Suasana dan Sajian Serba Jadul di Wedangan Pendhopo

Suara gamelan Jawa, gumam pra pengunjung berdiskusi, dekorasi perpaduan meja kursi kayu, poster-poster iklan jadul, sepeda lawas, patung-patung klasik, radio analog, dan mainan anak tempo doeloe bakal membuat kita serasa singgah di masa silam. Begitu pula dengan makanan, camilan, serta minuman yang disajikan di Wedangan Pendhopo, Solo.


Bagi warga Solo, suasana seperti ini tentu saja menjadi klangenan di tengah kesibukan. 

Yang bikin asyik lagi nih, wedangan ini sungguh, sangat, amat dekat sekali dijangkau bagi Klikers yang menginap di Rumah Turi, Homestay Srikaton, dan Solo Paragon Hotel & Residences. Karena, wedangan ini terletak di Jalan Srigading 1 Nomor 7, Solo. Kalau belum tahu rutenya, orang di sekitar tempat Anda menginap bakal dengan ramah memberi tahu, kalau ditanya lho ya..

Oke, kembali ke soal wedangan.

Wedangan pada umumnya sama dengan angkringan (Jogja), yakni dengan menu khas, nasi kucing, teh, wedang tape, kompi, jeruk, aneka camilan, gorengan, bakaran. Kecuali buah, umumnya di wedangan jarang yang menjual buah. Kalau toh ada paling-paling cuma pisang ambon atau pisang rebus dan pisang goreng.

Namun, seiring perkembangan zaman, menu "mula-mula" wedangan pun berubah. Makanan-makanan instan pun mulai masuk, begitu pula dengan kopi yang disajikan. Gorengan yang disajikannya pun kadang terbatas tempe, tahu, bakso telur, sate telur puyuh, dan lain-lain.

Nah, di tengah perubahan varian menu wedangan saat ini, di Solo berkembang aneka wedangan yang dikonsep secara beragam. Dari yang ala kafe hingga ala rumahan. Nah, untuk Wedangan Pendhopo ini memang dikonsep ala rumahan.

Setidaknya itu terlihat dari Wedangan Pendhopo yang banyak menghadirkan nuansa tempo doeloe dengan beragam aksesori serta menu yang disajikannya.

Menu-menu jadul

Namanya wedangan atau angkringan, tentu yang menjadi penilaian utama adalah kwalitas rasa minumannya, seperti teh. Teh di wedangan pada masa lalu terkenal dengan khas perpaduan rasa antara sepat, pahit, dan manis atau yang biasa disebut nasgitel, akronim dari panas, legi (manis), dan kentel (kental/sepat). 

Untuk mendapatkan rasa teh yang enak itu harus dengan cara mengoplos merk beberapa teh. .

Tak hanya teh, ada sejumlah minuman jadul yang disajikan, seperti wedang tape ketan, jahe sere, wedang uwuh, dan temu lawak botolan yang sempat ngetren di era tahun 1980-an.

Untuk menu makanan yang khas dan jadul di wedangan ini antara lain sego kucing yaitu nasi dengan sepotong bandeng dengan sambal, nasi oseng dengan tumisan kacang panjang dengan tempe, nasi sambal tumpang, pecel, nasi sambal goreng lombok ijo yang gurih nan pedas, dan kudapan trancam.

Akan lebih lengkap jika nasi tersebut ditemani berbagai macam gorengan dan sate satean. Ada sate koyor, sate keong, sate telur puyuh, sate kerang, sate usus dan sate kikil. .

Kalau untuk camilan ada permen jadul super pedas, yakni permen Davos, apem, martabak mini, tempe dan tahu bacam.

Cara pemesanannya adalah dengan mendatangi meja angkringan pikul (ditandu) yang berisi aneka macam makanan. Klikers tinggal pilih sendiri untuk kemudian berikan kepada penjualnya. Biasanya sih minta dihangatkan dulu dengan cara dibakar di atas arang.

Ni nih foto-foto suasana di Wedangan Pendhopo:

wedangan-pendopo-solo-keren-jpg

img-20160823-01835

wedangan-pendapa-solo-24-jpg

wedangan-pendapa-solo-1-jpg

wedangan-pendapa-solo-2-jpg

wedangan-pendapa-solo-6-jpg

wedangan-pendapa-solo-8-jpg

wedangan-pendapa-solo-7-jpg

wedangan-pendapa-solo-3-jpg

wedangan-pendapa-solo-4-jpg

wedangan-pendapa-solo-11-jpg

wedangan-pendapa-solo-14-jpg

 

wedangan-pendapa-solo-13-jpg

wedangan-pendapa-solo-12-jpg

wedangan-pendapa-solo-2-jpg

Selain wedangan Pendhopo, ada pula wedangan dengan konsep yang sama. Seperti Wedangan Rumah Nenek, Wedangan Tiga Tjeret, Wedangan Cengkir Gading, Banyu Legi, Wedangan Roemah Nenek, Wedangan D'Colonel, dan Cafedangan Manahan. Hanya kejadulan suasana dan musik iringannya masih kalah dengan Wedangan Pendhopo.

Beberapa tempat tersebut bisa menjadi salah satu lokasi pilihan untuk makan malam, nongkrong maupun berdiskusi serius tapi santai dan membumi.