Eksotisme Situ Gunung di Kaki Gunung Gede Pangrango

Wisata-wisata alam di Sukabumi saat ini tengah naik daun di kancah pariwisata Jawa Barat, terutama wisata di kawasan Sukabumi Selatan. Sebut saja Geopark Ciletuh yang punya banyak air terjun indah yang mengalir dari tebing bebatuan tertua di pulau Jawa. Atau Ujung Genteng yang punya pantai perawan dengan pasir putih yang menawan. Tapi, jika kawasan Sukabumi Selatan dirasa kejauhan, masih banyak alternatif objek wisata alam di Sukabumi yang letaknya tak terlalu jauh dari pusat kota. Salah satunya Situ Gunung.

situ gunung

Situ Gunung ini merupakan objek wisata berupa danau, yang letaknya di kaki gunung Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP). TNGGP sendiri mencakup tiga wilayah, yakni Cianjur, Sukabumi dan Bogor. Nah, Situ Gunung ini termasuk ke dalam wilayah Desa Sukamanis, Kecamatan Kadudampit, Kabupaten Sukabumi. Saya senang sekali karena pernah berkunjung ke danau ini, tepatnya tanggal 20 Februari 2017 kemarin. Danaunya indah dan akses ke sana juga mudah meskipun lokasinya di gunung. Dari pusat kota Sukabumi, hanya butuh waktu satu jam berkendara untuk sampai ke sana.

Perjalanan saya ke Situ Gunung ditemani oleh 3 orang teman SMA. Kami ke sana hari Senin berawal dari rencana dadakan ketika hari Minggu sebelumnya kami hangout di sebuah kafe di Cianjur. Kebetulan teman-teman saya yang pada kerja di Jakarta itu cuti sampai hari Selasa. Akhirnya, sepakatlah kami untuk trip ke Situ Gunung di Sukabumi. Walaupun pas hari H cuacanya kurang mendukung, tekad kami tak surut karena memang ini merupakan momen jarang di mana kami bisa berkumpul dan ngetrip bareng.

Di perjalanan, kami sempat ragu untuk melanjutkan perjalanan karena tersesat ke suatu perkampungan yang cukup jauh dari keramaian perkotaan. Jalannya berupa gang kecil yang agak bergelombang dan menanjak. Waktu itu kami mengikuti arah yang ditunjukkan GPS. Kami diberitahu warga sekitar kalau jalan ke Situ Gunung lewat perkampungan ini tidak bisa masuk motor dan harus jalan kaki. Kami pun putar balik dan akhirnya bertanya di pos tukang ojek terdekat. Mereka bilang kalau arah GPS itu salah, dan rupanya sudah banyak “korban” yang tersesat karena GPS seperti kami.

Singkat cerita, kami pun diberitahu arah yang benar menuju Situ Gunung. Ternyata, jalanan menuju ke sana bagus dan tak jauh dari keramaian penduduk. Saya kira jalannya akan seperti jalan di perkampungan yang kami lewati tadi. Di sepanjang jalan juga terdapat hotel dan villa-villa yang disewakan. So, untuk Anda yang datang dari luar kota, tak perlu khawatir soal penginapan kalau kemalaman.

Jalanan di pintu masuk objek wisata Situ Gunung kala itu sangat basah karena hujan. Parkiran motor tampak kosong. Rupanya hanya kami yang waktu itu berkunjung ke sana. Dari parkiran, kami diarahkan untuk jalan kaki sekitar 300 meter untuk menuju danau. Sesampainya di danau, suasananya sepi. Mungkin karena kami ke sana pas hari kerja. Hanya ada penjaga warung dan beberapa warga lokal yang sedang memancing.

situ gunung

Situ Gunung ini memang tak sebesar Situ Patenggang. Danau ini merupakan danau buatan. Tapi, untuk Anda yang butuh tempat untuk berkontemplasi, Situ Gunung layak dipertimbangkan. Apalagi kalau datang pas weekday, suasananya mendukung banget kalau mau “menyepi”. Asyiknya lagi, Anda juga bisa mengelilingi danau naik perahu atau sepeda bebek. Pohon-pohon pinus yang mengelilingi danau akan membuat Anda merasakan ketenangan dan kesejukan. Lingkungan sekitarnya juga terawat, tak ada sampah berserakan. Dihiasi kabut tipis, pemadangan Situ Gunung makin cantik dan eksotis. 

situ gunung

situ gunung

Objek wisata di Situ Gunung ini ternyata tak sebatas danau saja. Anda pun bisa mengunjungi air terjun di kawasan Situ Gunung, yakni Curug Sawer dan Curug Cimanaracun. Sayangnya, karena waktu itu sehabis hujan, kami tidak mengunjungi air tersebut karena harus trekking dulu 1,5 jam untuk sampai ke sana. Selain air terjun, di sini pun Anda bisa camping. Dengar-dengar, kalau weekend camping ground di sini selalu ramai. Waktu itu, saya membayar tiket masuk sebesar Rp. 16.000,- per orang. Karena tidak sempat bertanya, saya tidak tahu apakah kalau ke air terjun dan camping ground harus bayar lagi atau tidak.

situ gunung

Next time, saya pengen lagi trip ke Situ Gunung. Penasaran ingin eksplor air terjunnya. Bagaimana dengan Anda, tertarik untuk ke Situ Gunung? Untuk yang dari Jakarta, Anda bisa naik kereta ke Bogor, lalu disambung dengan kereta tujuan Cisaat, Sukabumi. Dari Cisaat, perjalanan bisa dilanjutkan dengan angkot ataupun ojek hingga Situ Gunung. Kalau lebih suka pakai kendaraan pribadi, rutenya adalah Jakarta – Bogor – Sukabumi atau Bandung – Cianjur – Sukabumi.

Untuk Anda yang minggu ini bingung piknik ke mana, yuk ke Situ Gunung aja!

One Comment

  • […] Situ Gunung termasuk ke dalam wilayah Desa Sukamanis, Kecamatan Kadudampit, Kabupaten Sukabumi. Wisata di kaki gunung Gede Pangrango ini berada di ketinggian sekitar 850 mdpl dan merupakan objek wisata danau. Meski bukan danau alami, tapi tempatnya menyuguhkan pemandangan yang indah dan udaranya sangat sejuk karena sekeliling danau merupakan pepohonan hijau yang rimbun. .u3064b6dc4b9e341feee502015e4efbc6 { padding:0px; margin: 0; padding-top:1em!important; padding-bottom:1em!important; width:100%; display: block; font-weight:bold; background-color:inherit; border:0!important; border-left:4px solid inherit!important; text-decoration:none; } .u3064b6dc4b9e341feee502015e4efbc6:active, .u3064b6dc4b9e341feee502015e4efbc6:hover { opacity: 1; transition: opacity 250ms; webkit-transition: opacity 250ms; text-decoration:none; } .u3064b6dc4b9e341feee502015e4efbc6 { transition: background-color 250ms; webkit-transition: background-color 250ms; opacity: 1; transition: opacity 250ms; webkit-transition: opacity 250ms; } .u3064b6dc4b9e341feee502015e4efbc6 .ctaText { font-weight:bold; color:inherit; text-decoration:none; font-size: 16px; } .u3064b6dc4b9e341feee502015e4efbc6 .postTitle { color:inherit; text-decoration: underline!important; font-size: 16px; } .u3064b6dc4b9e341feee502015e4efbc6:hover .postTitle { text-decoration: underline!important; } Baca Juga:  Bukan di Jogja, Tapi Ini Gurun Pasir di Pulau Bintan! […]

Comments are closed.