Terkagum dengan Terminal 3 Ultimate Soekarno-Hatta

Salah satu hal yang terkadang membosankan saat travelling adalah di bandara. Jika saya hitung-hitung, biasanya saya akan menghabiskan waktu sekitar dua jam di bandara untuk menunggu waktu penerbangan. Menunggu itu memang selalu bikin bosan, kan? Tapi, ucapkan selamat tinggal pada kata bosan jika Anda sedang berada di Terminal 3 Ultimate Soekarno-Hatta. Terminal 3 Ultimate Soekarno-Hatta yang mulai dioperasikan sejak tanggal 9 Agustus 2016 ini dijamin akan membuat kita tak sempat merasa bosan.

Terminal 3 Ultimate Soekarno-Hatta

Terminal 3 Ultimate Soekarno-Hatta[/caption]

 

Pada waktu liburan akhir tahun 2016 kemarin, saya berkesempatan untuk menikmati Terminal 3 Ultimate Soekarno-Hatta. Terminal 3 Ultimate ini dibangun karena Terminal 1, Terminal 2, dan Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta sudah tidak mampu menampung ribuan penumpang pesawat setiap harinya. Maka, Terminal 3 Ultimate ini dibangun sebagai pengembangan dari Terminal 3 yang sudah ada. Untuk saat ini, kebetulan baru Maskapai Garuda Indonesia yang beroperasi di Terminal 3 Ultimate. Rencananya, Terminal 3 Ultimate ini bisa untuk menampung 25 juta penumpang per tahunnya.

(Baca juga: 5 Hotel Transit dekat Bandara Soekarno-Hatta)

Mobil Lukis

Mobil Lukis[/caption]

Rasa kagum segera menghampiri saya bahkan sebelum kaki ini melangkah masuk ke dalam bangunan Terminal 3 Ultimate. Di depan, saya melihat ada beberapa mobil unik yang dipajang. Unik, karena mobil-mobil itu dilukis oleh beberapa seniman. Saya pun segera menyempatkan diri untuk mengambil salah satu fotonya.

Pameran Foto

Pameran Foto[/caption]

Rasa kagum pun bertambah saat saya melangkah masuk. Terminal ini sangat luas dengan desain arsitektur yang artistik. Dinding-dindingnya didominasi dengan kaca dan baja, sehingga cahaya matahari bebas menyorot masuk ke dalamnya. Sementara langit-langitnya bermotif prisma. Selesai melewati pemeriksaan X-ray, sambil menunggu kakak saya yang sedang memarkir mobil, saya memutuskan untuk sejenak melihat-lihat. Di salah satu sudut, tampak ada pameran foto. Foto-foto yang dipajang tak lain adalah foto-foto yang diambil di Terminal 3 Ultimate. Pajangan mobil lukis dan pameran fotografi ini saya rasa sesuai dengan konsep yang diusung terminal ini, yaitu: Art & Culture.

Baca Juga:  8 Tips Snorkeling Bagi Para Pemula

Ruang Hijau di Terminal Ultimate 3

Ruang Hijau di Terminal Ultimate 3[/caption]

Terminal 3 Ultimate ini juga mengusung konsep ramah lingkungan. Salah satunya dengan sistem listrik solar cell (tenaga matahari). Selain itu, di sana-sini saya juga menemukan ruang hijau berupa taman di dalam gedung. Tanamannya asli, lho! Taman-taman ini membuat saya teringat akan Bandara International Changi. Mungkin memang terinspirasi dari Changi, kali ya? Taman-taman ini menjadi salah satu spot foto favorit di Terminal 3 Ultimate ini. Oh ya, Terminal 3 Ultimate ini juga akan dihubungkan dengan terminal lainnya dengan menggunakan moda transportasi bus dan monorel. Wow! Keren banget, ya!

Selesai melakukan proses check in, kini saya hanya tinggal menunggu waktu penerbangan. Waktu itu, ada waktu sekitar satu jam sebelum waktu boarding. Nah, jika di bandara lain, mungkin ini akan menjadi saat yang membosankan. Tapi tidak demikian di sini. Waktu sekitar satu jam bahkan terasa kurang bagi saya. Ada banyak hal-hal mengasyikkan yang bisa kita lakukan di sini.

Pertama, buat Anda yang hanya ingin duduk anteng sambil main gadget, Terminal 3 Ultimate ini menyediakan fasilitas free wifi dan charging facility.

Banyak cafe/resto dan toko-toko

Kedua, kulineran dong pastinya! Ada cukup banyak cafe dan resto di Terminal 3 Ultimate ini. Di lantai pertama, saya melihat ada Krispy Kreme, Roti O, Starbucks, Burger King, Alfa Express, sebuah rumah makan melayu (saya lupa namanya), dan beberapa gerai lainnya. Di lantai atas pun masih banyak. Plus, masih banyak beberapa cafe dan resto yang akan buka dalam waktu dekat. Dijamin kita nggak bakal kelaparan saat sedang berada di Terminal 3 Ultimate ini. Selain cafe dan resto, tentunya ada toko buku Periplus dan juga beberapa toko souvenir.

Baca Juga:  Berayun di Tengah Laut Gili Trawangan

Manusia Patung sedang beraksi

Manusia Patung sedang beraksi[/caption]

Ketiga, buat Anda yang doyan foto-foto,  Terminal 3 Ultimate ini sangat instagrammable. Ada banyak sudut-sudut cantik yang bisa direkam dalam rana. Sewaktu saya di sana kemarin, sempat juga ada manusia patung. Manusia Patung yang berwarna emas dan perak ini bergaya sebagai pemain musik. Anda boleh banget lho berfoto bersama Manusia Patung ini.

Tapi, jangan sampai Anda keasyikan, yah! Terminal 3 Ultimate ini mengusung konsep “silent airport”. Jika di bandara biasanya kita akan terus-menerus mendengarkan pengumuman, maka tidak demikian dengan terminal baru ini. Pantaslah selama nongkrong di sana, saya merasa suasananya begitu tenang. Alhasil, hari itu pun saya cukup tergopoh-gopoh menjelang boarding.

Untung banyak travelator!

Untung banyak travelator![/caption]

Seperti sebelumnya saya katakan, Terminal 3 Ultimate ini luas banget. Pesawat yang saya tumpangi ada di Gate 16. Dari papan petunjuk yang saya lihat, Gate 16 ini berjarak 10 menit dari posisi saya saat itu. Waduh, saya pun tergopoh-gopoh. Untunglah ada cukup banyak travelator (ramp berjalan). Oh ya, saya memperhatikan ada kecenderungan orang Indonesia untuk melenggang santai di travelator (biar nggak pegal). Padahal, travelator ini berguna banget untuk mereka yang terburu-buru. Jadi, buat Anda yang menggunakan travelator supaya tidak cepat lelah (misalkan untuk orang tua), berposisilah di sisi kiri agar sisi kanan dapat digunakan oleh mereka yang ingin berjalan lebih cepat. Yah, syukurlah waktu itu saya tidak terlambat walaupun saya menjadi penumpang yang masuk terakhir ke pesawat. Hihihi.

Air Minum

Air Minum[/caption]

Overall, saya sangat kagum dan bangga dengan Terminal 3 Ultimate Soekarno-Hatta ini. Terminal ini tak kalah dengan bandara-bandara di luar negeri. Toiletnya bersih (ini point penting banget buat saya!) dan fasilitasnya lengkap. Saya melihat ada cukup banyak gerai ATM. Ada juga keran-keran air minum seperti yang terdapat di Singapura. Lumayan lho untuk berhemat. Hehehe.

Baca Juga:  8 Tips Snorkeling Bagi Para Pemula

Menuju Gedung Parkiran

Menuju Gedung Parkiran[/caption]

Kenyamanan lain yang saya rasakan dari Terminal 3 Ultimate ini adalah pada tempat parkirnya. Tempat parkirnya di dalam gedung dan luas seperti parkiran mall. Kita bisa membawa troli hingga ke parkiran. Jadi, kita tak perlu ribet menggeret-geret koper dan mengangkat tas-tas. Namun, kenyamanan ini cukup mahal harganya. Saya cukup tercengang dengan tarif parkirnya yang mencapai (hampir) Rp 10.000,00 per jam. Padahal, kami “menginapkan” mobil di parkiran Terminal 3 Ultimate ini selama hampir 5 hari (104 jam 33 menit). Alhasil, tahun baruan kemarin kami mendapat “surprise” berupa ongkos parkir sebesar Rp1.027.000,00. Alamaaak… Semoga besok-besok ada kebijakan tarif parkir untuk mobil yang parkir menginap, deh!

 

(Marchaela, Jan 2017)

Facebook Comment

Marchaela

author, art worker, food journalist

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
More in art & culture, Bandara Soekarno Hatta, international airport, silent airport, terminal 3 ultimate soekarno-hatta
5 Hotel Transit Dekat Bandara Soekarno Hatta

Klikers, apakah Anda pernah mendapat penerbangan yang mengharuskan Anda transit hingga berjam-jam? Atau pernahkan terbang dengan jam tiba yang kurang...

Close