Blusukan ke Tepi Sawah untuk Menikmati Bakmi Pur

Namanya pelesir ke Jogja, rasanya belum komplit kalau belum makan bakmi jawa. Itu berlaku untuk saya yang doyan bakmi jawa, lho! Sama seperti banyaknya penjual gudeg, ada banyak juga penjual bakmi jawa di Jogja. Sebagai turis, pastinya saya bingung yang mana yang benar-benar enak. Untungnya, pada waktu saya dan keluarga di Jogja, kami sempat kontak-kontakan dan ketemuan dengan kerabat yang tinggal di Jogja. Saat mereka tahu kami kepingin makan bakmi jawa, mereka lalu mengajak kami makan Bakmi Pur. Kata mereka, Bakmi Pur ini recommended banget. Buat Anda yang mencari kuliner enak yang recommended di suatu daerah, saran saya: cobalah untuk bertanya pada warga lokal. Syukur-syukur Anda punya kenalan/teman warga lokal yang bisa menemani kulineran. 

Warung Bakmi Pur
Warung Bakmi Pur

bakmi pur 3

Saya cukup terkejut saat mobil kami mengarah pada sebuah jalan kecil perumahan yang lumayan gelap. Dalam hati saya berpikir, waduh… serem kalau harus nyetir sendirian ke tempat ini! Dari jalan kecil perumahan yang ternyata jalan tikus itu, kami lalu sampai di jalan yang lebih besar. Kami lalu parkir di depan sebuah bangunan bercat hijau segar yang terletak di dekat sawah. Itulah warung Bakmi Jawa Pur. Lokasi tepatnya adalah di Jl Garuda No 139 Jombor Lor, Desa Sinduadi, Kecamatan Mlati, Kabupaten Sleman, DIY. Patokan mudahnya, Warung Bakmi Pur ini berada di sebelah timur Jembatan Layang Jombor Sleman dan Terminal Bus Jombor. Jika Anda kesulitan untuk menemukannya, cobalah bertanya pada orang lokal. Bisa dipastikan mereka tahu karena Bakmi Pur ini cukup terkenal. Bakmi Pur ini sudah buka sejak 20 tahun yang lalu, lho!

Saat kami memasuki warung yang didominasi warna hijau itu, suasana lengang menyambut kami. Biasanya, tempat ini baru ramai saat larut malam. Kami datang sekitar pukul setengah tujuh malam. Warung Bakmi Pur ini kerap disebut sebagai Warung Bakmi Karno. Bukan karena penjualnya bernama Karno, namun karena di dalam warung kita dapat melihat banyak foto Presiden RI pertama Ir Soekarno. Tak berlama-lama, kami lalu segera memesan menu. Saya memesan bakmi jawa nyemek (dengan sedikit kuah), sementara keponakan saya memesan bakmi godog (kuah). Selain bakmi jawa, Warung Bakmi Pur ini juga menjual menu lain seperti nasi goreng, nasi godog, magelangan, sup ayam, rica-rica ayam, dan capcay. Magelangan ini adalah nama lain untuk nasi goreng mawut, yaitu nasi goreng yang dicampur dengan mie goreng. Untuk minumannya, ah…  habis bersantap bakmi jawa itu paling enak minum teh poci :p

bakmi godog pur
bakmi godog pur

Bakmi Jawa Pur ini porsinya cukup besar dengan menggunakan mie kuning yang diameternya cukup gemuk dengan tekstur yang kenyal. Bakmi godognya disajikan dengan telur, irisan kol, dan suwiran ayam yang cukup banyak. Rasanya gurih dan benar-benar nikmat. Bakmi godog yang masih panas disantap sambil lesehan di sebuah warung di tepi sawah di malam hari yang tenang. Bahagia itu sederhana, bro! 😀

Bakmi Nyemek Pur
Bakmi Nyemek Pur

Sejujurnya, saya sedikit kecele dengan bakmi nyemek.  Pertama kali makan bakmi nyemek di sebuah kaki lima di Jogja, saya heran karena citarasanya yang asin. Berkali-kali saya makan bakmi nyemek di Bandung, selalu citarasanya manis. Eh, hal itu berulang kembali saat saya bersantap di Bakmi Pur ini. Bakmi nyemeknya ternyata adalah bakmi godog dengan sedikit kuah. Rasanya memang sedap, tapi lidah saya sudah terlanjur membayangkan rasa yang manis. Hahaha. Next time saya makan bakmi jawa di Jogja, biar aman saya mau pesan bakmi goreng saja, deh!

Jika biasanya teh poci di warung lain disajikan dalam poci yang cukup besar, maka poci teh di Warung Bakmi Pur ini ukurannya cukup kecil. Namun, porsinya cukup untuk dua gelas teh. Tehnya wangi dan nikmat. Ah, segaaar… 

List Harga di Warung Bakmi Pur
List Harga di Warung Bakmi Pur

Suasana masih tetap sepi saat kami sudah selesai bersantap. Suasananya sungguh tenang. Seporsi bakmi jawa Pur ini dibanderol hanya seharga Rp 14.000. Rasanya enak dan porsinya pun besar sampai saya merasa kenyang banget. Makan enak itu tak selalu harus mahal. Perut kenyang, hati gembira, dan dompet pun bahagia karena tak terkuras. Semoga kulineran di Jogja selalu murah-meriah, ya!

 

(marchaela)

#marchaelappetite #goestojogja

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *