diskon 1
diskon 2
diskon 3

Mau harga lebih MURAH?

Daftarkan email kamu di sini... GRATIS!

klikhotel.com
Pesan online atau hubungi
+62 22 542 0022
indonesia flag Indonesia
loading Please Wait
Lihat Filter Pencarian
Ditemukan {{totalProperty}} dari {{totalAvailableProperty}} properti tersedia
Ditemukan {{totalProperty}} dari {{totalAvailableProperty}} properti tersedia
Urutkan berdasarkan:

{{item.name}}
star-on

Tipe Kamar Harga per Malam
{{tk.name}} {{tk.name}}
{{tk.str_price_per_night_after_discount}}
{{tk.str_price_per_night_after_discount}}
{{tk.str_price_per_night}}
{{tk.str_price_per_night_after_discount}}
Tersedia {{item.list_tk.length - 3}} tipe kamar lainnya. Tampilkan semua »

Maaf, Pencarian tidak ditemukan.

Silahkan lakukan pencarian kembali dengan menggunakan kotak penyaringan yang tesedia.

Maaf, Anda tidak dapat melakukan check-in atau check-out pada tanggal 9 Maret 2016 karena bertepatan dengan hari Raya Nyepi untuk semua properti di Bali.

Silakan melakukan pencarian pada tanggal lainnya.

Most Reviewed di PONTIANAK

{{review.isiReview}}
{{timeSince(review.tglReview)}} {{review.nama.toLowerCase()}}

Deskripsi PONTIANAK

Pontianak adalah ibukota provinsi Kalimantan Barat. Kota Pontianak kerap dijuluki sebagai Kota Khatulistiwa karena dilalui garis khatulistiwa. Kota Pontianak dilalui oleh Sungai Kapuas yang merupakan sungai terpanjang di Indonesia. Selain dilalui oleh Sungai Kapuas, Pontianak juga dilalui oleh Sungai Landak. Di utara kota Pontianak, yaitu di Siantan, Anda dapat menjumpai Tugu Khatulistiwa yang memang dilalui garis khatulistiwa. Kota Pontianak didirikan oleh Syarief Abdurrahman Alkadrie pada tahun 1771 yang ditandai dengan pembukaan hutan di persimpangan Sungai Landak, Sungai Kapuas Kecil, dan Sungai Kapuas Besar untuk mendirikan balai dan rumah sebagai tempat tinggal. Adapun pemberian nama Pontianak konon ada kaitannya dengan kisah Syarief Abdurrahman yang sering diganggu kuntilanak saat sedang melintasi Sungai Kapuas.

Kota Pontianak memiliki visi untuk menjadikan Pontianak sebagai kota dengan pariwisata sungai. Keragaman budaya penduduk Pontianak (Dayak, Melayu, dan Tionghoa). Suku Dayak memiliki pesta syukur atas kelimpahan panen yang disebut Gawai dan masyarakat Tionghoa memiliki kegiatan pesta tahun baru Imlek, Cap Go Meh, dan perayaan sembahyang kubur (Cheng Beng atau Kuo Ciet). Perayaan-perayaan ini atraktif bagi turis. Walaupun belum memiliki cukup banyak tempat wisata, namun Pontianak adalah surga kuliner.  Ada banyak sekali makanan enak yang dapat Anda jumpai di Pontianak, seperti: bubur pedas, kue bulan, kwe cap, lempok durian, pengkang, kwetiau, sotong pangkong, dan masih banyak lagi.

 

Objek Wisata di PONTIANAK

Tugu Khatulistiwa atau Equator Monument berlokasi di Jl Khatulistiwa, Pontianak Utara, Kalimantan Barat. Fenomena menakjubkan di sekitar Tugu Khatulistiwa adalah saat terjadinya titik kulminasi matahari, yakni fenomena alam saat matahari tepat berada di garis khatulistiwa. Pada saat itu posisi matahari akan tepat berada di atas kepala sehingga menghilangkan semua bayangan benda-benda di permukaan bumi. Saat itu, bayangan tugu dan benda-benda di sekitarnya akan menghilang selama beberapa detik.

Rumah Betang Radakng merupakan replika rumah adat suku Dayak di Kalimantan Barat yang sengaja dibangun oleh pemerintah kota. Rumah Radakng ini menjadi rumah adat terbesar di Indonesia (bahkan di dunia) dengan panjang 138 meter dan tinggi 7 meter.

Hutan Kota Untan (Arboretum Sylva Untan) adalah kebun koleksi tanaman dan pepohonan khusus Kalimantan Barat sebagai usaha pelestarian flora dan fauna Kalimantan Barat. Hutan kota yang memiliki luas sekitar 3,2 ha ini terletak di kawasan Universitas Tanjungpura, Jl Jenderal Ahmad Yani Pontianak.

Keraton Kadriah ini berada di Kampung Beting, Pontianak. Dari berbagai keraton kerajaan yang berada di lokasi tersebut, Keraton Kadriah dapat disebut sebagai Istana Melayu terbesar. Keraton Kadriah memiliki luas  60 x 25 meter dan terbuat dari kayu belian pilihan. Pengunjung dapat melihat 13 meriam kuno buatan Portugis dan Prancis di wilayah istana ini.

Makanan khas PONTIANAK

Lek Tau Suan, Kacang hijau dimasak dengan kuah kental bening dari tapioka, gula pasir, dan pandan. Rasanya manis lembut. Lek tau Suan ini lebih mantap lagi bila disantap bersama cakue dan disantap saat masih hangat.

Sotong pangkong adalah sotong atau cumi yang telah dikeringkan lalu dimasak dengan cara dipanggang. Setelah dipanggang, sotong lalu dipangkong alias dipukul-pukul supaya dagingnya terasa lebih empuk. 

Choi pan dibuat dari tepung beras yang dicampur sedikit sagu, lalu diberi isian bengkoang, kucai, rebung, dan kacang hijau keladi yang dicacah dan ditumis. Adonan kulit dan isiannya lalu dibentuk seperti dimsum dan dikukus. 

Pengkang merupakan kuliner khas Pontianak yang terbuat dari beras ketan. Beras ketan diisi dengan ebi lalu dibungkus dengan daun pisang membentuk kerucut lalu diikat dengan bambu dan dibakar. 

236.550 566.440
Pesan sekarang untuk melihat
harga yang lebih murah!
Lanjut »
Promo harga khusus sedang berlaku di hotel
ini. Pesan sekarang!