Makan Babi di Kedai Manalagi Jogja

Sebagai penyuka sayuran, saya amat teramat sangat jaraaaanngg sekali makan makanan yang satu ini. Banyak lemak, bikin eneg, dan harganya juga tidak murah. Namun jika sesekali saya ditraktir teman atau untuk menyenangkan orang yang saya ajak makan, sekali-sekali lo ya, saya bisa datang ke restoran yang saya percaya cara pengelolaannya baik dan bersih dan rasa makanan yang satu ini dijamin enak dan tidak bikin eneg. Daging babi, itulah jenis makanan yang saya hindari. Hindari karena alasan-alasan yang saya sebut tadi. Namun dengan alasan-alasan lain yang kesannya maksa itu juga, saya cukup bisa menikmati makan daging babi.

Kedai Manalagi di malam hari.
Kedai Manalagi di malam hari.

Oke saya sudah terlalu banyak alasan ngomong. Malam itu, dengan suhu udara Jogja yang cukup dingin, tidak biasanya sih, saya datang ke Kedai Manalagi, resto khusus yang menjual makanan daging babi. Terletak di Jalan Magelang No. 132 (belakang My Foot Reflexy) Jogja, memang agak tersembunyi tapi ada plang kecil penanda jalan masuk kok ke  sana. Tempat parkirnya cukup luas di depan kedai yang sejak jam 10 pagi sudah buka ini.  Tempatnya kecil, sementara ini hanya muat sekitar 15 – 20 orang, itupun sudah penuh sekali. Jangan datang di atas jam 10 malam, pasti sudah habis dan sudah tutup.

Mi Daging Babi ala Kedai Manalgi.
Mi Daging Babi ala Kedai Manalgi.

Kebetulan malam itu dingin di Jogja, jadi yang berkuah lah yang enak disantap. Jadi saya memilih menu Mi Daging Babi. Disajikan dengan mi buatan sendiri yang kenyal, sawi kukus, potongan daging babi cincang, dan potongan tahu babi, juga pangsit babi dengan taburan bawang goreng dan kuah sayur dengan daun bawang, hmmmm…. aromanya memang bikin lapar. Kalau Klikers merasa kurang berbumbu, di meja tersedia 4 kotak yang berisi irisan bawang goreng, potongan daun bawang, sambal mentah dan garam. Taburi dan masukkan saja sesuka hati demi mendapatkan Mi Daging Babi yang “memabukkan”.

Kotak bumbu yang bisa Anda tambah sesuka hati.
Kotak bumbu yang bisa Anda tambah sesuka hati.

Namun Kedai Manalagi tak hanya menjual Mi Daging Babi. Ada menu andalan lain seperti Nasi Campur Cina (carsiu, rica, crisp pork belly, kacang panjang, saus hoisin, sup bakut dan sayur asin), Rice Bowl (nasi, telur ceplok, carsiu, kornet babi, sosis babi), Nasi Tim (nasi kukus yang dicampur irisan daging babi dan jamur hioko), Mi Jakarta, dan Sate. Semuanya  mengandung babi. Oleh banyak review kuliner, Kedai Manalagi dinilai sebagai resto peranakan China dengan rasa lokal.

Rice Bowl ala Kedai Manalagi.
Rice Bowl ala Kedai Manalagi.

Karena pengen icip juga menu andalan lain, saya juga membeli Rice Bowl, dan yah, makin penuhlah lemak di leher saya. Tenang,  saya tidak tambah gemuk dalam semalam itu. Untung saya memesan minum Hot Lemon Tea Dan. Karena perut sudah penuh dan leher sudah terasa tenggelam di antara lemak, saya harus beranjak pulang. Berharap tertidur pulas karena sudah kenyang sekali. Hiks!

 

(Jaclyn Litaay)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *