Cobain Yuk 10 Wisata Anti Mainstream di Bali!

Kalau Anda sedang berlibur ke Bali, jangan cuma main ke pantai! Bali masih punya segudang tempat wisata yang unik dan asyik selain pantai. Cobain deh sekali-sekali menikmati wisata anti-mainstream di Bali. Anti-mainstream yang saya maksudkan di sini adalah wisata Bali di luar wisata yang sudah umum kita kenal, katakanlah seperti Pantai Kuta, Legian, ataupun makan seafood di Jimbaran. Berikut 10 tempat wisata anti mainstream di Bali. Bisa jadi Anda belum pernah mengenal beberapa di antaranya, tapi dijamin seru kok!

1. Rumah Bawah Tanah Nusa Lembongan

Rumah Bawah Tanah
Rumah Bawah Tanah Nusa Penida

Pernah membayangkan tinggal di rumah bawah tanah? Anda bisa mencobanya saat berkunjung ke Bali. Di Nusa Lembongan, terdapat sebuah rumah bawah tanah yang juga dikenal dengan nama Goa Gala-Gala. Rumah bawah tanah yang terinspirasi dari kisah Mahabaratha ini dibangun oleh Mangku Byasa, seorang petapa Hindu. Rumah bawah tanah seluas 500 meter persegi ini dibangun oleh Mangku Byasa selama 15 tahun (1961-1976). Hebatnya, Mangku Byasa membangun rumah ini hanya dengan menggunakan linggis! Rumah bawah tanah ini juga memiliki ruang-ruang yang lengkap, ada ruang tidur, ruang makan, dapur, sumur, dan tempat meditasi. Untuk masuk ke rumah bawah tanah ini, pengunjung harus menuruni anak tangga sekitar 2 meter. Pengunjung juga harus siap untuk membungkuk karena ruang-ruang bawah tanah ini tingginya hanya antara 1-2 meter. Konon, Mangku Byasa meninggal di dalam rumah bawah tanah ini. Tertarik untuk mengunjunginya?

2. Istana Air Taman Ujung

Istana AIr Taman Ujung
Istana AIr Taman Ujung

Sudah pernah mendengar tentang keindahan Istana Air Taman Ujung? Istana Air Taman Ujung Soekasada ini dibangun pada tahun 1919 dengan gaya arsitektur perpaduan Eropa dan Bali. Dahulu, istana air ini menjadi tempat peristirahatan  Raja Karangasem dan untuk menjamu tamu-tamu penting raja. Sesuai dengan namanya, di sana terdapat tiga buah kolam besar – dua kolam di sebelah utara dan satu kolam di sebelah selatan. Dua kolam di sebelah utara dihubungkan dengan sebuah jembatan. Istana Air Taman Ujung ini juga dikelilingi pesona alam yang menawan. Di sebelah baratnya terdapat pemukiman penduduk. sementara sebelah timurnya persawahan, Sementara di sebelah selatan Anda dapat menikmati panorama pantai. Keindahan Istana Air Taman Ujung ini membuatnya sering dijadikan lokasi photoshoot untuk prewedding. Tak heran bila Anda harus membayar jika membawa kamera SLR ke sini. Istana Air Taman Ujung ini berlokasi di Dusun Ujung, Desa Tumbu, Kabupaten Karangasem, sekitar 80 km timur Kota Denpasar.

3. Hutan Mangrove Suwung Kauh

Hutan Mangrove Suwung Kauh
Hutan Mangrove Suwung Kauh

Hutan Mangrove di Bali ini pernah dinobatkan sebagai kawasan hutan mangrove terbaik di Indonesia, bahkan di kawasan Asia. Hutan mangrove ini berada di kawasan Suwung Kauh, di Jalan By Pass Ngurah Rai, Denpasar, Bali. Di kawasan hutan mangrove ini sudah dibangun sebuah jembatan kayu tradisional. Anda dapat mengelilingi dan menikmati keindahan hutan mangrove Suwung Kauh ini dari atas jembatan tersebut. Di beberapa titik juga terdapat menara pantau dan pondok peristirahatan. Sambil menikmati keasrian hutan mangrove, Anda juga dapat berfoto-foto dan mengamati hewan-hewan yang menghuni hutan mangrove. Wisata anti mainstream di Bali yang satu ini sangat cocok untuk keluarga, terutama sebagai bagian dari wisata pendidikan untuk anak-anak.

4. Pura Goa Lawah

Pura Goa Lawah
Pura Goa Lawah

Buat Anda yang takut dengan kelelawar, berkunjung ke tempat wisata anti mainstream di Bali yang satu ini pastinya akan menegangkan. Pura Goa Lawah ini adalah sebuah pura yang di dalamnya terdapat goa yang ditinggali ribuan kelelawar. Menurut penelitian, Pura Goa Lawah ini dibangun pada abad ke-11 untuk memuja Tuhan sebagai Dewa Laut. Goa kelelawar tersebut terletak di bawah pepohonan rindang. Anda dapat melihat banyak tempat pemujaan di depan goa dalam areal pura. Pura Gua Lawah ini memiliki korelasi erat dengan Pura Besakih yang merupakan pura induk (mother temple) bagi seluruh umat Hindu Bali. Pura Gua Lawah merupakan representasi kepala dari Naga Basuki, sedangkan Pura Gua Raja di Kompleks Pura Besakih merepresentasikan ekornya. Dalam mitologi Hindu, Naga Basuki merupakan salah satu dari tiga naga jelmaan dewa yang diturunkan untuk menyelamatkan bumi.Pura Goa Lawah ini terletak di Desa Pesinggahan, Kecamatan Dawan, Kabupaten Klungkung, kira-kira 50 km dari kota Denpasar.

5. Desa Adat Penglipuran

Desa Adat Penglipuran
Desa Adat Penglipuran

Desa Adat Penglipuran berlokasi di berada di Kubu, Kabupaten Bangli, di daerah Kintamani. Di desa wisata ini, Anda bisa mempelajari banyak hal seputar adat-istiadat dan budaya Bali. Kendaraan bermotor dilarang untuk memasuki Desa Adat Penglipuran ini, jadi setiap kendaraan harus diparkir di areal parkir sebelum gerbang masuk Desa Adat Penglipuran. Desa Adat Penglipuran ini memiliki luas 112 hektar dan terdiri dari 76 kavling. Setiap rumahnya yang masih berarsitektur tradisional tersebut memiliki bentuk dan luas yang sama persis! Konon, salah satu rumah sudah dibangun sejak 270 tahun yang lalu. Anda dapat berjalan kaki mengelilingi Desa Adat Penglipuran ini sembari menikmati panorama alamnya yang sangat asri dan udaranya yang sejuk. Sebagian lahan di desa ini merupakan kebun bambu. Sempatkan pula untuk mencicipi loloh cemceman, minuman tradisional khas Desa Adat Penglipuran yang memiliki rasa asam pedas menyegarkan.

6. Pura Goa Giri Putri

Pura Goa Giri Putri
Pura Goa Giri Putri

Wisata anti-mainstream di Bali lainnya yang dapat Anda kunjungi adalah Pura Goa Giri Putri. Pura Goa Giri Putri ini terletak di Desa Suana, Nusa Penida, Kabupaten Klungkung. Keunikannya, Pura ini berada di dalam sebuah goa yang bernama Goa Giri Putri. Goa ini terletak pada ketinggian 150 mdpl dan memiliki panjang sekitar 310 meter. Walaupun mulut goa ini begitu kecil, namun bagian dalam goa sangat luas hingga dapat menampung sekitar 5000 orang. Adapun Pura Goa Giri Putri ini menjadi tempat pemujaan Tuhan dakam manifestasi sebagai seorang perempuan cantik yang dinamakan Hyang Giri Putri.

 7. Sawah Bukit Jambul

Sawah Bukit Jambul
Sawah Bukit Jambul

Inilah salah satu wisata anti mainstream di Bali yang murah meriah! Hehehe. Bukit Jambul ini memiliki panorama yang sama indahnya dengan Ubud. Di Bukit Jambul ini, Anda dapat menikmati pemandangan perbukitan yang berpadu dengan lembah, pepohonan hijau dan sawah-sawah dengan teraseringnya. Dari kejauhan, Anda juga dapat menikmati pemandangan laut lepas. Asyik banget! Hawa di sini pun sangat segar dan tentunya masih bebas dari polusi. Di atas bukitnya juga terdapat sebuah pura yang bernama Pura Puncak Sari. Bukit Jambul ini berada di Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem, di perbatasan Desa Nongan dan Desa Pesaban. Lokasinya juga sangat mudah dijangkau karena berposisi di pinggir jalan.

8. Wisata Kubur Desa Trunyan

Pintu Masuk Kubur Trunyan
Pintu Masuk Kubur Trunyan

Bukan hanya termasuk wisata anti mainstream di Bali, tempat wisata yang ini sih layak juga mendapat predikat wisata unik! Anda yang penakut, mungkin bisa skip deh. Hehehe. Desa Trunyan yang terletak di bawah kaki bukit Pegunungan Batur dikenal sebagai tempat asal-muasal 0rang Bali Asli. Desa Trunyan ini dikenal dengan pemakamannya yang unik. Di area pemakamannya, terdapat sebuah pohon besar bernama Taru Menyan. Di bawah pohon yang sudah berusia ribuan tahun ini terdapatlah kuburan tua. Taru Menyan ini menyerap bau busuk jenazah sehingga jenazah yang dimakamkan di sana tidak berbau. Di Desa Trunyan ini, jenazah yang meninggal diletakkan di tanah dan hanya ditutupi kurungan bambu. Namun, memang tidak semua jenazah penduduk desa dimakamkan di bawah pohon Taru Menyan. Sampai kini belum ada penelitian yang dapat mengungkapkan, bagaimana pohon Taru Menyan dapat menyerap bau busuk jenazah.

 

Klikers, itulah 8 wisata anti mainstream di Bali yang dapat Anda coba kunjungi. Mana yang kira-kira bakal masuk ke itinerary trip Anda ke Bali berikutnya?

 

(marchaela)

One Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *