Inilah Tas Dowa, Produk Jogja yang Mendunia

dowa

Dalam suatu perjalanan ziarek (ziarah-rekreasi) saya bersama serombongan ibu-ibu dari gereja, saya sempat dibuat heran. Beberapa ibu keukeuh banget pengen berkunjung ke toko Tas Dowa (Dowa Bag). Ini adalah pertama kalinya saya mendengar merk tersebut. Karena tidak tahu-menahu, saya tidak terlalu excited saat kami akhirnya menuju toko Tas Dowa di Jl Mangkubumi No 125, Yogyakarta. Posisinya kira-kira di sebelah selatan Tugu Jogja. Waktu itu, saya lebih tertarik dengan kedai yang menjual tahu gimbal di dekat toko TokoTas Dowa. Hoho. Adapun toko Tas Dowa ini menempati sebuah bangunan bertingkat bercat putih yang nampak megah.

Toko Tas Dowa di Jl Mangkubumi
Toko Tas Dowa di Jl Mangkubumi

Begitu membuka pintu masuknya, hawa dingin AC segera menyambut saya yang sedikit kegerahan gegara hawa Jogja hari itu. Seketika, naluri perempuan saya pun terbangkitkan. Waw! Tas Dowa ini ternyata keren! Tas Dowa ini adalah tas-tas fashion wanita berupa tas rajut buatan tangan. Modelnya trendy dengan banderol harga yang membuat saya terbelalak lalu segera menaruh kembali tas yang sedang saya lihat tersebut ke etalase. Harga tas rajut Dowa ini mulai dari kisaran Rp 200.000 hingga jutaan rupiah.

Showroom Dowa di Jl Godean Km 7, Jogja
Showroom Dowa di Jl Godean Km 7, Jogja

Adapun Tas Dowa ini pertama kali diproduksi pada tahun 1989. Pemiliknya adalah Ibu Delia Murwihartini. Awalnya, Ibu Delia membuat antara 10 – 15 tas rajut yang ia jajakan di sepanjang Jalan Prawirotaman, Jogjakarta. Lalu suatu hari, ada seorang turis asal Swedia yang memesan tas rajutan sebanyak 100 buah untuk dibawa ke negara asalnya. Itulah awal mula bagaimana Tas Dowa mulai dikenal oleh wisatawan mancanegara. Lebih hebatnya lagi, saat ini Tas Dowa sudah menembus pasaran internasional. Di pasaran Amerika, Tas Dowa berdiri di bawah brand The Sak. Sementara di pasaran Eropa, mereka ada di bawah brand The Read’s. Nama “dowa” sendiri berasal dari bahasa sansekerta yang artinya adalah “doa”.

Saat ini, rajutan Tas Dowa ini dihasilkan dari ribuan tangan para perajin wanita yang kebanyakan tinggal di Dusun Kulonprogo, Bantul dan Sleman, Jawa Tengah. Para perajin wanita ini boleh mengerjakan rajutan di rumah mereka sendiri. Jadi, mereka bisa tetap mengerjakan pekerjaan rumah tangga dan mengurus anak-anak mereka, namun mereka juga bisa mandiri secara ekonomi. Selanjutnya, finishing dari tas rajut ini dikerjakan oleh para profesional di workshop untuk menjaga kualitasnya. Jadi, dengan membeli Tas Dowa, sebenarnya secara tak langsung kita juga sudah mendukung perekonomian para wanita dan keluarganya.

Tas Rajut Dowa
Tas Rajut Dowa

Sebagai warga Indonesia, kita harus bangga bahwa kita memiliki produk fashion yang sudah mendunia seperti ini. Tas Dowa ini harganya memang cukup mahal, namun harga itu sangat sesuai dengan kualitas yang ditawarkan. Tas Dowa ini selain buatannya yang oke (tidak cepat rusak), juga unik karena memadukan antara kerajinan tangan dan fashion kelas dunia. Anda pun bisa memesan model tas sesuai dengan keinginan sendiri. Sungguh eksklusif! Di gerai yang berada di Jalan Mangkubumi ini, selain menjual tas wanita dalam berbagai model, mereka juga menjual clutch, dompet, syal, sandal, gantungan kunci, dan pin.

Honje Restaurant di lantai 2
Honje Restaurant di lantai 2
dari Honje Restaurant, Anda bisa melihat pemandangan Tugu Jogja
dari Honje Restaurant, Anda bisa melihat pemandangan Tugu Jogja

Buat Anda yang tidak terlalu tertarik untuk membeli tas, Anda bisa naik ke lantai dua bangunan toko. Di lantai dua toko terdapat Honje Restaurant. Keistimewaan dari Honje Restaurant ini adalah masakannya yang menggunakan bunga honje alias bunga kecubung, semisal nasi goreng bunga honje atau minuman dengan sirup honje. Selain itu, sembari bersantap Anda juga dapat menikmati pemandangan Tugu Jogja. Jadi, buat Anda yang lebih senang kulineran, Anda bisa menunggu teman/istri/pacar/keluarga Anda yang sedang belanja tas di Honje Restaurant.  Anyway, maafkan saya tidak bisa menjelaskan lebih jauh karena waktu itu saya tidak sempat kulineran di sana. Waktu itu, saya lebih kepincut untuk mencicipi Tahu Gimbal Telor Si Mbok yang juga terletak di seberang Hotel Harper di Jl Mangkubumi. Tahu Gimbal Telor Si Mbok ini cukup terkenal. Dan rasanya memang nikmat.

Sebelum pembahasan saya jadi melebar ke kulineran, mari kita fokus kembali pada topik Tas Dowa. Selain di Jalan Mangkubumi, toko Tas Dowa juga hadir di:

  • Showroom and Factory, Jl.Godean KM 7, Sidomoyo, Yogyakarta.
  • Hotel Novotel, Jl.Jend Sudirman 89, Yogyakarta 
  • Hotel Novotel, Jl Slamet Riyadi 272, Solo

So, buat para penggemar fashion, jangan lupa untuk menambahkan Tas Dowa dalam list oleh-oleh Anda saat sedang berwisata ke Jogjakarta. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *