Sejarah Gerhana Matahari

Pada hari Rabu tanggal 9 Maret 2016, Indonesia akan menjadi salah satu negara yang paling disoroti berkaitan dengan terjadinya salah satu peristiwa langka di langit, yaitu gerhana matahari total.

Gerhana Matahari Total memiliki legenda tersendiri sejak kemunculannya.

Dikutip dari History, Selasa (8/Mar/2016), kemunculan Gerhana Matahari pertama terjadi pada 28 Mei (tahun tidak tercatat) Sebelum Masehi. Kala itu, munculnya gerhana dianggap sebagai hasil mantra untuk Hsi dan Ho. Dokumen Cina kuno Shu Ching menuliskan hubungan Matahari dan Bulan tidak harmonis.

Para sejarawan percaya, ini adalah referensi untuk gerhana matahari pada 22 Oktober tahun 2134 Sebelum Masehi. Legenda tersebut menceritakan dua astronom kerajaan bernama Hsi dan Ho yang telah mengabaikan tugas mereka untuk bermabuk-mabuk. Akibatnya, mereka gagal menggelar suatu acara dan dipenggal kaisar.

Untitled-3

Kemudian Gerhana Matahari total kembali terjadi pada 28 Mei tahun 585 Sebelum Masehi. Menurut sejarawan Yunani kuno Herodotus, Gerhana Matahari Total membawa gencatan senjata tak terduga antara dua negara yang bertikai, Lydia dan Media.

Keduanya telah berjuang mengendalikan Anatolia selama lima tahun. Selama Pertempuran Halys, juga dikenal sebagai Pertempuran Eclipse, langit tiba-tiba menjadi gelap karena matahari menghilang di balik bulan. Fenomena ditafsirkan sebagai tanda bahwa dewa ingin konflik berakhir. Kemudian membuat para prajurit meletakkan senjata mereka dan dinegosiasikan gencatan senjata.

Gerhana Matahari Total kembali terjadi pada tanggal 5 Mei tahun 840. Kala itu Louis Pious mewarisi kerajaan yang luas ketika ayahnya meninggal. Di bawah pemerintahannya, kerjaan mengalami krisis dinasti dan persaingan sengit antara anak-anaknya.

Sampai seorang pria yang sangat religius dengan julukan Paus terus berdoa dan tidak lama kemudian muncul peristiwa Gerhana Matahari Total. Louis kemudian dikabarkan menjadi takut atas hukuman yang akan datang dari Allah, setelah menyaksikan Gerhana Matahari.

Menurut legenda, ia meninggal karena ketakutan tidak lama kemudian. Kerajaannya kemudian hancur akibat perang saudara dan berakhir dengan Perjanjian bersejarah Verdun.

Tidak hanya itu, Gerhana Matahari Total juga membuat perdapaian antara pada ilmuwan dan penduduk asli Alaska pada 7 Agustus 1869. Dimana George Davidson, seorang astronom terkemuka dan explorer, telah membuat survei dari beberapa daerah di Alaska yang relatif belum dipetakan.

Ia berangkat pada ekspedisi ilmiah ke Lembah Chilkat pada tahun 1869. Ia memperingatkan, bahwa penduduk Chilkat Indian setempat marah karena beberapa provokasi Amerika dan mungkin menyambutnya dengan senjata dan tombak daripada tangan terbuka.

Pertemuan berlangsung tegang pada 6 Agustus, Davidson menjelaskan, ia datang untuk alasan ilmiah murni. Davidson mengatakan kepada Chilkat bahwa, dia sangat ingin untuk mengamati Gerhana Matahari total pada hari berikutnya.

Lembah Chilkat menjadi gelap akibat Gerhana Matahari Total. Kemudian masyarakat setempat melarikan diri ke hutan, dan meninggalkan para ilmuwan untuk menyelesaikan misi mereka. Beberapa sejarawan percaya prediksi astronom mungkin telah menyelamatkan seluruh tim dari serangan.

 

Apakah di Jakarta masih bisa menikmati gerhana? Bisa. Ketertutupan matahari di Jakarta mencapai 88,74 persen. Waktu gerhana di Jakarta:

Pukul 06.19 | Bulan dan matahari mulai bersinggungan
Pukul 07.21 | Gerhana Matahari total
Pukul 08.31 | Gerhana selesai

Tertarik ingin menikmati?

Jangan lupa siapkan peralatan yang diperlukan yaa…

Karena tidak disarankan untuk melihat gerhana matahari total dengan mata telanjang

Sumber: suara.com & kompas.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *