Te… Sate… Mari Cicipi 12 Sate Nusantara Ini!

“Te… sate….”

“Bang, satenya Bang…”

“Mau beli berapa tusuk, neng?”

“100 tusuk, Bang!”

Sate merupakan salah satu makanan yang khas Indonesia yang sudah didaulat sebagai salah satu makanan terlezat di dunia. Kelezatan sate memang sudah dikenal hingga ke mancanegara. Serunya, ada banyak jenis sate. Beda daerah, beda juga cara penyajian dan citarasanya. Yuk kita simak 12 sate nusantara yang lezatnya tak perlu diragukan lagi!

1. Sate Madura

sate madura
sate madura

Sesuai dengan namanya, sate nusantara ini berasal dari Madura. Sate madura sudah terkenal di seluruh Indonesia. Sate Madura biasanya terbuat dari daging ayam, namun ada juga yang terbuat dari daging kambing. Kekhasan sate madura adalah sate ini dibakar dengan arang batok kelapa. Sate madura biasanya dihidangkan dengan siraman bumbu kacang dan potongan acar.

2. Sate Padang

sate padang
sate padang

Ada dua jenis sate padang, yaitu sate padang panjang dan sate padang pariaman. Sate padang biasanya terbuat dari daging sapi dan jeroannya. Ciri khas sate padang adalah saus kuah kuningnya yang terbuat dari tepung beras yang dicampur dengan kaldu daging dan jeroan, kunyit, jahe, bawang putih, ketumbar, lengkuas, jintan putih, bubuk kari, dan garam. Cita rasa saus kuning ini berbeda antara saus sate padang panjang dan sate padang pariaman. Sate padang memiliki citarasa yang pedas. Sate padang harus disantap dalam keadaan masih panas/hangat. Jika sudah dingin, sausnya akan menjadi cair dan kelezatannya akan berkurang.

3. Sate Lilit

sate lilit
sate lilit

Sate lilit merupakan sate nusantara yang berasal dari daerah Bali. Sate lilit terbuat dari daging cincang yang berbahan dasar daging sapi, ayam, ikan, babi, ataupun penyu. Daging cincang ini lalu dicampur dengan kelapa parut, santan kental, jeruk nipis, bawang merah, dan merica. Daging cincang yang sudah dicampur dengan berbagai bumbu ini lalu dililitkan ke tusukan bambu atau batang serai, lalu dipanggang dengan api arang.

4. Sate Maranggi

sate maranggi
sate maranggi

Sate maranggi merupakan salah satu kuliner khas Purwakarta. Anda dapat dengan mudah menemukan sate maranggi di setiap sudut kota Purwakarta. Sate ini biasanya terbuat dari daging sapi ataupun daging kambing. Kekhasan sate maranggi adalah bumbunya tidak menggunakan sambal kacang, namun hanya menggunakan bumbu kecap yang dicampur dengan cabai hijau dan cuka lahang (cuka yang terbuat dari aren). Bumbu kecap ini lalu disajikan dengan pelengkap bawang merah dan tomat segar. Biasanya sate maranggi disantap dengan ketan bakar, sambal oncom, atau nasi timbel.

5. Sate Ponorogo

sate ponorogo
sate ponorogo

Sate ponorogo berasal dari daerah Ponorogo, Jawa Timur. Biasanya sate ponorogo menggunakan daging ayam. Keunikan sate ponorogo adalah dagingnya tidak dipotong dadu seperti sate umumnya, namun diiris memanjang menyerupai fillet. Dengan demikian, sate ponorogo memiliki tekstur yang lebih empuk, dan gajihnya dapat disisihkan. Sebelum dipanggang, sate direndam di bumbu sehingga bumbunya meresap ke daging. Sate ponorogo dipanggang dengan tungku tanah liat. Setelah matang, sate disajikan dengan bumbu kacang yang ditumbuk halus.

6. Sate Loso

sate loso
sate loso

Mungkin Klikers belum terlalu akrab dengan sate nusantara yang ini. Sate Loso berasal dari Pemalang. Nama “loso” sendiri berasal dari nama Pak Loso dari Weleri yang pertama kali menjual sate loso ini. Sate loso ini merupakan sate dengan bahan utama daging kerbau atau daging sapi yang dibacem terlebih dahulu sebelum dibakar. Sate loso ini disajikan dengan bumbu kacang lembut yang berwarna kemerahan. Warna merah dari bumbu kacangnya berasal dari cabe merah. Sate loso ini dihidangkan dengan sejenis sup yang berisi urat, tulang muda, dan taoge. Sup daging ini memiliki citarasa sedikit pedas, manis, asam, dan gurih.

7. Sate Blora

sate blora
sate blora

Blora adalah salah satu kabupaten di Jawa Tengah. Sate Blora dibuat dari daging ayam kampung yang dipotong kecil-kecil. Bumbunya bukan hanya sekedar kecap manis, namun dicampur dengan bumbu bawang putih, gula merah, dan ketumbar. Sate blora biasanya disajikan di atas daun jadi dan disantap dengan sambal kacang, kecap manis, bawang merah goreng, bawang merah mentah, dan sambal rawit. Keistimewaan sate blora adalah pelengkapnya yang berupa kuah kuning dari santan encer dengan bumbu bawang. Lontong atau nasi yang disiram dengan kuah kuning ini lalu dinikmati dengan sate. Mantap!

8. Sate Klathak

sate klathak
sate klathak

Mereka yang sering berlibur ke Yogyakarta pasti sudah tidak asing dengan sate nusantara yang ini. Sate klatak atau sate klathak dinamai demikian karena bunyi “klatak-klatak” dari daging yang terbakar. Sate klatak ini menggunakan daging kambing yang dipotong kecil-kecil. Tusukannya bukan menggunakan tusuk sate dari bambu, namun menggunakan jeruji besi roda sepeda. Jeruji ini menjadi penghantar panas yang baik sehingga daging matang hingga ke dalam. Sate klatak ini dinikmati hanya dengan taburan garam dengan sedikit ketumbar, tanpa kecap dan tanpa sambal kacang. Sate klathak biasanya dinikmati juga bersama nasi yang disiram kuah gulai.

9. Sate Buntel

sate buntel
sate buntel

Ini bukan sate dari ikan buntal. Sate buntel adalah sate nusantara dari Solo yang terbuat dari daging bagian perut atau iga kambing atau sapi. Daging yang dicincang lalu dibungkus selaput membran daging lalu dililitkan pada tusukan bambu. Setelah dipanggang, dagingnya lalu dipisahkan dari tusukannya dan diiris-iris. Bumbu sate buntel ini adalah kecap manis dan merica.

10. Sate Tegal

sate tegal
sate tegal (sate balibul)

Sate tegal dikenal juga dengan nama sate balibul. Sate tegal ini dibuat dari daging domba atau kambing muda yang usianya baru lima bulan (balibul = baru lima bulan). Daging domba atau kambing muda ini dipotong dadu disusun pada tusukan bambu bersama lemak (gajih), hati atau ginjal. Daging sate lalu dibakar di atas arang sampai matang. Sate tegal ini menggunakan bumbu kecap manis, irisan cabe, bawang merah, tomat hijau, dan bawang goreng. Perlu diingat, sate tegal ini kandungan kolesterolnya cukup tinggi.

11. Sate Lembut

sate lembut
sate lembut

Sate lembut merupakan sate nusantara asal Betawi. Saat ini, keberadaan sate yang tampilannya mirip sate lilit ini sudah mulai langka. Sate lembut dibuat dari daging sapi yang digiling hingga halus lalu dicampur dengan kelapa dan berbagai rempah. Setelah itu ditumbuk lagi agar daging dan bumbu menyatu. Setelah itu daging diremas-remas hingga pulen lalu dililitkan ke tusukan sate baru dibakar. Proses pembuatannya memang cukup rumit. Sate lembut yang biasanya disajikan dengan ketupat laksa ini memiliki citarasa manis, gurih, dan berempah.

12. Sate Kere

sate kere
sate kere

Kere artinya miskin. Pada jaman dulu, sate merupakan makanan mewah yang hanya bisa dinikmati kalangan atas. Sate kere yang berasal dari Solo ini merupakan satenya orang miskin, yang merasa sayang untuk membeli setusuk sate daging. Sate kere ini dibuat bukan dari daging, melainkan dari tempe gembus yang digiling. Selain tempe, sate kere ini biasanya juga menggunakan jeroan sapi seperti paru dan usus sapi. Sate kere juga dinikmati dengan bumbu kacang seperti sate umumnya.

Klikers, itulah 12 sate nusantara yang populer di Indonesia. Memang masih banyak jenis sate lainnya. Semoga ada kesempatan untuk menuliskannya lagi, ya! Yuk, kita makan sate, Klikers!

 

(marchaela)

One Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *