Mencicipi Kuliner Raja dan Bangsawan yang Kini Bisa Dinikmati Banyak Orang

Kedatangan Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz Al Saud, ke Indonesia beberapa waktu lalu membuat penasaran banyak orang. Berbagai ulasan mengenai kerja sama antara Arab Saudi dan Indonesia dibahas, hingga berbagai tempat wisata dan kuliner raja.

Masyarakat umum tentunya tidak biasa dengan kuliner yang dimakan oleh para raja. Namun, faktanya banyak menu kuliner di Indonesia yang dahulu hanya diperuntukkan bagi raja dan bangsawan, kini bisa dinikmati oleh orang awam. Ingin tahu apa saja kuliner raja tersebut? Mari kita gali kuliner khas kerajaan di Indonesia satu per satu.

1. Menu Kuliner Raja Tapanuli: Naniura

Naniura, dari bahan ikan mas segar
Naniura, dari bahan ikan mas segar. Sumber foto: Masakandapurku.com

Jika berjalan-jalan ke Sumatera Utara, terutama ke daerah Danau Toba, wisatawan akan menemukan kuliner khas Tapanuli Utara, yaitu Naniura. Hidangan lezat yang dulunya hanya bisa dinikmati oleh raja-raja Batak ini kini bisa ditemukan di banyak restoran di Tapanuli Utara.

Naniura berbahan dasar ikan air tawar. Biasanya ikan yang digunakan adalah ikan mas segar yang dalam bahasa Batak disebut dekke. Berbeda dengan cara memasak ikan pada umumnya, di sini ikan dimatangkan dengan cara direndam dalam air asam jungga atau jeruk purut. Protein dalam daging ikan tetap utuh karena tidak melalui proses pemasakan. Daging ikan akan berubah teksturnya menjadi kenyal dan mudah disobek.

Bumbu untuk siraman daging ikan pun istimewa karena terdiri dari 10 macam bumbu seperti andaliman dan kecombrang. Dijamin air liur Anda akan menetes merasakan cita rasa gurih daging ikan dan dan mencium harumnya bumbu siraman.

2. Menu Kuliner Keraton Yogyakarta: Bir Jawa dan Nasi Blawong

Bir Jawa, bir yang tidak mengandung alkohol
Bir Jawa, bir yang tidak mengandung alkohol. Sumber foto: http://santapjogja.com

Nasi Blawong
Nasi Blawong. Sumber foto: IG @majalah_kartini

Meskipun namanya bir jawa, tapi minuman khas keraton ini tidak mengandung alkohol. Warnanya memang mirip bir. Namun, bir jawa hasil kreasi Sultan Hamengku Buwono VIII ini terbuat dari berbagai campuran rempah-rempah seperti cengkeh, jahe, kapulaga, kayu manis, serutan kayu secang, serai, daun pandan, jeruk nipis, dan gula pasir. Selain menghangatkan, bir jawa dipercaya dapat menyembuhkan demam, sakit kepala, dan masuk angin.

Wisatawan bisa menemukan minuman khas keraton ini di Bale Raos yang letaknya di sekitar Keraton Yogya. Selain itu, cobalah kuliner unik nasi blawong. Menu ini terdiri dari nasi putih yang dilengkapi menu ayam goreng laos, daging lombok kethok, telor masak pindang, dan peyek ikan teri yang bercita rasa khas dan sedap tentunya.

3. Menu Kuliner Keraton Surakarta: Galantin dan Nasi Jemblung

 Bistik galantin
Bistik galantin. Sumber foto: http://food.detik.com

Nasi jemblung
Nasi jemblung. Sumber foto: http://food.detik.com

Kuliner Solo cukup banyak dipengaruhi oleh kuliner dari Belanda, termasuk menu khas Keraton Surakarta seperti galantin. Galantin merupakan menu favorit raja dan sering dihidangkan untuk menyambut tamu kerajaan. Bistik galantin terbuat dari potongan daging cincang yang dicampur dengan roti dan telur. Penyajiannya dilengkapi potongan wortel, tomat, kentang goreng, telur, dan kacang polong.

Selain galantin, nasi jemblung juga menjadi kuliner khas kerajaan yang menjadi favorit masyarakat umum. Menu kegemaran Pakubuwana X ini disajikan secara menarik. Nasi dicetak berbentuk lingkaran dengan lubang di tengah yang diisi semur lidah sapi. Daging lidah yang empuk dan rasa gurih dari bumbu campuran pala, cengkeh, dan saus kenari pasti membuat Anda ketagihan. Kedua menu ini dapat ditemukan di Warung Harjo Bestik dan Bakmi yang terletak di kawasan Pasar Kembang.

4. Menu Kuliner Kerajaan Gowa: Coto Makassar

Coto Makassar
Coto Makassar. Sumber foto: http://mangcook.com

Menurut sejarah, kuliner khas Makassar ini telah ada sejak Kerajaan Gowa berdiri di tahun 1500-an. Coto makassar agak berbeda dengan soto dari daerah lain di Indonesia, karena kuah coto dibuat dari kacang tanah sehingga lebih kental. Selain berbahan dasar daging sapi, coto juga bisa menggunakan jeroan seperti limpa, lidah, jantung, hati, dan otak.

Ada sekitar 40 jenis rempah yang digunakan untuk membuat coto, yang disebut patang pulo oleh orang setempat. Berbagai jenis bumbu rempah ini membuat coto makassar sangat nikmat, apalagi jika dimakan bersama burasa atau ketupat khas Makassar, juga taburan daun bawang dan perasan jeruk nipis.

5. Menu Kuliner Raja Riau: Ikan Arwana Goreng

Ikan Arwana Goreng
Ikan Arwana Goreng. Sumber foto: http://bertuahpos.com

Kalangan bangsawan Riau, terutama raja-raja, dikenal memiliki selera kuliner yang tinggi. Salah satu menu khas kerajaan adalah ikan arwana yang umumnya kita kenal sebagai ikan hias. Di Arowana Resto yang terletak di  Kompleks Taman Agrowisata Kampung Tiga Dara, pengunjung bisa mencicipi hidangan ikan arwana goreng yang harganya cukup fantastis. Untuk ikan berbobot tiga kilogram, harganya bisa mencapai empat juta rupiah per ekor. Namun, jangan khawatir, jenis arwana yang dijadikan menu di sini adalah arwana Brazilia Silver yang sudah dibudidayakan dan bukan hewan dilindungi.

6. Menu Kuliner Kesultanan Deli: Bubur Pedas Melayu Deli

Bubur Pedas Melayu Deli
Bubur Pedas Melayu Deli. Sumber foto: http://indonesian-medan-food.blogspot.co.id

Makanan khas Kesultanan Deli ini umumnya dinikmati di saat bulan Ramadan tiba. Bubur pedas terbuat dari beras yang dimasak bersama berbagai campuran rempah yang tidak umum seperti kunyit, jintan, serai, temu hitam, temu kunci, temu mangga, serta berbagai macam jenis rempah lainnya. Dalam penyajiannya, bubur pedas dihidangkan bersama kuah santan kental, irisan daun mangkokan, daun ketumbar, dan daun jambu, serta potongan dada ayam dan udang segar. Perpaduan unik ini sungguh menggugah selera makan apalagi bubur pedas dipercaya dapat menghangatkan tubuh. Kini, bubur pedas dapat ditemukan di mana-mana, bahkan rutin disajikan di masjid di saat berbuka puasa.

Daftar di atas hanya sebagian dari ratusan kuliner unik warisan kerajaan di Indonesia. Selain harus dicicipi, kuliner-kuliner nusantara tersebut juga wajib dilestarikan.

Jadi, kuliner warisan raja mana yang akan Anda nikmati kelezatannya?