Nong Nooch Village yang Selalu Wajib Dikunjungi

Nong Nooch Village
Nong Nooch Village

Ketika beberapa bulan lalu saya dan kawan-kawan berlibur ke Bangkok – Pattaya, kami sempat dipusingkan dengan urusan itinerary. Waktu itu kami memang menggunakan jasa tour. Saat mengajukan itinerary karena kami memiliki private tour, kami sempat dibuat jengkel karena berkali-kali pihak tour memasukkan beberapa tempat wisata di luar request kami ke dalam itinerary. Beberapa tempat wisata itu adalah Bee Farm, Gems Factory, Dried Food Market, dan Nong Nooch Village. Usul punya usul, ternyata memang itu adalah tempat wisata wajib. Tujuannya tak lain untuk mendukung pariwisata Thailand. Dari berbagai tempat wajib itu, yang paling menjadi favorit saya adalah Nong Nooch Village.

Nong Nooch Village terletak di Km. 163, Sukhumvit Road (Highway 3), Provinsi Chonburi, Pattaya. Nong Nooch Village ini merupakan sebuah theme park seluas 2,4 km2 (600 acre) yang juga menyajikan daily cultural show dan berbagai atraksi. Nong Nooch Village ini awalnya merupakan tempat penanaman bunga-bunga tropis dan juga sebagai wildlife conservation. Nong Nooch Village dibuka untuk umum sejak tahun 1980. Adapun Nong Nooch dalam bahasa Thailand berarti “gadis manis”.

Cultural Show
Cultural Show

nong nooch cultureShow

Cultural show - muay thai
Cultural show – muay thai

Sejak mobil yang mengantarkan kami memasuki gerbang Nong Nooch Village pun, mata saya sudah terpesona melihat banyaknya patung-patung terakota yang begitu artistik. Di dalam, guide kami lalu membelikan tiket untuk menonton cultural show. Cultural show ini berlangsung di sebuah bangunan kayu berkonsep auditorium. Tidak ada AC sehingga hawa terasa  cukup gerah. Saya hanya bisa kipas-kipas karena kipas angin yang ada pun sudah tidak sanggup lagi untuk menyejukkan kami semua. Cultural show ini menampilkan berbagai tarian Thailand termasuk pertunjukan thai boxing yang setengah diparodikan. Menurut saya, tarian yang paling menarik adalah ketika dua ekor gajah abu-abu ikut naik ke panggung.  Gajah-gajah ini menampilkan adegan perang. Pada jaman dulu di Thailand, gajah memang menjadi kendaraan perang. Well, saya salut dengan pariwisata Thailand yang sangat mendukung kebudayaan Thailand (Coba bayangkan seandainya Sendratari Ramayana menjadi itinerary wajib bagi setiap wisatawan asing yang ikut tour ke Yogyakarta).

Mau foto bareng?
Mau foto bareng?

Selesai menonton cultural show, selanjutnya kami diajak untuk menonton elephant show. Saat berjalan menuju tempat elephant show, kami melihat booth untuk foto bareng macan. Walaupun agak takut, tapi saya penasaran banget. Saya yakin akan aman karena rantai yang mengelilingi si macan tidak terlalu panjang dan juga ada pawangnya. Kalau tidak salah, kami harus bayar 100 bath untuk 3 x foto. Saya sedikit tegang karena saat saya melangkah, ekor si macan itu goyang-goyang melulu. Kalau sampai terinjak, wah… saya rasa dia akan marah! Oh ya, macannya juga nggak bau seperti macan kebun binatang. Mungkin dia sering dimandikan… 😀

Elephant show
Elephant show

(sumber: google)

Elephant Show tak kalah menariknya dengan menonton Cultural Show. Jika Anda mengajak putra-putri Anda, mereka pasti akan sangat senang. Gajah-gajah besar dan anak-anak gajah berjajar rapi lalu menari. Gajah-gajah ini juga bisa bermain sepakbola, melemparkan dart (anak panah), bahkan melukis kaos. Aksi yang bikin penonton deg-degan ditampilkan saat gajah-gajah ini harus berjalan melangkahi para relawan (dari penonton) yang berbaring di tanah. Haduuuh… engga deh kalau buat saya J Di akhir show, para penonton boleh berfoto bersama gajah. Karena saya rasa ekspresi saya bakalan “nggak banget” ketika si gajah menggendong saya tinggi-tinggi dengan belalainya, saya tidak mau berfoto dengan gajah. Haha… memang kecil nyali saya ini (>_<)

Pottery Garden
Pottery Garden

Nong-Nooch-Village garden

nong nooch 3

nong nooch - me

Selepas makan siang di restaurant yang ada di kompleks Nong Nooch Village ini, guide tour kami memberi kami waktu untuk foto-foto. Matahari yang bersinar terik di Pattaya siang itu sama sekali tak mengurungkan niat saya dan kawan saya untuk berfoto-foto. *narsis mode on. Ada banyak taman di Nong Nooch Village ini. Ada French Garden, European Garden, Stonehenge Garden, Cactus & Succulent Garden, Ant Tower, Buttefly Hill, Flower Valley, dan juga Orchid & Bromeliad Display Garden. Ah, mata kami sungguh dimanjakan dengan bunga-bunga warna-warni dan rumput yang hijau segar. Taman-taman di Nong Nooch Village ini juga dihiasi dengan patung-patung hewan yang lucu. Ada satu taman yang saya juluki sebagai “taman cinta”. Pasalnya, di taman ini terdapat tanaman pagar yang dibentuk seperti hati raksasa. Sweet banget deh untuk foto bersama pasangan. Di dekat hati raksasa itu juga bertebaran batu-batu bulat berukuran raksasa.  Ada juga pottery garden yang keren abis. Pokoknya, banyak banget spot foto favorit di taman-taman Nong Nooch Village ini.

Saran saya, luangkan waktu cukup panjang untuk mengelilingi Nong Nooch Village ini. Syukurlah Nong Nooch Village dimasukkan ke dalam itinerary liburan saya. Benar-benar asyik deh berkunjung ke sana… 🙂

(marchaela)

 

One Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *