8 Tata Krama di Bali yang Wajib Anda Patuhi

Salah satu destinasi liburan yang rasa-rasanya bakalan sudah dikunjungi oleh orang Indonesia adalah Pulau Bali. Bahkan, ada cukup banyak SMU yang menetapkan Bali sebagai destinasi darmawisata sekolah. Dengan airlines promo yang membuat tiket pesawat jadi terjangkau dan banyaknya hotel murah, tak ada alasan bagi Anda untuk tak berlibur ke Bali. Minimal pernah satu kali, deh! Namun, sudah tahukah Anda bahwa ada sederetan tata karma yang wajib kita patuhi saat berlibur ke Bali? Di mana bumi dipijak, di situlah langit dijunjung. Kita tahu persis bahwa Bali sangat menjunjung tinggi kebudayaan mereka. Jangan sampai kita menjadi “pengacau” liburan gegara tidak menuruti tata-krama setempat. Klikers, berikut 8 tata karma di Bali yang wajib Anda patuhi:

1.    Jangan Menginjak Canang atau Banten

Inilah yang bernama canang. Jangan diinjak, ya!
Inilah yang bernama canang. Jangan diinjak, ya!

Tata karma di Bali yang wajib Anda patuhi salah satunya adalah tidak menginjak banten atau canang. Saat berada di Bali, Anda pasti memperhatikan pasti ada banten atau canang (sesajen) di toko-toko atau rumah-rumah, bahkan juga di hotel-hotel. Banten atau canang yang biasanya berbentuk bunga dan dupa ini adalah persembahan sebagai tanda penghormatan kepada alam semesta. Jika Anda melihat banten atau canang terletak di jalan, maka hormatilah dengan cara melewatinya tanpa melangkahi (jalanlah agak menyamping / menghindari). Jangan sampai Anda menginjak canang atau banten. Jika canang atau banten tak sengaja terinjak, mengucap maaflah. Bukan karena Anda takut terkena musibah, namun lebih untuk menunjukkan tanda penghormatan Anda pada kebudayaan dan kepercayaan setempat. 

2.    Mengenakan Kain dan Selendang

Anda wajib mengenakan sarung atau selendang saat memasuki pura atau tempat suci di Bali
Anda wajib mengenakan sarung atau selendang saat memasuki pura atau tempat suci di Bali

Umumnya, jika berada di tempat ibadah (dari agama apapun) kita harus mengenakan pakaian yang sopan. Sama halnya ketika Anda mengunjungi tempat-tempat ibadah seperti pura ataupun tempat yang dianggap suci. Tak ada salahnya membawa kain selendang atau sarung dalam tas Anda. Memang, umumnya di pura-pura atau tempat suci yang umum dikunjungi sudah ada tempat penyewaan sarung/selendang. Namun, jika Anda ada mengunjungi pura/tempat ibadah yang belum umum dikunjungi wisatawan, belum tentu di tempat tersebut ada penyewaan sarung/selendang. 

3.    Menghargai upacara adat yang sedang berlangsung

Salah satu upacara adat di bali
Salah satu upacara adat di bali

Sebelum Anda memilih tanggal untuk mengunjungi Bali, ada baiknya Anda mengecek kalender bali terlebih dulu untuk melihat apakah ada perayaan atau upacara adat di tanggal-tanggal kunjungan Anda. Jika ada perayaan besar di Bali, kemungkinan beberapa tempat wisata akan tutup. Pun, jika sedang ada upacara adat, biasanya Anda tidak bisa masuk ke Pura. Bagi Anda yang hobi fotografi dan ingin mengambil foto perayaan yang sedang berlangsung, ingatlah untuk menjaga kesopanan. Tanyakan dulu apakah Anda boleh masuk ke dalam pura atau tidak. Gunakan pakaian yang sopan. Jangan pula sampai mengganggu umat Hindu yang sedang beribadah demi mengambil angle foto yang bagus.

4.    Dilarang menyalakan lampu saat Hari Raya Nyepi

Pecalang berjaga saat Nyepi
Pecalang berjaga saat Nyepi

Salah satu hari raya besar umat Hindu adalah Nyepi. Di hari Nyepi, semua tempat wisata akan tutup, Anda tak boleh keluar rumah dan juga tidak boleh menyalakan lampu/listrik. Ada wisatawan yang memang sengaja ke Bali pada saat hari raya Nyepi untuk merasakan suasana Bali di hari Nyepi. Namun, ada pula yang “terjebak” karena tidak terlalu memperhatikan tanggal keberangkatan. Apapun alasan Anda berada di Bali saat hari raya Nyepi, ikutilah aturan yang ada. Jangan nekat menyalakan lampu atau listrik atau bepergian ke tempat umum karena ada pecalang (polisi adat) yang mengawasi. Buat Anda yang berdiam di hotel, Anda bisa-bisa saja sih menyalakan lampu dan menonton TV. Namun, kecilkan volume TV dan tutuplah tirai agar cahaya lampu tidak sampai ke luar. Bahkan, sebaiknya cukup dengan lampu temaram saja. 

5.    Mentaati aturan memasuki Pura/tempat suci

Tata Tertib Memasuki Pura
Tata Tertib Memasuki Pura

Tata krama di Bali yang juga wajib Anda patuhi adalah tata karma atau seputar aturan memasuki pura/tempat suci. Seperti sudah disinggung sebelumnya di atas, Anda harus mengenakan pakaian yang sopan dan juga kain selendang atau sarung. Bagi para wanita yang sedang haid, Anda tidak boleh memasuki pura ataupun tempat suci lainnya. Anda juga harus menjaga perkataan Anda. Jangan berkata-kata sompral atau tidak sopan. 

6.    Hormati yang sedang bersembahyang

Jangan lewat di depan orang yang sedang bersembahyang atau memotretnya dengan blitz
Jangan lewat di depan orang yang sedang bersembahyang atau memotretnya dengan blitz

Jika Anda melihat ada yang sedang bersembahyang, maka Anda tidak boleh berjalan di depan orang yang sedang bersembahyang tersebut. Anda juga tidak boleh memotret dengan menggunakan blitz/flash di depan orang yang sedang bersembahyang atau di depan pemimpin upacara keagamaan. Jika Anda kebetulan melewati arak-arakan upacara di jalan, maka bersikaplah sopan dengan tidak membunyikan klakson. 

7.    Tidak buang air kecil sembarangan

sarung-pohon-bali

Berikutnya, tata krama di Bali yang juga perlu banget untuk Anda patuhi adalah tidak buang air sembarangan. Mungkin saja Anda kebelet pipis saat sedang melakukan wisata alam di Bali lalu Anda tidak bisa menemukan toilet. Ingatlah bahwa masyarakat Bali percaya bahwa setiap tempat memiliki “penunggu”. Jika Anda benar-benar sampai harus buang air kecil, mintalah maaf terlebih dahulu. Hindari buang air kecil di pohon-pohon yang diikat dengan kain atau ada sesajennya.  

8.    Menjaga perilaku dan sopan-santun

Overall, jagalah perilaku dan sopan-santun Anda. Selain tata krama di Bali yang sudah disebutkan di atas, Anda juga harus menjaga kelestarian alam. Jangan membuang sampah sembarangan, apakah itu di jalanan atau di pantai. Terlebih, jangan mengotori mata air (misalnya dengan membuang sampah atau meludah sembarangan) karena bagi masyarakat Bali (Hindu), air memiliki posisi yang tinggi dalam ritual dan upacara-upacara mereka. 

Klikers, itulah 8 tata krama di Bali yang wajib Anda patuhi. Mematuhi tata-krama bukan berarti Anda takut. Namun, mematuhi setiap tata krama di Bali berarti Anda adalah traveler yang beradab. Bali sangatlah indah. Jangan sampai kita merusak keindahan itu dengan bersikap sekenanya. 

One Comment

Comments are closed.