cukup untuk lauk seporsi nasi hangat.

Sate gebuk bisa dinikmati saat sarapan, makan siang, maupun makan malam. Salah satu tempat yang sudah buka sejak pagi adalah Warung Sate Gebug di kawasan Kayu Tangan, Malang. Warung ini yang sudah beroperasi sejak tahun 1920 ini buka mulai pukul 7.30 pagi.

3. Ketan Aneka Rasa

Aneka menu ketan
Aneka menu ketan. Sumber foto: http://jogja.tribunnews.com

Ketan Susu Durian dan Ketan Mangga
Ketan Susu Durian dan Ketan Mangga. Sumber foto: http://jogja.tribunnews.com

Suasana warung Ketan Legenda
Suasana warung Ketan Legenda. Sumber foto: http://jogja.tribunnews.com

Beras ketan biasa digunakan sebagai bahan utama kue tradisional Indonesia. Ada satu tempat kuliner kaki lima di Malang yang menjual aneka olahan ketan dengan berbagai variasi rasa yang unik dan menggoda selera. Namanya tempatnya Pos Ketan Legenda yang beralamat di Jalan KH Agus Salim, Malang. Di sini, ketan diolah menjadi makanan istimewa yang kelezatannya membuat orang ketagihan. Ada ketan bubuk, ketan susu keju, ketan susu durian, ketan black & white, ketan kicir, ketan susu durian pisang, ketan ayam pedas, dan masih banyak lagi.

Pos Ketan Legenda sudah beroperasi sejak tahun 1967. Kelezatan ketan buatannya tetap digemari hingga kini. Jika ingin mencicipi, cobalah datang pada jam buka pukul 3 sore hingga tengah malam.

4. Wedang Ronde

Warung Ronde Titoni di Jalan Zainal Arifin, Malang
Warung Ronde Titoni di Jalan Zainal Arifin, Malang. Sumber foto: IG@amazingindonesiafood

Tonde Titoni panas
Tonde Titoni panas. Sumber foto: https://www.goodindonesianfood.com

Ronde Titoni kering berbahan mochi dengan sup jahe
Ronde Titoni kering berbahan mochi dengan sup jahe. https://www.goodindonesianfood.com

Wedang ronde digemari sebagai kuliner malam yang bisa mengusir dinginnya cuaca malam di Malang. Semangkok wedang ronde berisi ronde, kacang tanah, dan agar-agar di dalam kuah air jahe yang hangat dan manis. Wedang ronde cukup mudah ditemukan di warung-warung kuliner malam di jalanan Kota Malang. Jika ingin yang rasanya sudah terkenal, silakan datang ke Warung Ronde Titoni yang berada di Jalan Zainal Arifin. Mantapnya rasa wedang ronde di sini sudah terkenal sejak tahun 1948.

5. Angsle

Angsle Ronde Titoni
Angsle Ronde Titoni. Sumber foto: https://wisatatempat.com

Angsle Titoni
Angsle Titoni. Sumber foto: http://tempatwisataunik.com

Angsle termasuk kuliner malam yang paling dicari di Kota Malang karena bisa menghangatkan tubuh dari dalam. Isian angsle bisa berbeda-beda di setiap warung yang menjualnya. Namun, bahan utamanya adalah kuah santan daun pandan yang dicampur roti tawar, petulo atau kembang mayang, dan kacang hijau. Ada yang menambahkan kacang tanah sangrai, tapi ada juga memilih ketan dan mutiara.

Angsle ada yang diberi tambahan jahe untuk rasa hangat, tapi ada juga yang tidak. Dengan atau tanpa jahe, semangkok angsle di malam hari tetap terasa hangat di tubuh. Warung Ronde Titoni menyediakan angsle legendarisnya di Jalan Zainal Arifin sejak tahun 1948.

6. Kue Putu

Putu Lanang Celaket di Malang
Putu Lanang Celaket di Malang. kinerjaaktif.com

Potongan Puthu Lanang
Potongan Puthu Lanang. Sumber foto: goodindonesianfood.com

Cenil Puthu Lanang
Cenil Puthu Lanang. Sumber foto: http://makanlagi.com

Jajanan kaki lima yang tidak boleh dilewatkan adalah kue putu. Cocok untuk camilan maupun oleh-oleh khas Malang. Salah satu tempat penjual putu legendaris di Malang adalah Puthu Lanang Celaket. Selain kue putu, di sini tersedia aneka camilan tradisional lainnya seperti klepon, gemblong, lopis, serta cenil. Kue-kue ini dikemas dengan daun pisang, ditaburi kelapa parut dan disiram gula merah cair. Kelezatan kue-kue ini sudah terkenal sejak tahun 1935.

 

Facebook Comment

Related Post

Read previous post:
Berburu Enak dan Serunya Kuliner Kaki Lima di Bogor

Kota Bogor memiliki sentra kuliner kaki lima yang terkenal enak-enak. Adalah Jalan Surya Kencana, pusatnya kuliner kaki lima di Bogor...

Close